PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS

PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS
KEKHAWATIRAN IBU NOVI


__ADS_3

Rizal belum sempat membaca isi dari surat tersebut, tiba-tiba Ponselnya berdering lalu Rizal meletakkan surat itu diatas meja belajarnya hendak mengangkat telfonnya dan ternyata yang menelfon Rizal adalah Devan karena ada tugas kuliah yang harus mereka selesaikan untuk dikumpulkan besok. Rizal langsung melajukan motornya menuju rumah Devan tanpa menghiraukan surat yang ia letakkan dimeja belajarnya tadi. Ibu Novi yang sudah berada di meja makan hendak makan malam segera beranjak ke kamar Rizal untuk mengajak Rizal makan malam.


“Zal,, Rizal keluar nak ayok kita makan,, mama udah lapar nih”. Ibu Novi memanggil-manggil Rizal sambil mengetuk pintu Rizal. karena tidak ada sautan Rizal dari dalam akhirnya ibu Novi membuka pintu kamar Rizal dan segera masuk kedalam.


Tiba-tiba langkah ibu Novi terhenti karena melihat ada surat diatas meja belajar Rizal dan membuat ibu Novi juga penasaran isi dari surat tersebut. Lalu ibu Novi meraih lembar kertas itu dan membacanya. Seketika Ibu Novi kaget kenapa surat penting itu bisa sampai ke kamar Rizal ditambah lagi Rizal pergi dari rumah tanpa pamit yang membuat rasa khawatir ibu Novi semakin tak karuan pada Rizal. Ibu Novi segera bergegas keluar dari kamar Rizal hendak menuju kamarnya untuk menyimpan surat itu. Ibu Novi mengira kalau Rizal sudah membaca surat itu dan membuat Rizal pergi dari rumah tanpa pamit. Akhirnya ibu Novi kembali beranjak menuju meja makan dan makan malam sendiri tanpa Rizal. Sembari Ibu Novi makan Ibu Novi terus memikirkan Rizal karen takut kalau Rizal sudah tahu isi dari surat tersebut.


“Apa Rizal udah tau semuanya yaa? sampe sekarang Rizal belum pulang. Kamu kemana nak??”. Gumam ibu Novi dalam hatinya sambil menyudahi makan malamnya dan meneguk segelas air putih yang berada diatas meja.


Bi Surti yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik ibu Novi yang tidak biasanya mulai penasaran dan bermaksud ingin menanyakan langsung pada ibu Novi namun bi Surti kembali mengurungkan niatnya karena ibu Novi sudah meninggalkan meja makan menuju ruang tv.


Tidak berapa lama, Ibu Novi mendengar suara motor Rizal tanpa menunggu lama ibu Novi segera bergegas menemui Rizal. Rizal yang sudah memasukkan motor nya ke dalam garasi langsung memilih masuk ke rumah untuk istirahat karena sudah merasa sangat lelah. Belum sampai kedalam rumah, ibu Novi sudah datang menghampirinya.


“Rizal, kamu dari mana nak? kok kamu nggk pamit tadi sama mama kalau mau keluar?”


“Iyaa ma,, tadi Rizal nggk sempat pamit sama mama Rizal juga lupa ngabarin ke mama. Rizal baru pulang dari rumah Devan kok ma ngerjain tugas karna harus dikumpulkan besok tadi Rizal kelupaan kalau ada tugas yag harus diselesaikan untung aja Devan ngabarin Rizal makanya tadi Rizal langsung ke sana”. Ucapan Rizal itu kini membuat hati ibu Novi merasa lebih tenang karena Rizal berarti belum sempat membaca surat yang berada di atas meja belajarnya tadi.


“Ohh yasudah, sekarang kamu mandi dulu habis itu kamu langsung makan ya nak, kamu pasti sudah lapar”

__ADS_1


“Iyaa maa,, Rizal masuk dulu ya ma”


“Iyaa nak”


Rizal kini masuk ke dalam rumah dan bergegas ke kamarnya demikian juga dengan ibu Novi yang sudah masuk ke rumah. Rizal memilih untuk segera mandi karena sudah merasa sangat gerah. Setelah Rizal selesai mandi, tiba-tiba Rizal teringat dengan surat yang ia letakkan diatas meja belajarnya tadi dan bermaksud untuk segera membacanya karena Rizal juga sangat penasaran dengan isi surat tersebut. Namun, kini surat itu sudah tidak ada lagi diatas meja belajar Rizal. Rizal langsung keluar dari kamarnya dan bergegas untuk menemui ibu Novi yang berada di ruang tv untuk menanyakan surat itu.


