
Setelah selesai menyantap makanan, Yana beranjak dan masuk ke kamar hendak menyelesaikan tugas kuliahnya. Tak lama kemudian jam menunjukkan pukul 19.00 wib terdengar suara mobil pak Vandy hendak menuju halaman rumah. Pak Robert yang tidak lain adalah penjaga rumah Pak Vandy segera membuka pintu gerbang rumah. Sesampainya di depan rumah, Ibu Rosa segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sedangkan Pak Vandy langsung memasukkan mobil pribadinya kedalam garasi. Bi tati langsung bergegas hendak menyiapkan makan malam untuk Pak Vandy dan Ibu Rosa.
"Ehh tuan dan nyonya sudah pulang, sebentar saya siapkan makanan dulu yaa buk"
"iyaa bii.. ohh iyaa bii, Yana dimana?? Yana udah makan blom tadi?". Tanya Ibu Rosa pada bi Tati karena masih sangat mengkhawatirkan putri bungsunya itu.
"Sudah buu,, tadi non Yana sudah makan kok sepertinya non sudah masuk ke kamar buk"
"ohh gituuu bii,, baguslah. terimakasih ya bii"
"iyaa buu,, sama-sama". Jawab Bi tati sembari melangkah menuju dapur.
Setelah Ibu Rosa dan Pak Vandy selesai makan malam, mereka beranjak ke ruang tv yang tidak jauh dari meja makan sembari mengobrol terkait kedatangan keluarga Pak Indra besok Ke rumahnya untuk bersilaturahmi. Jam menunjukkan pukul 22.00wib Papa Vandy dan Ibu Rosa kembali ke kamar untuk istirahat.
****
__ADS_1
Kringggg...Kringgg...Kringgg... Jam weker Yana berbunyi berulang kali membuat Yana terbangun dari lelapnya. Ia membuka matanya dengan perlahan sembari mengarahkan pandangannya ke arah jam dinding yang ada di samping meja riasnya ternyata jam sudah menunjukkan pukul 06.00wib. Karena tidak ada jadwal matakuliah dan Yana masih merasa ngantuk, ia melanjutkan tidurnya hingga jam menunjukkan pukul 07.00wib. Setelah ia bangun, ia bergegas dari atas ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Seperti kebiasaan Yana, setelah Yana selesai mandi, Yana selalu mengoleskan lotion keseluruhan tubuhnya dan mengoleskan skincare ke bagian wajahnya. Yana sangat pandai merawat diri hingga membuat badannya terlihat sangat bagus dan menarik dipandang ditambah lagi Yana tidak pernah lupa menggunakan parfumnya kemanapun ia hendak pergi sehingga Yana selalu wangi yang membuat banyak pria mengaguminya meskipun diam-diam. Setelah Yana selesai menggunakan segala yang ia perlukan, Yana beranjak dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama kedua orangtuanya. Sembari mereka sarapan, Pak Vandy memberitahukan pada Yana kalau nanti sore keluarga Pak Indra akan datang berkunjung ke rumahnya.
"Yan,, hari ini kamu nggk kemana-mana kan nak?". Tanya pak Vandy sembari meneguk secangkir air putih yang ada diatas meja makan.
"Nggk pa,, hari ini Yana mau dirumah aja, lagi males keluar"
"ohh,, Yan, nanti sore teman kerja papa mau datang ke rumah namanya Pak Indra, sekalian papa mau kenalin kamu sama mereka. Katanya sih pak indra itu punya anak se usia kamu juga"
"iyaa paa bagus dong hehehe, hari ini Yana nggk kemana-mana kok".
Setelah keluarga Pak Vandy selesai sarapan pagi, Yana bergegas menuju taman bunga yang berada di samping rumahnya untuk mengambil beberapa gambar dan sesekali Yana berfoto dengan pose tubuhnya yang sangat seksi ditambah senyum pepsodentnya yang membuat kupu-kupu ditaman merasa iri terhadap kecantikan Yana. Selain cantik, anggun, dan selalu ceria, Yana juga sedikit centil mungkin saja karena dia anak bungsu ditambah dengan bodynya yang bagus dan perawakannya yang lumayan tinggi yang mendukung kecentilannya. Meskipun centil, namun Yana tidak pernah melakukan hal yang semberono atau hal yang mencemarkan bahkan Yana sangat pemilih kalau ada sosok lelaki yang ingin mendekatinya. Sambil duduk santai dikursi yang berada di tengah taman, Yana memilih-milih gambar yang ada di kameranya dan sesekali Yana senyum tersipu melihat fotonya yang lucu itu.
