
Tetapi kemudian teleponnya kembali lagi berdering memperlihatkan nama Sonya yang kembali menelponnya untuk kedua kalinya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Pria itu akhirnya mengambil ponselnya dan dia menatapnya beberapa saat lalu mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo," ucapnya.
🏜️🏜️🏜️
"Apa kau baik-baik saja?" Terdengar suara Sonya dari seberang telepon yang tanpa khawatir pada pria itu.
Nada suara khawatir Itu membuat Zoka merasa kesal dan merasa ingin mengakhiri panggilan telepon itu, tapi entah kenapa hatinya melarangnya hingga akhirnya pria itu tidak jadi mematikannya.
__ADS_1
Zoka kemudian berkata, "Kau tidak perlu repot-repot untuk mengkhawatirkan aku, karena Sepertinya kau punya banyak orang untuk kau khawatirkan. Ahh,, aku juga tidak akan pernah lagi datang ke apartemenmu untuk membuat sarapan Karena Kau pasti merasa tidak enak untuk membawa semua kekasih laki-lakimu itu ke apartemenmu, sebab di pagi hari aku ada di sana. Jadi, mulai sekarang mari kita anggap bahwa kita tidak pernah saling mengenal."
Setelah berbicara demikian, Zoka menekan tombol reject lalu pria itu kemudian melemparkan ponselnya secara sembarangan dan dia berbaring di tempat tidur dengan perasaan kesal dan kacau.
'Aku sudah melakukan hal yang benar, jadi aku tidak boleh menyesal,' ucap pria itu dalam hati sambil memejamkan matanya.
Sementara itu, Sonya yang mendengar nada panggilan telepon yang ditutup, perempuan itu langsung menghela nafas.
'Kenapa dia berpikir seperti itu?' ucap Sonya dalam hati yang merasa bahwa pria itu tidak seharusnya marah karena dia pergi bersama dengan banyak pria karena mereka tidak memiliki hubungan apapun.
Jadi Sonya kemudian melemparkan hp-nya dan perempuan itu pergi ke kamar mandi untuk berendam.
Sambil berendam air hangat, perempuan itu berpikir dan dia merasakan bahwa hatinya menjadi kosong lagi setelah mengetahui bahwa pria itu tidak akan pernah lagi datang ke apartemennya.
"Padahal ini yang terbaik untuk kami, ini yang terbaik supaya aku tidak berharap lagi akan bersama dengannya. Tapi kenapa sekarang aku jadi seperti ini?" Kesel Sonya yang merasa bahwa dirinya benar-benar menyebalkan.
__ADS_1
Cukup lama perempuan itu berendam sampai ketika dia hampir tertidur barulah perempuan itu meninggalkan kamar mandi dan dia mengganti pakaiannya.
Dia melihat jadwal hariannya dan masih ada satu lagi pertemuan untuk nanti malam, tetapi karena dia merasa bahwa moodnya sedang sangat buruk, maka perempuan itu meng-cancel pertemuan itu dengan mengirim pesan pada seorang pria.
"Anggap saja ini libur setengah hari," ucap Sonya sambil membaringkan dirinya di tempat tidur lalu tangan perempuan itu tak sengaja menyentuh ponsel yang tadi ia lemparkan ke atas tempat tidur.
Dia kemudian melihat riwayat panggilannya dengan Zoka dan hati perempuan itu menjadi terasa lebih kacau lagi.
"Bodoh!!!" Gerutu Sonya melemparkan ponselnya ke sofa lalu perempuan itu membungkus tubuhnya dengan selimut.
Dia berusaha untuk tidur siang, tetapi Apa yang dia lakukan hanyalah berguling-guling saja di tempat tidur karena pikirannya yang terus melayang-layang menyuruh dirinya sendiri untuk menghubungi pria itu dan menjelaskan semuanya.
Tetapi ketika dia hendak mengambil ponselnya menelponnya maka Sonya kembali mengurungkan niatnya sebab dia tahu bahwa tidak ada kesempatan untuk bersama pria itu, karena pria itu menyukai perempuan lain dan kesempatan untuk mendapat restu dari orang tua pria itu iyalah 0%.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️