PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS

PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS
TANGISAN


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Rizal langsung bergegas menuju kamar dan hendak membersihkan badannya yang terasa gerah. Setelah rizal selesai membersihkan badannya, rizal mengeluarkan motor nya yang ada di samping garasi mobilnya dan segera menancapkan motornya menuju rumah Roni. Sesampainya dirumah Roni, rizal mengucap salam dan langsung masuk menuju kamar roni, kebetulan roni sedang ada di kamar menyelesaikan tugas kuliahnya.


"ehhh ron, kamu ngapain?? lagi ngerjai tugas ya??".Tanya rizal sembari melihat ke arah roni untuk memastikan apa yang di kerjakan roni.


"iyaa zal, soalnya besok semua tugasnya harus dikumpul, ngomong-ngomong tumben lho datang ke rumah guaa tanpa ngabarin gua". Tanya roni yang penasaran dengan sikap rizal yang nggk biasanya


"heleeehhhh,,,, emang harus aku kabarin dulu yaa baru aku bisa dateng ke rumah lho??"


"Bukan gituuu zall,, yahh karna lho kan nggk biasanya dateng tanpa ngabari gua, makanya gua nanya lhoo , jangan langsung emosi gitu lah broo". Sambung roni yang sudah mulai penasran dengan sikap rizal.


"ohhh,,karna gua lagi bosen aja di rumah makanya gua langsung kemari"


.Sambil membaringkan badannya di atas ranjang roni


"zal, lho kan tadi abis di lantik jadi Pengurus, partner lho siapa?"


"ahhkk ntahhh lahh malesss guaa jadinya".jawab rizal sambil memasang wajah kesalnya.


"Knapa lho?? kok jadi gitu?? ". Roni semakin penasran dengan jawaban cetus rizal tadi.


"ahhhhh gua lagi nggk mau bahas itu sekarang, gua udah ngantuk mau langsung pulang aja lah ntar mama gua kecarian". Jawab rizal dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


Setelah jam menunjukkan pukul 18.00, Rizal kembali melajukan motornya dengan sangat cepat menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, rizal masuk ke rumah dan melihat bu novi dan papa indra sedang menunggu dia di meja makan untuk makan malam bersama.


"Zall,, kamu dari mana nak??".Tanya bu novi sembari menatap wajah rizal yang terlihat sanagt datar.


"Abis dari rumah roni ma,, biasa lah main-main"


"Yasudahhh,, kamu langsung mandi gihh sana, biar kita langsung makan, soalnya mama sama papa udah laper"


"Rizal tadi udah mandi maa, abis mandi baru rizal ke tempat roni, yaudah kita langsung makan aja rizal juga udag laper". sambung rizal sambil menepuk-nepuk perutnya


Setelah keluarga tersebut selesai makan malam, papa indra dan ibu novi mengajak rizal untuk duduk sebentar di ruang tv sembari mengobrol dan menonton siaran tv. Sedangkan bii surti kembali membersihakan meja makan dan membersihkan piring-piring yang kotor.

__ADS_1


"Zal, gimana kuliah kamu nak??". tanya papa indra sembari merangkul dan melemparkan senyuman hangat kepada anak semata wayangnya itu


"Lancarr kok paaa,, semua tugas-tugas rizal juga udah selesai dan besok akan rizal kumpulkan karena minggu depan rizal udah UAS"


"Syukurlah nak,, kamu harus tetap rajin belajar ya sayang, kamu satu-satunya harapan papa sama mama". sambung bu novi sembari mengelua rambut rizal dan mencium kepala rizal


"Iyaa maa,, rizal bakal bahagiain papa sama mama kok percaya deh sama rizal". sambil menatap kedua orang tuanya dan memberikan harapan yang pasti kepada papa indra sama mama novi dan merangkul kedua orang tua nya tersebut.


"yasudahh nak,, kamu sekarang istirahat yaa supaya besok nggk telat ke kampus"


"iyaaa paaa,, maaa rizal istirahat dulu yaa, karna besok juga rizal harus cepat ke kampus"


Rizal pun beranjak dari ruang tv dan berjalan menuju kamar untuk istirahat, begitu juga dengan papa indra dan ibu novi yang sudah beranjak menuju kamar mereka untuk istirahat juga.


