
Karena Yana terus-menerus menangis dan tidak mau berbicara dengan rizal, akhirnya rizal pergi meninggalkan yana tanpa memperdulikannya lagi.
"Dasarrrrr Cowo Bre***ek nggk punya hati". Ucap yana setelah melihat rizal yang sudah pergi meninggalkan dia begitu saja.
Yana berusaha untuk menenangkan diri dan menghapus air mata yang membasahi wajah cantik nya. Yana segera bergegas menuju ruangan kelas dengan muka sembabnya.
"Muka lho knapa yann??" tanya yoshua karena melihat muka sembab yana.
"gpp kok yoss". sambung yana dan berusaha senyum pada yoshua seolah tidak ada yang terjadi.
Tidak berapa lama, tampak seorang dosen berjalan ke arah ruang kelas yana dan perkuliahan pun di mulai. setelah jam matakuliah selesai, yana, yoshua, dan teman-teman nya yang lain berjalan menuju kantin untuk makan siang. Rizal juga ada disana bersama teman-temannya untuk makan siang. Namun yana berusaha untuk tenang supaya teman-temannya tidak tahu tentang sesuatu yang terjadi antara yana dan rizal.
"Teman-teman kita duduk di belakang aja yahh biar lebih ademmm soalnya di depan ini teras panass bangett". Ucap yana sembari berjalan kebelakang, sebenarnya bukan panas karna cuaca tapi karena ada Rizal yang duduk di depan.
Mendengar ucapan yana tersebut, rizal menatap yana dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Rizal tidak bisa berkata apa-apa karena rizal juga tidak mau kalau teman-temannya tau tentang masalah dia dengan yana.
Yana, yoshua dan teman-temannya yang lain sudah memesan makanannya dan sembari makan, mereka bercanda tawa dan membuat yana sedikit lupa dengan kejadian tadi pagi.
__ADS_1
Sesekali Rizal menatap ke arah yana dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Setelah makan siang, Rizal, roni, devan, dan yang lainnya bergegas menuju ruangan kelas karena ada satu matakuliah lagi yang akan mereka ikuti. Di perjalanan menuju ruang kelas, angel datang menghampiri rizal dan mecoba menarik perhatian rizal. Angel pura-pura jatuh tepat di depan rizal dan berharap rizal untuk menolong dia.
"plakkkkkk... aduhhhhh sakit banget kaki akuu".ucap angel sambil menundukkan wajahnya kelantai.
"tolongin aku dong zal". sambung angel yang berharap bisa meluluhkan hati rizal.
''Van,, bantuin dia ya, gua lagi buru-buru". "maaf ya jel". Jawab rizal sambil melnjutkan perjalanannya ke ruang kelas karena sudah tau klau angel pura-pura jatuh di depannya untuk menarik perhatiannya.
"nggak perlu,, aku bisa sendiri! aku nggk butuh bantuan kamu".
*****
Setelah jam matakuliah selesai Rizal dan teman-teman yang lain beranjak meninggalkan ruang kelas dan berjalan menuju parkiran. Rizal izin sama teman-temannya untuk pulang duluan karena ada hal penting yang harus dia kerjakan.
Rizal langsung menaiki mobil pribadinya yang khusus untuk menjemput dia pulang dari kampus dan siap melaju kemana pun rizal mau. Rizal meminta supir pribadinya untuk mengantarkan rizal ke suatu tempat. Sesampainya disana, rizal meminta supir pribadinya untuk pulang lebih dulu. Rizal masuk keruangan yang dia tuju karena teman-temannya sudah ada disana dan termasuk yana yang sedang menunggu dia.
__ADS_1
"Maaf ya teman-teman, karena udah lama menunggu rizal". Ucap rizal sembari duduk di samping yana. Dengan terpaksa yana tetap memasang wajah cerianya seakan tidak ada yang terjadi. Rizal pun demikian, karena mereka sudah satu partner maka mereka harus selalu bersama setiap kali ada pertemuan.
****
Semua pengurus baru yang sudah dilantik diberikan arahan dan bimbingan supaya mereka tahu apa yang akan mereka kerjakan kedepannya. Termasuk Rizal dan Yana yang sekarang bertugas dibagian LitBang(Penelitian dan Pengembangan). Mereka diberikan satu lembar kertas yang sudah berisikan tugas(job) yang akan mereka laksanakan kedepannya. Semua yang ada dalam ruangan tersebut tidak mengetahui masalah Rizal dan Yana dan Seketika membut mereka bingung dan heran dengan wajah yang penuh tanya krena Rizal dan Yana tidak ada saling bicara sedikit pun mulai dari Rizal sampai. Karena lembar job nya hanya di bagikan satu ke setiap pengurus baru, maka lembar job Rizal dan Yana di pegang oleh rizal dan terus membaca isi dari lembar job tersebut tanpa menghirukan Yana. Yana yang sudah semakin kesal dan hampir menyela Rizal, terhenti dan menahan emosinya karena takut ketahuan sama yang lain. Yang bisa yana perbuat saat itu hanyalah melirik-lirik lembar job tersebut dan sesekali menatap wajah Rizal yang datar seperti tak bersalah itu.
"Zall,, yann,, kok kalian saling diaman sih?? truss lembar job nya kok cuma rizal yang baca? Knapa nggk di baca bareng sama yana??". Tanya seorang pengurus lain yang ada ditempat itu karena sudah memperhatikan sikap Rizal dan Yana yang sudah aneh itu.
" ehh iyaaa,, gpp kok ,,kita nggk pp kok,, biasa lah karna masih baru, jadi yana masih agak malu-malu gitu". Jawab rizal sambil melemparkan senyum manisnya dan berusaha menutupi masalah mereka dengan mengatakan kalau yana masih malu-malu sama dia.
Mendengar ucapan rizal tersebut kekesalan yana terhadap rizal semakin melunjak dan yana tetap berusaha menenangkan dirinya namun tidak bisa. Akhirnya yana permisi ke luar sebentar untuk mencoba menangkan dirinya. Sesampainya di luar yana menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan tidak teratur dengan wajah yang sudah memerah dan tatapan membunuh. Yana mengepal kedua tangannya seolah ingin menerkam sesuatu. Yana duduk di lorong ruangan tersebut dan menundukkan kepalanya kebawah dan sesekali mengusap wajahnya dengan tangannya. Yana tidak sadar kalau Alex yang tidak lain adalah ketua organisasi tersebut tidak sengaja melihat gerak-gerik dan wajah Yana yang menahan emosinya tadi. Akhirnya alex menghampiri Yana dan mencoba menanyakan apa sebenarnya yang terjadi.
"Yann.... kamu ngapain duduk disini? kok nggak masuk kedalam??". Tanya alex sembari berjalan mendekati yana yang berbalik melihat alex dengan wajah kaget sekaligus takut. Yana takut kalau Alex sampai tahu masalah yana dan rizal.
"Ehhh kak alex,, gpp kok kak lagi pe..pengen duduk disini aja". Jawab yana yang agak sedikit terbatah-batah.
"Tapi kok wajah kamu merah gitu,, lagi ada masalah yaaa?".sambung Alex yang semakin curiga terhadp yana.
__ADS_1