
Rizal hanya tersenyum melihat tingkah Yana.Namun, bukan berarti Rizal suka dengan Yana hanya saja Rizal ingin menepati janjinya pada Papa Indra untuk tidak menyakiti Yana lagi. Rizal melanjutkan langkahnya menuju parkiran karena sudah ditunggu oleh supir pribadinya. Mobil mewah yang dinaiki Rizal kini melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi agar segera sampai ke rumah karena Papa Indra dan Ibu Novi sudah bersiap-siap untuk berangkat menghantarkan Papa Indra ke bandara tinggal menunggu Rizal yang kini sudah diperjalanan menuju kerumah. Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 wib sedangkan pesawat Pak Indra akan take off pada pukul 15.00 wib. Setibanya Rizal di rumah, Rizal langsung menghampiri kedua orangtuanya dan mereka segera berangkat menggunakan mobil pribadinya yang lain. Kali ini Papa Indra meminta Rizal untuk menyetir mobil karena Papa Indra merasa kecapekan baru pulang dari kantor dan harus segera berangkat ke luar kota. Dengan senang hati Rizal menyetir mobil mewahnya yang merupakan hadiah ulang tahunnya yang ke 20 dari Papa Indra. Sembari mobil melaju, Rizal berbincang dengan Papa Indra terkait kepergian papa Indra ke luar kota.
“Paa,, kira-kira brapa lama papa di luar kota?”. Tanya Rizal sambil melajukan mobilnya dengan lebih cepat.
“Paling tiga hari atau empat hari aja, kenapa Zal? oiyaa selama papa disana, kamu jaga mama yaa jangan ditinggal-tinggalin, jangan nakal kamu”. Ucap Pak Indra yang sedang meraih dan mengenakan jam tangan yang berada dikantong jasnya.
“Iyaa paa,, Rizal bakal jagain semuanya kok, termasuk mama, iya kan maah”. Sambung Rizal sambil menatap Ibu Novi dan mengkedipkan sebelah matanya dengan dihiasi senyum manis Rizal.
“Emangnya mama anak kecil mesti di jaga-jaga?”. Ibu Novi kini membalas senyuman manis putranya.
“Nggk sih maa,, ntarr mama hilang kan kasihan papa hahahhahah”. Kali ini tawa Riza lepas dihadapan Pak Indra dan Ibu Novi hingga membuat Ibu Novi dan Pak juga tertawa bahagia melihat sikap konyol putranya itu.
Sesampainya di bandara, Papa Indra dan Ibu Novi segera turun dari mobil sedangkan Rizal kembali melajukan mobilnya ke arah parkiran. Keluarga Pak Indra disambut oleh keluarga Pak Vandy yang juga belum lama sampai di bandara.
“Sudah lama menunggu yaa Van?”. Tanya pak Indra sembari membereskan semua barang yang akan dibawa.
“Baru saja kok,, apa semua sudah beres karna sebentar lagi pesawat akan take off”
“ohh iyaa sudah.. sudahh”
__ADS_1
Mereka semua berpamitan kepada pak Indra dan pak Vandy termasuk Yana dan Rizal yang ikut juga kebandara. Setelah Pak Vandy dan Pak Indra berangkat, Ibu Novi dan Ibu Rosa juga pulang ke rumah mereka masing-masing. Selama mereka di bandara, Rizal tidak menyapa bahkan mengajak Yana bicara. Rizal kembali memasang wajah datarnya yang seperti es balok itu. Sedangkan Yana yang sudah baper sama Rizal tadi siang kini kembali kesal dan benci pada Rizal.
“dasarr laki-laki nggak punya hati,,memang ya laki-laki itu semuaa sama aja,, sama-sama nggak ada yang jelas”. Gerugut Yana dalam hatinya sembari menatap keluar dari kaca mobilnya dengan tatapan kesal dan wajah yang sudah mulai ditekuk. Yana tidak menyadari kalau Ibu Rosa sudah memperhatikan gerak-geriknya sejak tadi.
“Yann,, ada apa sayang? kok mukanya ditekuk gitu, kamu ada masalah lagi ya sama Rizal?”
