
Pagi kembali tiba kini Rizal sudah bangun dari lelapnya. Seperti kebiasaan yang ia lakukan, Rizal selalu olahraga setiap pagi sebelum melakukan aktivitas kesehariannya. Selepas Rizal olahraga, Rizal duduk sejenak di kursi yang berada disamping taman dekat rumahnya. Tiba-tiba Rizal teringat kalau hari ini ada Program kerja yang harus Rizal dan Yana kerjakan dari organisasi Kampus Karena Rizal masuk kuliah siang, Rizal bermaksud untuk menyelesaikan progjanya terlebih dahulu. Rizal segera bergegas beranjak dari kursi taman tersebut dan segera masuk kedalam rumah untuk bersiap-siap berangkat ke kampus. Rizal langsung mandi dan mengenakan pakaiannya yang cukup rapi. Rizal keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan bersama Ibu Novi yang sudah menunggu Rizal di meja makan sejak tadi. Setelah selesai sarapan, Rizal pamit sama ibu Novi dan segera melajukan mobil mewahnya menuju kampus. Rizal melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan yang cukup tinggi Tanpa disadari tiba-tiba Rizal menabrak seorang ibu-ibu yang sedang menyebrangi jalan dan membuat Rizal seketika terkejut dan langsung menghentikan mobilnya karena perempuan yang ia tabrak tercampak sampai ke tepi jalan.
“Praakkkkkkkkkkkkk”
“Aaaa,, tolonggggg”. Suara ibu tersebut membuat orang-orang yang lalu-lalang di jalan segera berlari menuju tempat kejadian. Namun, tak satupun yang berani menolong ibu itu keculai Rizal yang langsung berlari kearah ibu-ibu yang ditabraknya. Dengan rasa takut yang sudah mengusai Rizal dan keadaan yang sangat panik, Rizal hampir tidak tahu harus berbuat apa-apa. Dengan tangan yang sudah gemetar, Rizal meraih pergelangan tangan ibu itu untuk memastikan apakah dia masih hidup atau tidak. Karena Rizal merasa ibu tersebut masih hidup, Rizal segera memanggil-manggil beliau dan berharap ibu tersebut segera sadar. Tidak begitu lama Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan segera melarikan korban ke rumah sakit terdekat, Sedangkan Rizal yang sudah tidak bisa berkata apa-apa langsung dibawa ke kantor polisi oleh pihak berwajib. Sesampainya di kantor polisi Rizal langsung menghubungi ibu Novi agar segera datang ke rumah sakit dimana korban tersebut di rawat.
“Haloo maa”
“Iyaa nak, ada apa?”
“Mama lagi dimana, mama lagi sibuk nggak?”
“Lagi di rumah aja kok, Knapa Zal?”
Dengan sedikit ragu Rizal mencoba menceritakan kejadian yang ia alami barusan dan membuat ibu Novi terkejut mendengar cerita dari Rizal ditambah lagi dengan keadaan Rizal saat ini yang berada di kantor polisi membuat ibu Novi sangat panik.
__ADS_1
“Hmmm,, Maaa tadi pas diperjalanan mau ke kampus Rizal nabrak ibu-ibu ma dan sekarang Rizal lagi di kantor polisi”
“Haaaaa,,, apaa Zall? kok bisa sampai seperti itu nak?”
“Iyaa maa,, maafin Rizal maa. pokoknya ceritanya panjang maa, dan sekarang ibu itu udah dibawa ke rumah sakit kok”
“Maa Rizal minta tolong sama mama dulu yaa, tolong mama sekarang pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibu tadi yaa maa,, ntar Rizal kirim alamatnya”
Ibu Novi tetap berusaha untuk tenang agar masalah ini segera selesai dan bisa melihat kondisi Rizal yang sudah diamankan polisi. Ibu Novi bergegas menuju alamat rumah sakit yang sudah dikirim Rizal dimana korban tersebut dirawat. Rizal yang sudah mengetahui kepergian ibu Novi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan korban merasa lega dan tenang tanpa memperdulikan kondisinya yang sudah di amankan polisi. Rizal sosok anak yang bertanggungjawab, Ia bahkan tidak menghiraukan kondisinya, akan tetapi Rizal merasa gelisah karena belum mengetahui kondisi korban yang ia tabrak tadi, apakah masih bisa di selamatkan atau tidak. Rizal kembali menghubungi ibu Novi dengan menggunakan hp dari salah seorang petugas yang ada di kantor polisi karena setelah tadi Rizal selesai menghubungi ibu Novi, pihak kepolisian segera menyita telepon genggam Rizal.