****
Waktu terus berjalan, mentari kini berlalu dan memberi kesempatan pada senja untuk memancarkan keindahannya hingga jam menunjukkan pukul 17.30wib. Pak Vandy dan juga Ibu Rosa kini sudah siap menyambut kedatangan keluarga Pak Indra termasuk Yana yang sudah berdandan semaksimal mungkin dengan mengenakan gaun nya yang sangat cantik hingga membuat Yana semakin anggun ditambah dengan rambutnya yang teruari dengan indahnya hingga ke bagian pinggangnya. Sebelum Yana beranjak menuju ruang tamu, Yana mendengar suara mobil menuju rumahnya dan tidak asing lagi ternyata yang datang itu keluarga Pak Indra termasuk Rizal sang pria tampan, menawan yang sangat digemari banyak wanita namun sayangnya Rizal sangat cuek, tidak banyak bicara, dan juga dingin bagaikan es balok. Rizal juga tidak tahu kalau rumah yang ia datangi itu adalah rumah Yana. Pak Vandy dan Ibu Rosa segera menyambut keluarga Pak Indra dengan hangat mereka duduk di sofa yang lembut yang berada di ruang tamu Pak Vandy yang dihiasi dengan foto-foto keluarga pak Vandy serta berbagai gambar-gambar indah yang membuat ruangan tersebut semakin mewah. Namun Rizal sama sekali tidak memperhatikan foto Yana yang terpajang di ruangan tersebut. Karena Yana sudah siap, Yana langsung beranjak dari kamarnya menuju ruang tamu hendak menemui Pak Vandy dan Ibu Rosa. Yana berjalan dengan santai dengan mengenakan sepatu hilss nya dihiasi dengan senyum nya yang sangat manis membuat Ibu Novi yang tidak sengaja melihatnya turun dari tangga seketika meras takjub dengan kecantikan Yana. Ketika Yana sudah sampai di ruang tamu, Yana kaget melihat Rizal ada di rumahnya dan seketika wajah cantiknya bagaikan bidadari tadi berubah. Senyum manisnya kini hilang dan wajahnya memerah yang diselimuti perasaan yang tidak nyaman. Yana baru tahu kalau orangtuanya berteman baik dengan keluarga Rizal. Rizal yang tadinya tertunduk segera memalingkan wajahnya kearah Yana. Kali ini Yana berhasil menarik perhatian pria tampan yang seperti es balok itu. Baru kali ini Rizal tertarik dengan wanita namun, karena yang Rizal lihat itu adalah Yana, rasa itu ia hilangkan begitu saja. Sebenarnya Rizal juga kaget ketika melihat Yana datang mengahampiri mereka, Rizal pun baru tahu kalau rumah yang ia datangi itu adalah rumah Yana yang meruapakan musuh bubuyutannya. Akan tetapi karena Rizal orangnya cuek dan tidak banyak bicara, ia hanya diam saja dan sesekali melemparkan pandangnya kearah Yana. Yana tidak langsung pergi begitu saja meskipun ia sudah muak melihat wajah musuh bubuyutannya itu, Yana tetap mencoba tegar dan tenang seakan tidak ada yang terjadi antara Yana dan Rizal demikian juga Rizal yang hanya bisa diam tanpa kata seolah mereka belum saling kenal.
__ADS_1
"Yan, sini nak, ini yang papa ceritakan smalam. Pak Indra ini rekan kerja papa dan Ibu Novi ini teman mama kamu dulu waktu SMA". Ucap Pak Vandy sembari meraih pergelangan tangan Yana dan mengajak Yana untuk duduk di sampingnya.
"Haloo Yana,, cantik sekali kamu nak"
"heheh makasih tante". Yana tetap berusaha untuk terlihat cantik dan anggun meskipun suasana hatinya sedang berantakan.
"Anak kamu cantik banget Ros"
"Iyaa dong Nov sama kayak mama nya hehehe"
Kedua orangtua Yana dan juga orangtua Rizal tidak mengetahui kalau Yana dan Rizal sudah saling kenal dan bahkan mereka tidak tahu ada sesuatu yang terjadi antara Rizal dan Yana. Ibu Novi menepuk pundak Rizal dengan maksud supaya Rizal menyalam Yana dan mengenalnya lebih dekat lagi.
"Zal, salam Yana dong,, masa kamu diam aja sih??". Ucap Ibu Novi sembari menatap Rizal dengan tatapan yang penuh arti.
Lalu Rizal mengulurkan tangannya kearah Yana dengan wajahnya yang sangat datar karena Rizal hanya ingin memenuhi permintaan dari mamanya meskipun sebenanrnya Rizal terpaksa untuk melakukannya.
__ADS_1
"Haii,, Nama aku Rizal, salam kenal yaa". Rizal berusaha menutupi kalau Rizal dan Yana sudah lama saling kenal dan Rizal juga berharap agar Yana melakukan hal yang sama. Namun Yana tidak melakukan seperti yang diharapkan Rizal. Yana langsung memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan dan tidak menghiraukan sapaan dari Rizal hingga Rizal kembali menarik uluran tangannya sambil mengepal jemarinya dan menatap wajah Yana dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Melihat hal tersebut Kedua orangtua Rizal dan Orangtua Yana heran dan tidak bisa berkata apa-apa. Mereka hanya bertatapan satu dengan yang lain dengan tatapan yang penuh tanya dan seketika suasana menjadi hening tanpa ada suara.