PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS

PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS
TIMING YANG ANEH


__ADS_3

Karena sudah larut malam akhirnya keluarga pak Indra pamit untuk pulang. Sepanjang perjalanan menuju ke rumah, pak Indra tidak ada bicara dan suasana dalam mobil kini hening tanpa ada suara. Ibu Novi dan juga Rizal yang sudah paham dengan tabiat Pak Indra tidak berani berkata-kata. Mereka hanya terdiam dan sesekali Rizal menatap wajah pak Indra yang kini sudah terlihat datar. Rizal juga sudah paham mengapa pak Indra terdiam seperti itu dan tidak lain karena perlakuan dan perbuatan Rizal kepada Yana yang merupakan putri dari rekan kerjanya. Pak Indra marah pada Rizal bukan hanya karna Pak Vandy yang merupakan rekan kerjanya akan tetapi Pak Indra tidak pernah suka jika seorang laki-laki menyakiti perempuan apalagi sampai memperlakukannya dengan kasar dan kini Rizal melakukan hal yang membuat Pak Indra kecewa pada Rizal. Selain tampan dan mapan Pak Indra juga tidak pernah menyakiti hati perempuan apalagi sampai main kasar dan Pak Indra ingin juga Rizal berbuat demikian. Mobil pribadi yang sudah melaju hampir 1 jam tadi kini sampai di halaman Rumah. Ibu Novi dan Rizal segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sedangkan Pak Indra kini memasukkan mobil ke dalam garasi. Rizal sangat khawatir jika Pak Indra akan marah berkepanjangan sama Rizal akhirnya Rizal memutuskan untuk duduk di Sofa dan tidak langsung masuk ke kamar karena Rizal ingin menunggu Pak Indra dan bermaksud untuk minta maaf sedangkan Ibu Novi langsung bergegas ke kamar untuk membersihkan badannya yang sudah lengket dan yang sudah terasa gerah. Meskipun Rizal sosok lelaki yang cuek dan dingin seperti es balok pada semua orang namun Rizal tidak sanggup jika Pak Indra atau Ibu Novi mendiaminya. Rizal tidak pernah bermaksud sedikitpun untuk membuat hati Pak Indra Kecewa, hanya saja semua sudah terjadi. Setelah memasukkan mobil kedalam garasi, Pak Indra langsung beranjak kedalam rumah dan hendak bergegas ke kamar untuk istirahat. Pak Indra bergegas dan sudah hampir menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua tiba-tiba langkahnya terhenti karena Rizal langsung menghampiri dan segera memeluk papa Indra dari belakang dengan sangat erat sambil berbisik


“Paa,, maafin Rizal dong,, papa jangan cuek kayak gitu sama Rizal, Rizal nggak ada maksud buat ngecewain papa”. Pelukan Rizal kini makin erat yang hampir membuat Pak Indra tidak bisa bergerak namun Pak Indra senang dengan pelukan hangat anak semata wayangnya itu.


“Zal, kamu udah tau kan papa orangnya seperti apa, dan Rizal juga udah tau kan kalau papa tidak pernah suka kalau Rizal berbuat kasar sama orang apalagi sama perempuan, itu sangat memalukan sekali nak dan papa tidak mau yaa kalau hal itu terulang lagi. Paham Rizal??”Kini amarah Pak Indra sudah mulai reda ditambah lagi dengan pelukan hangat Rizal yang membuat hati pak Indra segera luluh dan memaafkan Rizal.


“Iyaa paa, Rizal janji, Rizal nggak akan berbuat seperti itu lagi. Tapi papa udah maafin Rizal kan?”


“Iyaa,, papa udah maafin kamu kok. yasudah sekarang kamu masuk kamar, mandi dan langsung istirahat besok kamu harus berangkat juga kekampus kan?”


“Iyaa paa,, papa juga istirahat yaa”. Ucap Rizal sembari melepaskan pelukannya dan bergegas ke dalam kamar.


***


Pagi hari kembali tiba, jam menunjukkan pukul 06.00 WIB Rizal sudah bangun dari lelapnya dan segera bergegas keluar untuk olahraga sekaligus menghirup udara segara. Tidak heran jika Rizal memiliki tubuh kekar dan sixpack karena Rizal tidak pernah memulai aktivitas kesehariannya tanpa olahraga. Selepas Rizal olahraga, Rizal duduk sejenak di kursi yang berada di samping taman dekat rumahnya sembari meneguk segelas air putih dingin yang sudah disediakan oleh bi Surti. Sembari meneguk segelas air putih yang berada di atas meja, tiba-tiba Rizal teringat dengan kejadian kemarin malam di rumah Yana yang membuat Rizal sedikit senyum tersipu sambil meraba wajahnya dan seketika teringat dengan tamparan Papa Indra padanya tadi malam.