“Ehh mama,, nggak kok maa nggk ada masalah kok”. Yana kembali bersikap tenang seolah tidak ada apa-apa.
Tidak berapa lama Ibu Rosa dan Yana sudah sampai dirumahnya dengan menaiki mobil pribadinya yang dipakai menghantarkan pak Vandy ke bandara. Sesampainya di rumah, Yana langsung masuk ke kamarnya dan segera mandi karena sudah terasa gerah karena tidak sempat mandi setelah pulang dari kampus tadi siang.
***
***
Sesampainya di rumah, Ibu Novi memilih untuk langsung masuk ke kamar untuk segera mandi dan langsung istirahat. Sama halnya dengan Rizal yang juga langsung masuk ke kamar untuk membersihkan badannya yang sudah terasa sangat gerah. Setelah Rizal selesai mandi, Rizal membaringkan badannya diatas ranjangnya sambil memainkan Hp nya. Karena sudah merasa sangat lelah akhirnya Rizal tertidur dengan pulasnya hingga Rizal bermimpi dan membuat Ibu Novi terbangun dan segera menghampiri Rizal ke kamarnya karena suara Ngigo Rizal yang cukup keras hingga terdengan sampai ke kamar Ibu Novi. Ibu Novi segera membangunkan Rizal.
“Rizall,,, Zalll.... bangunnn nakkk”. Ibu Novi sangat khawatir melihat Rizal dan berusaha membangunkan Rizal hingga akhirnya Rizal terbangun dengan keringat yang sudah bercucuran di wajahnya.
“Ada apa Zall? kamu knapa nak?”
__ADS_1
“Rizal mimpi maa,,,” Rizal yang sudah terbangun dengan karingat yang sudah mengguyur diseluruh tubuh ditambah dengan tarikan nafasnya yang sudah tidak beraturan segera duduk dan menghampiri ibu Novi yang sudah duduk di pinggiran tempat tidurnya.
“Mimpi apa nak? mimpi buruk ya?” Tanya ibu Novi yang semakin khawatir dengan Rizal.
“Iyaa mahh,, Rizal mimpi Papa sama mama maksa Rizal nikahin Yana maa”. Tatapan Rizal sama Ibu Novi kini membuat Ibu novi tertawa dengan lepas.
“Haahaha,,, ada-ada saja kamu Zal,, mama kira kamu mimpi buruk, Zal.. Zal”
“Kan memang mimpi buruk sih maa kalau sempat Rizal nikah sama Yana, hadehhh nggk habis pikir dah Rizal pokoknya”
“Kok mimpi buruk? Yana kan cantik Zal, baik lagi masa kamu bilang nikah sama Yana itu mimpi buruk”
“Apaan sih maa,, Udah ahh Rizal mau mandi dulu”
Rizal beranjak dari atas ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah dibanjiri keringat. Bersamaan dengan Ibu Novi yang senyum tersipu melihat sikap Rizal sembari bergegas berlalu dari kamar Rizal.
***
Setelah Rizal selesai mandi dan beres-beres, Rizal bermaksud menyelesaikan tugas kuliahnya yang harus di kumpul besok. Rizal termasuk sosok pria yang telaten dan tidak semberono. Semua buku-buku yang sudah selesai di pakainya selalu ditata dengan rapi di rak buku yang ada di kamarnya. Karena Rizal membutuhkan buku-buku semester lalu untuk dijadikan referensi, akhirnya Rizal terpaksa mengacak-acak bukunya yang ada di rak buku karena jumlah buku yang ada di rak tidak sedikit dan membuat Rizal kewalahan mendapatkan buku yang ia perlukan. Saat Rizal mengacak-acak semua buku yang ada di rak buku tersebut tiba-tiba ada sebuah amplop putih terjatuh kelihatan masih rapi dan sepertinya berisi surat namun Rizal tidak tahu surat tersebut berisi tentang apa. Rizal penasaran akan isi dari surat tersebut lalu Rizal beranjak ke temtap tidurnya untuk segera membaca isi surat itu.
__ADS_1