“Halo ma,, ini Rizal. Gimana kondisinya ma? ibu nya masih bisa selamat nggak ma?”(Tanya Rizal dengan nada cemas).
“Syukurrlah maa, udah dulu ya ma, Rizal Cuma mau mastiin kondisi ibu itu tadi”
“Iyaa Zal, sebentar lagi mama akan ke sana ya nak, kamu tunggu mama ya”
__ADS_1
“Iyaa ma”
Ibu Novi yang mencemaskan kondisi Rizal yang sudah berada di pihak berwajib kini semakin cemas dan sangat khawatir karena perempuan yang Riza tabrak tadi tidak lain adalah ibu kandung Rizal. Perawakannya lumayan pendek, wajahnya sudah terlihat kusam karena bekerja banting tulang setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingga terlihat tua. Nama ibu kandung Rizal itu adalah Ririn. Ibu Novi kini duduk termenung sembari menundukkan wajahnya sambil merenungkan bagaimana nantinya jika Rizal mengetahui semuanya. Ibu Novi tidak sanggup kalau Rizal akan meninggalkannya dan suaminya. Ketika Ibu Novi tertunduk sambil merenung tiba-tiba keluar seorang perawat untuk memanggilkan keluarga dari ibu Ririn. Ibu Novi langsung bersuara dan segera menghampiri perawat tersebut.
“Permisi bu, apakah ibu keluarga dari ibu Ririn?”
“Yaa,, sa,,saya suster”(Ucap ibu Novi dengan nada suara yang sedikit terbatah-batah)
“Silahkan masuk bu, ibu Ririnnya sudah siuman dan sudah boleh di jenguk”
“Baik suster, terimakasih”
Ibu Novi segera bergegas untuk masuk ke ruangan dimana ibu Ririn di rawat untuk lebih memastikan keadaannya. Ketika ibu Novi hendak melangkah masuk keruangan tersebut tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada seseorang yang menerik pergelangan tangan ibu Novi dan tidak lain ialah papa Indra dan Rizal yang sudah sampai di rumah sakit. Papa Indra sudah pulang siang tadi karena semua urusan mereka sudah selesai. Pak Indra yang sudah mengetahui kejadian itu segera bergegas terlebih dahulu ke kantor polisi untuk membebaskan Rizal. Pihak kepolisian yang sudah mengetahui bahwa korban yang Rizal tabrak tadi sudah selamat kini segera membebaskan Rizal dan mengizinkan Rizal untuk pulang dengan ayahnya. Rizal meminta Pa Indra untuk segera melaju ke rumah sakit dimana korban di rawat. Karena pak Indra belum mengetahui pasti siapa korban tabrak Rizal itu, Pak Indra pun segera mengabulkan permintaan Rizal dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Dengan raut wajah yang sudah penasaran, pak Indra segera menanyakan soal korban tabrak Rizal dan jawaban ibu Novi membuat pak Indra kaget dan sangat cemas. Sebelumnya Rizal permisi sebentar hendak ke toilet, tanpa sengaja Rizal mendengar pembicaraan kedua orangtuanya dan membuat Rizal seketika kaget dengan wajah yang sudah memerah dan mata yang berkaca-kaca, Rizal tidak pernah tahu sama sekali kalau dia itu anak angkat pak Indra dan Ibu novi. Dengan raut wajah yang sudah merah bercampur kecewa Rizal mendekati kedua orangtuanya.
“Apa pa? papa ngomong apa tadi, Rizal nggak salah dengar kan pa?”
__ADS_1
“Rizal, pa,,papa nggak ada bicara apa-apa kok Zal”. Dengan nada yang sedikit terbatah-batah, pak Indra mengarahkan pandangannya kearah Rizal dan mencoba untuk senyum pada Rizal.
Air mata Rizal mulai menetes membasahi wajahnya tanpa bisa berkata apa-apa. Hati pak Indra dan ibu Novi kini terasa sangat sakit melihat kristal bening yang keluar dari mata anak semata wayangnya itu. Tanpa bisa berkata apa-apa, Ibu Novi segera merangkul Rizal sambil menundukkan wajahnya yang sudah dipenuhi air mata.