*******


Pagi kembali tiba, jam menunjukkan pukul 5:30wib Rizal pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur hendak minum. Rizal melihat bii surti yang sedang sibuk memasak untuk sarapan pagi,,


"Pagi bii,, bibi lagi masak apa?? aromanya sangat sedapp rizal jadi laperrr". ucap rizal sembari mendekati bii surti yang sedang masak lauk untuk


"wahhhhh,,, memaang bibi terbaik yah,, Rizal makin sayang sama bibi". sambung Rizal sambil memeluk bii surti.


Rizal nggk tega melihat bii surti yang sudah lumayan tua itu terlalu capek, tanpa berpikir panjang rizal lngsung membantu bii surti membersihkan piring kotor yang dipakai untuk masak tadi dan membersihkan meja-meja yang kotor yang ada di dapur tersebut.


"ohh iyaa,,, ini piring-piringnya udah kotor yaa bii"


"iya denn,, biar nanti aja setelah bibi selesai masak bibi bersihkan semuanya"


"Nggk usah bii,, biar rizal aja yang bersihakan piringnya,, rizal mau bantu bibi jugaaa"


"Aduhhhhh,,, jangan atuhh denn, ini semua mah kerjaan bibi bukan kerjaan adenn"


"Gpp kok bii,, rizal malah senang klo rizal bisa bantuin kerjaan bibi juga"

__ADS_1


Karena bii surti tidak bisa lagi menghalangi kemauan Rizal, akhirnya semua piring kotor tersrbut dibersihkan oleh rizal dengan senang hati.


Setelah semuanya selesai, Rizal pun kembali ke kamar dan segera mandi dan berkemas untuk berangkat ke kampus.


"Zall... kamu udah siap nakk??"


"Udah kok maa,, sebentar yaaa"


Rizal pun keluar dari kamar dan menghampiri kedua orang tua nya yang sudah menunggu dia di meja makan,


*****


Setelah mereka selesai sarapan pagi, mama novi mengantarkan papa dan rizal ke depan menuju mobil pribadinya yang telah siap untuk di lajukan. Papa indra dan Rizal berpamitan sama mama novi dan papa indra segera melajuakn mobil nya menuju kampus rizal.


*****


Setelah papa indra mengantarkan rizal ke kampus, papa indra kembali melajukan mobilnya menuju. Ketika rizal hendak menuju ruang kelas, dengan tidak sengaja rizal bertemua yana, dan bermaksud untuk minta maaf atas kejadian semalam.


"Ehh yann,, aku minta maaf yaa atas tuduhan aku smalam"


Yana terdiam dan tidak sedikitpum menatap wajah rizal dan bermakaud meninggalkan rizal.


"heiii,,, kamu dengar nggk cakap aku?? lho mau kmana ?". ucap rizal dengan agak keras karena yana tidak memperdulikan dia dan mencoba pergi dari hadapannya


Rizal langsung menarik tangan yana dan menarik yana menuju belakang kelas supaya tidak ada yang melihat mereka.


"Yanaaaa,,,, sekali lagi aku minta maaf atas tuduhan ku semalam sama kamu, aku nggk bermaksud menyakiti hati kamu" .tegas rizal sambil menatap wajah Yana yang tidak bisa diartikan


"dengan segampang itu kamu minta maaf, lalu aku langsung maafin kamu??". sambung yana yang sudah terlihat makin kesal karena suara rizal yang sedikit keras tadi kepada nya


"hiksss...hiksss..hikss" .yana pun akhirnya menangis karena sikap Rizal yang semakin menjadi-jadi


"Lho kok kamu malah nangiss sihh ?Apa kamu nggk malu natrr masuk ke kelas dengan muka sembap gitu??"

__ADS_1


"hikksss... hiksss... hiksss" . suara tangisan yana semakin kuat dan hampir terdengar oleh seorang mahasiswa yang lewat dari samping kelas tersebut


__ADS_2