“Maa,,,”


“Ehhh i..iyaa Zal” Ibu Novi yang sejak tadi termenung baru tersadar kalau Rizal berada disampingnya.


“Nggak kok Zal, mama nggkpapa kok”


“Mama nggk kayak biasanya deh,, mama pasti ada nyembunyiin sesuatu dari Rizal kan?”


“Sesuatu apa?? mama nggk ada nyembunyiin sesuatu kok Zal, mama hanya sedikit kecapekan hari ini”. Ibu Novi tetap berusaha meyakinkan Rizal.


“Ohh yasudahhh kalau gitu mama istirahat aja,, oiyaa ma Rizal mau nanya, tadi mama ada lihat atau ngambil surat dari atas meja belajar Rizal nggak? Soalnya tadi Rizal ada nemukan amplop putih di dalamnya ada kayak surat gitu,, tadi Rizal nggak sempat baca karena langsung ditelfon sama Devan. Sekarang suratnya udah nggk ada dimeja belajar Rizal. Mama yang ngambil yaa?

__ADS_1


“Surat?? o,o iyaa mama tadi ke kamar kamu mau ngajak kamu makan malam tau-taunya kamu nggk ada dikamar trus pas mama mau keluar, mama lihat ada surat memang, tapi karna nggk penting jadi mama buang saja tadi”. Ibu Novi menutupi semua rapat-rapat dari Rizal karena ibu Novi tidak mau kalau nantinya Rizal akan pergi meninggalkan mereka.


Ibu Novi juga tidak mau kalau sampai Rizal tahu kalau Rizal merupakan anak yang diadopsi oleh Pak Indra dan Ibu Novi dari rumah sakit karena ibu kandung Rizal tidak sanggup membayar uang persalinan ketika melahirkan Rizal. Ibu Novi dan Pak Indra yang saat itu sedang menjenguk kerabat kerja Pak Indra ke rumah sakit merasa kasihan dengan ibu kandung Rizal dan mereka segera membantu pembayaran administrasi persalinannya agar segera bisa pulang ke rumah. Ibu Novi dan pak Indra yang sudah menikah lebih kurang 5 tahun pada masa itu belum juga dikaruniakan anak hingga mereka bermaksud untuk mengadopsi Rizal dan keinginan merekapun disetujui oleh orangtua kandung Rizal karena ayah kandung Rizal pada waktu itu juga sudah sakit-sakitan dan harus menjalani operasi namun biaya untuk operasinya samasekali belum ada sehingga Pak Indra dan Ibu Novi juga membantu pengobatan ayah Rizal hingga sembuh. Namun, tidak berapa lama ayah Rizal meninggalkan mereka untuk selamanya. Kini yang tinggal hanyalah ibunda Rizal bersama kakak nya yang tinggal di suatu desa terpencil jauh dari tempat tinggal mereka sekarang ini.


“Oohh,, emangnya isi suratnya apa ma?”. Tanya Rizal karena masih sedikit penasaran dengan surat itu.


“Itu surat arisan mama Zal, kemarin mama nggk sengaja letakin surat itu di rak buku kamu”


“Ooh gitu maa,, yaudah deh Rizal makan dulu yaa ma, Rizal udah lapar. mama udah makan blom?”. Tanya Rizal sembari melangkah menuju meja makan.


“Mama udah makan kok, yaudah nanti kalau Rizal udah siap makan langsung istirahat ya nak, mama juga mau langsung istirahat ini”. Ucap ibu Novi yang sudah melangkah menuju kamar.


“Iyaa maa”


Kini Rizal tidak menghiraukan surat itu lagi karena Rizal sangat percaya dengan ucapan Ibu Novi.


Setelah Rizal selesai menyantap makanannya, Rizal langsung beranjak ke kamarnya dan memainkan ponselnya sejenak. Karena Rizal sudah sangat lelah, tanpa disadarinya akhirnya ia tertidur dengan pulasnya sampai pagi.

__ADS_1


__ADS_2