PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS

PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS
AMARAH PAK INDRA


__ADS_3

Karena merasa tidak bisa ditutup-tutupi lagi akhirnya Rizal mengatakan yang sebenarnya dan perkataan Rizal itu membuat orangtua Rizal dan Yana seketika tercengang.


“Pa,, Ma,, Sebenarnya Rizal sama Yana udah lama saling kenal dan bahkan sekarang Yana ini partner Rizal di organisasi kampus”. Rizal berkata jujur sembari menatap wajah Yana yang sudah mulai datar dan hanya bisa terdiam.


Selain cuek dan dingin seperti es balok, Rizal juga sosok pria yang tidak suka bicara bertele-tele. Rizal langsung bicara apa adanya di depan kedua orangtuanya dan juga orangtua Yana. Namun Rizal tidak menyinggung soal masalahnya dengan Yana. Setelah Rizal berbicara, Rizal menarik napasnya dengan perlahan sembari menyandarkan tubuhnya ke sofa dan memasang wajah datarnya.


Ibu Novi yang melihat sikap Rizal yang tiba-tiba dingin dan kaku itu membuatnya jadi penasaran dan merasa ada sesuatu yang Rizal dan Yana sembunyikan dari mereka.


“Truss klo kalian udah saling kenal knapa kalian terlihat canggung gitu?” Perkataan Ibu Novi kali ini membuat Rizal dan Yana saling bertatpan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Rizal sedikit takut jika Yana akan mengatakan perlakuan buruk yang ia lakukan beberapa hari lalu. Tiba-tiba Rizal mulai senyum dan mencoba mengajak Yana untuk keluar sebentar.


“Hmmm Rizal mau ke toilet dulu ya ma,,ehh Yan, toliet nya dimana ya? Boleh anterin aku bentar?”Rizal tiba-tiba menatap Yana sembari memasang senyum indahnya dan mengkedipkan sebelah matanya pada Yana yang membuat Yana tidak bisa menolak permintaan Rizal. Yana dan Rizal segera beranjak dari ruangan itu dan berjalan menuju toilet. Karena Rizal melihat situasi sudah aman dan tidak ada lagi yang melihat, tiba-tiba Rizal menarik pergelangan tangan Yana menuju gudang yang ada di dekat toilet.


“Yann, kamu bisa bantu aku nggk?


“Bantu ngapain? ihh lepasanin tangan aku Zal, apa-apaan sih kamu” Yana terlihat mulai ketakutan lagi dengan Rizal karena Yana teringat dengan perlakuan Rizal beberapa hari lalu padanya akan terulang kembali.


“Yann,, kamu nggk usah takut gitu lah, aku nggk bakal apa-apain kamu kok. Kamu mau bantuin aku kan Yan?”

__ADS_1


“Bantu ngapain sihh?”


“Kamu jangan ngomong kalau kmarin aku nampar kamu yahhh,, plisss kali ini aja aku minta tolong sama kamu yah. Aku nggk mau ntar klo sampai mama sama papa ku kecewa sama aku. Aku juga minta maaf ya atas perlakuanku kmarin sama kamu. Aku kebawa emosi waktu itu,” Rizal menatap Yana dengan tatapan yang penuh arti dan berharap Yana akan mengabulkan permintaannya.


Yana kembali membalas tatapan Rizal yang membuat hatinya seketika luluh dan bermaksud mengabulkan permintaan Rizal. Namun Yana tidak mau memaafkan Rizal begitu saja.


“Apaa?? kamu takut kalau papa sama mama kamu akan kecewa sama kamu? truss yang kamu lakuin sama aku itu kamu kira nggk buat aku sakit dan sangat kecewa sama kamu? apa kamu nggk memikirkan hal itu? tiba-tiba sekarang kamu nyeret-nyeret aku untuk minta maaf sama aku? dan kamu berharap dengan semudah itu aku akan maafin kamu??” Dengan wajah yang sudah mulai memerah dan mata yang sudah berkaca-kaca Yana kali ini mengeluarkan unek-uneknya dan membuat Rizal tidak bisa berkata apa-apa. Rizal berusaha menenangkan Yana namun usahanya sia-sia belaka. Suara Yana cukup keras yang membuat orangtua Rizal dan Yana yang berada di ruang tamu datang menghampiri mereka. Ibu Rosa kaget melihat putri bungsunya yang berusaha menahan air matanya dan seketika Yana segera membuang wajahnya kearah yang berlawanan dan segera berusaha menenangkan diri.


“Yana,, ada apa sayang? kok wajah kamu merah gitu?”