__ADS_1


“Timingnya memang anehh,, huhhhhh” Gumam Rizal dalam hatinya sembari melangkah meninggalkan tempat itu dan beranjak ke dalam rumah untuk bergegas hendak berangkat ke kampus. Rizal masuk ke kamarnya dan segera mandi dan besiap-siap untuk berangkat ke kampus.


Bi surti sudah menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga pak Indra. Tak lama kemudian Ibu Novi dan Papa Indra beranjak menuju meja makan dan hendak sarapan pagi sedangkan Rizal yang sudah siap-siap berangkat ke kampus juga sudah berada di meja makan. Tidak menunggu lama, keluarga tersebut segera meyantap makanan yang sudah terhidang di meja makan.


Setelah mereka selesai sarapan, Papa Indra dan Rizal segera berpamitan sama Ibu Novi dan segera melajukan mobil pribadi mewahnya itu menuju kampus Rizal. Seperti biasanya, Papa Indra selalu mengantarkan Rizal terlebih dahulu ke kampus lalu Pak Indra kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.


Sesampainya di kampus jam sudah menunjukkan pukul 07.45 wib Rizal segera bergegas menuju ruangan kelas karena Rizal harus mengikuti matakuliah jurusan pada pukul 08.00 wib. Wanita yang selalu mendambakan kehadiran Rizal kini membuat langkah Rizal terhenti dan membuat Rizal semakin benci padanya tidak lain lagi, wanita tersebut adalah Angel yang sudah berlari menghampiri Rizal dan kembali berusaha menarik perhatian Rizal meskipun Rizal tidak pernah tertarik. Angel tiba-tiba menghentikan langkah Rizal dengan memeluk Rizal dari belakang dan berusaha menggandeng Rizal.


“Selamat pagi Rizal,, kamu mau langsung ke ruangan yaa? barengan yukk”. Angel berusaha tampil semaksimal mungkin dihadapan Rizal sembari menggandeng sebelah tangan Rizal berharap Rizal akan tertarik dan luluh padanya.


“Semakin kamu menjauh dari aku, maka semakin tergila-gila aku pada mu dan apaun akan kulakukan demi mendapatkan kamu Rizal”. Ucap Angel sambil menatap ke arah Rizal yang sudah pergi meninggalkan dia.


***


Setelah Rizal selesai mengikuti matakuliah, Rizal bermaksud untuk segera pulang ke rumah karna Papa Indra hendak berangkat ke luar kota bersama Pak Vandy sesuai kesepakatan mereka kemarin ketika berkunjung ke rumah Pak Vandy. Rizal terus melangkahkan kakinya menuju parkiran tanpa ia sadari, Yana yang berjalan dari belakangnya sudah memperhatikannya dari tadi namun tidak berani menegur Rizal. Yana juga hendak pulang ke rumah karena Pak Vandy hendak berangkat ke luar kota juga. Seketika Rizal berbalik kebelakang dan melihat Yana yang berada persis di belakangnya.

__ADS_1


“Ehhh ada Yana, kamu mau langsung pulang juga yaa?”


“Iyaa Zal,, soalnya papa aku mau berangkat keluar kota hari ini jadi aku mau ikut ngantarin papa ke bandara”. Jawab Yana tanpa menatap wajah Rizal.


“Ohhh,, aku juga mau ikut ngantar papa aku ke bandara,, oiyaa Yan,, gimana kalau kita pulang bareng aja? aku bakal ngantar kamu pulang sampai ke rumah kok”. Rizal menawarkan itu hanya saja supaya Yana tidak marah lagi sama Rizal terlebih saat ini Rizal sudah mengetahui kalau orangtua Rizal dan Orangtua Yana cukup dekat. Rizal bertekad tidak akan mengecewakan Papa Indra lagi untuk yang kedua kalinya.


Seketika wajah dan mata Yana terbelalak mendengar perkataan pria Es balok itu. Dalam hati Yana, ia merasa senang namun Yana teringat kembali dengan perlakuan Rizal padanya yang membuat Yana mengurungkan niatnya kembali untuk pulang bersama Rizal.


“Nggak usah Zal,, aku bisa pulang sendiri kok”. Ucap Yana sembari bergegas hendak pergi meninggalkan Rizal. Namun Yana belum sempat melangkah, tiba-tiba Rizal meraih pergelangan tangan Yana yang membuat jantung Yana seketika berdegub dengan sangat kencang. Ditambah lagi Rizal langsung menatap Yana dengan tatapan yang penuh arti membuat Yana menaan napasnya. Kali ini Yana berhasil membuat Rizal tersenyum sambil menatap Yana yang sudah sangat deg-degan itu.


“Yakin masih sanggup menahan napasnya? ntar pingsan lagi”. Ucap Rizal dengan pelan ke arah telinga Yana.


“Apaan sihhh,, biasa aja, nggak lucuu,” Yana membentak Rizal sembari mendorong dan melepaskan tangan Rizal dari pergelangan tangannya.


“Minggir sanaa, aku mau pulang”. Yana bergegas dan langsung berlari meninggalkan Rizal.

__ADS_1


__ADS_2