PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS

PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS
AWAL JUMPA


__ADS_3

Pagi hari yang cerah disambut udara pagi yang sangat segar membuat Rizal tidak bisa beranjak dari kursi dan meja yang dibarengi segelas teh dan koran yang berada di atas meja di samping rumahnya itu. Padahal dia harus berangkat kuliah karena ada matakuliah jurusan pada pukul 08.00Wib dengan berat langkah ia harus tetap meninggalkan tempat itu dan segera bergegas ke kampus.


"huhhhhhhh,,, pagi yang indah kali ini aku akan meninggalkan mu lagi hmmm"


"Zalll,, Rizalllll kamu nggk ke kampus hari ini nak??" Teriak ibu Novi yang tidak lain adalah mama nya Rizal dari dalam rumah yang tampaknya sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi


Rizal langsung masuk ke Rumah dan menghampiri mama Novi yang sudah duduk di meja makan.


"Iyaa maa Rizal masuk kuliah kok hari ini, Rizal mandi dulu yaa maa"


"iyaaa sayang ". ujar bu Novi sembari melemparkan senyum indah nya pada putra semata wayang nya itu"


"Oiyaaa maaa, Papa mana??"


"Ituu di masih di kamar lagi siap-siap juga mau berangkat kerja, cepetan gihhh sana mandinya biar langsung sarapan ntar kamu telat loh"


"Ok maa"

__ADS_1


Lalu Rizal masuk ke kamar dan segera mandi dan berkemas untuk berangkat ke kampus. Setelah selesai berkemas, Rizal keluar dari kamar yang sudah siap dan rapi hendak menuju meja makan untuk segera sarapan pagi bersama kedua orang tua nya.


Rizal sangat ramah dan sopan pada siapa pun tapi sayangnya dia sangat cuek. Sembari mereka makan, ibu novi menanyakan soal organisasi dari kampus yang diikuti Rizal tersebut.


"oh iyaa, gimana organisasi yang kamu ikuti kemarin sayang?? kamu masih aktif di sana??. tanya bu Novi yang sedang menatap sayu dan lembutnya Rizal


"iyaa maa,, Rizal masih aktif kok karena menurut rizal nggk terlalu mengganggu studi rizal juga maa". sembari membalas tatapan lembut dari mama novi dan melemparkan senyum manis nya


"oiyaaa maaa,,paa, Sepertinya Rizal nantinya akan jadi pengurus juga disana karena beberapa hari lalu aku ada di kasih surat undangan dalam pertemuan CP" . ucap Rizal sembari memberikan tatapan hangat pada kedua orang tua nya


"Baguss dong nakk,,, Papa sangat mendukung supaya kamu juga bisa belajar jadi seorang pemimpin dari sekarang karena nantinya , kamulah yang akan menggantikan papa". ujar pak Indra yang tidak lain adalah papanya Rizal


''iyaa paaa "


"Mama juga setuju sayang, itu bagus buat kamu dari sekarang kan kamu memang harus bisa belajar supaya nanti kamu bisa gantiin papa". Sambung bu Novi dengan menatap Rizal dan papa Indra dengan bergntian.


Setelah selesi sarapan pagi, Papa Indra dan Rizal diantar sama bu Novi kedepan rumah menuju mobil pribadi nya yang hendak dipakai oleh papa Indra, Rizal dan Papa indra pamit dan menyalam dan mencium tangan dan pipi bu novi, Papa Indra mengatar Rizal ke kampus terlebih dahulu setelah itu papa Indra kembali melajukan mobilnya menuju kantornya. sesampainya di kampus Rizal langsung masuk ke kelas dan tidak lama dosen matakuliah langsung masuk dan Rizal pun mengikuti matakuliah dengan baik.

__ADS_1


***


Sepulangnya dari kampus Rizal langsung menghadiri acara CP yang dihadiri oleh beberapa teman termasuk Yana yang meruapakan adik stambuknya juga. Setelah acara sudah dimulai, MC meminta setiap CP untuk maju ke atas panggung kecil tersebut dan memperkenalkan diri mereka masing-masing, ketika sampai pada giliran Rizal untuk memperkenalkan diri, semua yang hadir terkhusus para kaum hawa sangat terpesona melihat ketampanan Rizal yang dibarengi dengan kewibawaannya ketika berbicara dan sesekali Rizal melemparkan senyuman indahnya dan tatapannya yang sangat menggoda kepada hadirin yang ada ditempat itu. Ketika itu semua anggota CP juga salaman dan menjalin keakraban, terakhir Rizal menyalam Yana yang terlihat selalu ceria itu dan kembali melemparkan senyum dan tatapan indah pada Rizal akan tetapi Rizal merasa biasa aja dan mereka segera kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Kursi Yana tidak jauh dari Rizal ketika semua CP sudah duduk maka acara dilanjutkan kembali. Yana mencoba akrab pada Rizal akan tetapi harapan yana untuk Akrab secepat itu sama Rizal hanya khayalan semata.


"Haii kak". sapa yana sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. " oiyaa, klo boleh tau kakak stambuk berapa? jurusan apa?"


"iyaa hai,, aku stambuk 18 dari jurusan Ilmu Komputer". jawab Rizal dengan singkat tanpa membalas tanya pada Yana


"ohh bagusss ya kak, kakak beruntung bisa masuk jurusan komputer padahal dulu aku juga nyoba jurusan itu tapi nggk masuk". sambung Yana dengan muka yang agak sedih sembari di tekuk


"ohh gitu, blom rezeki kali". sambung Rizal dengan singkatnya tanpa melihat wajah Yana dan tetap fokus melihat acara yang ada di depan


"iyaa kak, oiyaa kak, klo nanti kita udah sah jadi pengurus, kira-kira kakak mau di bidang apa??". Tanya yana kembali, berharap Rizal akan bicara panjang lebar


"Jadi apa aja boleh kok" . jawab Rizal dengan cetusnya


Karena Rizal merasa risih dan tidak nyaman duduk dekat Yana yang selalu banyak bertanya, akhirnya Rizal pindah ke kursi yang paling depan. Melihat hal itu, Yana langsung merasa kesal dan berpikir jelek terhadap Rizal karena langsung meninggalkan dia begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2