PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS

PARTNER KU YANG SEPERTI KULKAS
KEKESALAN YANA TERHADAP RIZAL YANG SEMAKIN MELUNJAK


__ADS_3

Dengan muka datar dan merasa agak kesal, akhirnya Yana maju dan berdampingan dengan Rizal si muka datar yang cuek dan dingin seperti kulkas tersebut. tanpa ada tatapan dan sapaan antara rizal dan yana sampai mereka dipersilahkan untuk duduk kembali.


"cieeeeee,,, yang satu partner sama cowo idaman gueee,, awas lo macem-macem yaa sama calon masa depan gueee". kata seorang perempuan sekaligus teman yana yang duduk bersebelahan dengan Yana sambil senyam-senyum melihat dan meledek yana


"ihhhhhh amitttt-amittttt yahhh risss,, jangankan macem-macem, satu partner sama dia aja serasa gue terpaksa sekarang". ujar yana dengan memasang muka yang terlihat kesal


"lahhhh knapa yan?? kok kamu tumben sekesal itu sama cowo tampan kayak rizal?? ada apa?? dia nolak cinta lho yaa??". sambung riska dengan muka penasran karena melihat ekspresi yana yang sepertinya sangat tidak menyukai Rizal


"mukaaa lhoo cintaa,, makann tuu cintaa biar lhoo kenyanggg,, cintaaa cintaaa ajaaa pikiran lhooo gob**k". jawab yana yang terlihat semakin kesal


Akhirnya Yana menceritakan semua kejadian semalam pada saat acara pertemuannCP yang membuat yana kesal terhadap rizal


" masa sihhh rizal se cuek itu??". tanya riska balik sama yana yang terlihat kurang percaya


''yaudahhhhh klo nggk percayaaa"


"trusss diaa udah tau klo lho kesal sama diaa?? jdi, gimana dong kalian yang udah jdi partner sekarang??". Tambah lisa yang semakin penasaran terhadap sikap rizal.


"ntahhh lah,, liattt nanti aja lahh gimana jdi nya" gua mau ke toilet dulu sebentar". ucap yana yang sembari meninggalkan riska menuju toilet


Sembari berjalan menuju toilet, yana tidak menyadari kalau Rizal ada di depannya hingga yana menabrak rizal.

__ADS_1


"bruuuukkkk,,, aduhhhhh apaan sihh lho,, klo jalan itu pake mata lah, jangan bengong". bentak Rizal yang tampak sangat kesal terhadap yana yang sudah menabrak diaa


"iyaaa kak,, maaf yana nggk sengajaa". jawab yana sambil pergi meninggalkan rizal yang sedikit kesakitan


"udahh nabrakk,, asal main pergi aja, dasar nggk ada sopan santun". gumam rizal dalam hati penuh kesal


Rizal pun pergi menuju ruangan pelantikan CP tanpa menghiraukan yana yang sudah menabrak dia tadi.


****


Setelah acara pelantikan selesai sekitar pukul 15.00wib, semua orang yang hadir dalam acara tersebut bergegas keluar dari ruangan menuju parkiran untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Ketika Rizal berjalan menuju parkiran, angel yang sangat cinta mati sama rizal langsung menghampiri rizal dan mendekati rizal sembari senyam-senyum tapi rizal tidak tertarik sedikit pun terhadap angel yang selalu mencari perhatiannya itu.


"iyaaaa". jawab rizal dengan singkatnya sambil menatap ke parkiran untuk memastikan apakah sopir pribadinya sudah ada di parkiran tersebut tanpa menatap angel sedikit pun


"boleh nggak aku pulang bareng sama kamu??"


"nggk bisaaa jel ,, soalnya aku masih ada urusan penting setelah ini"maaf ya". sambung rizal yang memberikan alasan supaya angel tidak ikut sama dia dan langsung meninggalkan angel menuju parkiran karena sopir sudah menunggunya


"ta,,,taa,,tapiii zal.. ihhhh cuek banget sih kamu rizal". belum selesai bicara rizal sudah meninggalkan angel dengan muka cemberutnya


****

__ADS_1


Ketika rizal naik ke dalam mobil, terjadi hal yang tak di duga, Yana datang menjumpai rizal dengan membawa sebuah dompet yang berisikan uanga ,kartu dan lain-lain yang terjatuh dri saku belakang rizal.


Yana memberikan dompet tersebut pada rizal tanpa menatap muka rizal


"nihh dompak kakak,, jatuh tadi di belakng"


Rizal kaget akan melihat hal itu karena baru pertama kali dompet rizal terjatuh tanpa di aadarinya.


"Jatuhh??? jangan-jangan kamu sengaja ini kan, sengaja tadi nabrak aku pas jalan ke toilet". kata rizal dengan pandangan sinis dan mencurigai yana


"apaaaa??? sengajaaa?? maksud kakak aku nyurii??". sambung yana dengan muka merah dan sudah sangat emosi


"trusss,, tdi pas kamu nabrak aku, knapa kamu langsung pergi dan nggk bertanggung jawab gitu??". tanya rizal yang semakin yakin kalau yana sengaja menjebak dia


"aku nggk se breng***k itu juga kak,,, kakak yang nggk tau terimakasih, udah di tolong malah nuduh sembarangan". karena yana tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dituduh yang nggk2 oleh rizal, akhirnya yana pergi dari parkiran itu dan berlari tanpa mendengarkan perkataan rizal lagi dengan wajah yang sudah merah sembari menangis


"heiiii mau kemana kamu,,. belum sempat berbicara banyak, yana sudah pergi


Tanpa menghiraukan yana, Rizal langsung masuk kedalam mobil dan mereka langsung melajuu pulang ke rumah. Sembari memandang keluar dari kaca mobil, Rizal masih bingung dan sedikit meras bersalah karena sudah menuduh yana tanpa ada bukti dan terlebih lagi karena mereka sekarang sudah jadi partner maka nantinya mereka akan semakin sering bersama.


"Yana mungkin udah sangat marahh sama aku makanya tadi diaa langsung pergi". Gumam Rizl dalam hati dan terus memandang keluar.

__ADS_1


__ADS_2