“Rizall,, ada apa sebenarnya yang terjadi anatar kamu dengan Yana”. Ibu Novi menatap Rizal dengan tatapan yang penuh arti dan sangat kebingungan.


“Gpp kok ma... nggak ada apa-apa kok, tadi Rizal Cuma numpahin air minum tiba-tiba Yana kaget makanya suaranya agak keras gitu”.


Tanpa berpikir panjang, Ibu Novi dan Ibu Rosa segera mengajak Rizal dan Yana keruang tamu karena merasa Rizal dan Yana menyembunyikan sesuatu dari mereka. Rizal tidak bisa lagi berkata apa-apa dia hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar sembari menggaruk-garuk kepalanya. Sesampainya di ruang tamu, Papa Vandy terlihat kaget bercampur bingung melihat wajah cantik putri bungsunya itu yang tiba-tiba berubah dan sedikit pucat. Ketika situasi sudah tenang dan semua sudah berada di ruang tamu, akhirnya Ibu Novi meminta Yana untuk menceritakan apa sebenarnya yang terjadi anatara Yana dan Rizal. Akhirnya Yana menceritakan semuanya termasuk perlakuan kasar Rizal pada Yana beberapa hari lalu yang membuat air mata Yana kembali membasahi wajah cantiknya itu dan sesekali menundukkan kepalanya. Kali ini Rizal sangat takut hingga membuat tangannya bergetar dan jantungnya berdegub dengan sangat kencang hingga membuatnya merasa hampir mati. Rizal tidak bisa membayangkan betapa kecewanya kedua orangtuanya melihat anak sematawayang nya yang selama ini tidak pernah mencoreng nama baik keluarga tiba-tiba berlaku kasar pada Yana. Karena tidak kuasa lagi, akhirnya Rizal memberanikan diri untuk minta maaf yang sebesar-besarnya pada orangtua Yana termasuk juga pada Yana.


“Om,, tante... Rizal minta maaf yaa.. Rizal udah kasar sama Yana. Waktu itu Rizal nggk bisa nahan emosi lagi. Maaf yaa Om,, tante. Yan,, aku juga minta maaf ya sebenarnya aku nggk bermaksud berbuat kasar sama kamu, tapi....”. Rizal belum selesai melanjutkan pembicaraannya tiba-tiba Papa Indra bangkit dan menampar wajah Rizal dihadapan kedua orangtua Yana.

__ADS_1


“Plakkkkkkkkkk...., berani-beraninya kamu melakukan hal seperti itu sama perempuan!. Kamu kira dengan berbuat seperti itu kamu sudah hebat? haaaa, Jawab papa Rizal!!” Papa Indra membentak Rizal dengan nada suara yang cukup tinggi karena mendengar perlakuan anaknya yang sangat tidak terpuji itu.


“Paa,, maafin Rizal paa,, Rizal nggk bermaksud berbuat kasar sama Yana, Rizal juga punya alasan knapa Rizal sampai nampar Yana”


“Diammm kamuu!!” Ibu Novi yang melihat emosi Pak Indra semakin membara seolah ingin menghantam Rizal, segera menghalangi Papa Indra dan berusaha menenangkan Papa Indra. Pak Vandy tidak tega juga melihat Rizal yang sudah di tampar sama Pak Indra dan dibentak habis hingga membuat Rizal tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa seolah pasrah akan keadaan.


“Pak Indra,, Sudahh lah masalah ini nggk perlu kita bahasa lagi toh juga Rizal sudah minta maaf sama Yana jadi saya kira masalah ini sudah cukup sampai disini saja”. Ucapan Pak Vandy itu membuat hati Pak Indra sedikit tenang. Namun, Papa Indra masih cukup kecewa dengan Rizal anak semata wayangnya itu.


Pak Vandy juga meminta Yana untuk menerima maaf dari Rizal agar masalah Yana dan Rizal berakhir sampai disi saja dan tidak perlu diperpanjang lagi.


“Yan,, kamu maafin Rizal ya nak”


Karena Yana juga sudah tidak tega melihat Rizal yang sudah dimarahi habis dan di tampar sama Pak Indra Akhirnya Yana menerima maaf Rizal.


“Iyaa Zal aku maafin kamu, tapi jangan di ulangi lagi!”. Rizal yang sejak tadi tertunduk diam tanpa kata, seketika langsung menatap wajah Yana sembari mengucapkan terimakasih pada Yana.


Papa Indra dan Ibu Novi juga minta maaf pada keluarga Pak Vandy dan akhirnya masalah Rizal dan Yana kini sudah selesai.

__ADS_1


__ADS_2