Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat

Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat
23.


__ADS_3

Setelah cukup lama berusaha berlari untuk tidak kehilangan jejak Sonya, maka Zoka tiba di depan sebuah kamar dengan nafas yang ngos-ngosan karena tidak menyangka Sonya berlari sangat cepat.


Sembari mengatur nafasnya, Pria itu mengintip di sela pintu yang lupa ditutup rapat oleh Sonya karena saking terburu-burunya perempuan itu.


Pria itu kemudian melihat Sonya langsung memberikan sebuah obat pada perempuan yang ada di dalam kamar.


'Hah,, untunglah obat yang dia berikan itu bukan obat yang tertukar dengan obat yang kubawa,' ucap Zoka hendak masuk ke ruangan itu ketika dia merasa bahwa jika dia masuk dan berbicara dengan Sonya maka dia akan mengganggu perempuan yang tampak lemas di atas tempat tidur.


Karena bagaimanapun, saat ini hubungannya dengan Sonya sedang tidak baik, jadi tidak akan bagus jika mereka bertengkar di depan orang sakit.


Oleh sebab itu Zoka mengurungkan niatnya dan pria itu kemudian hanya berdiri di depan pintu sambil menatap ke dalam kamar di mana Sonya kemudian menyimpan obat-obat yang ia bawa ke dalam sebuah laci.


Setelah menyimpan obat, Zoka mendengar Sonya berkata, "Anda harus tetap tenang dan Jangan memikirkan masalah suami Anda. Kesehatan anda jauh lebih penting daripada memikirkan pria yang sudah berselingkuh itu."

__ADS_1


Perempuan yang sedang sakit itu menganggukkan kepalanya lalu berkata, "kau benar sekali, lalu Apakah kau sudah berhasil menjebak suamiku dan mendapatkan bukti perselingkuhannya?"


Dengan sebuah senyum di wajahnya, Sonya menganggukkan kepalanya, "aku sudah mendapatkannya, aku membawanya ke sebuah hotel dan restoran lalu mendapatkan video kebersamaanku dengannya. Bahkan ada foto dan video di dalam kamar hotel. Jadi anda tidak perlu khawatir Kalau anda akan dikalahkan di dalam persidangan.


Saat ini juga aku sudah menghubungi pengacara yang akan datang sebentar lagi, jadi anda bisa berbicara dengan pengacara untuk memberikan gugatan cerai dan juga memenjarakan pria itu atas tuntutan KDRT." Ucap Sonya membuat perempuan yang ada di atas tempat tidur tersenyum senang.


"Hah,, Sekarang aku merasa sangat lega, sekarang penderitaanku akan segera berakhir dan aku bisa hidup bahagia dengan anakku." Ucap perempuan itu sambil tersenyum.


"Terima kasih, kalau begitu aku tinggal menunggu pengacaranya datang kemari." Kata Sang Perempuan langsung diangguki oleh Sonya, Lalu setelah itu Sonya kemudian berdiri.


"Anda beristirahatlah, dan tunggu pengacara datang kemari, juga seorang suster telah saya sewa agar menemani dan membantu anda selama anda dirawat di sini." Ucap Sonya diangkuti oleh perempuan yang terbaring lemah di tempat tidur.


"Terima kasih," ucap perempuan itu diangguki oleh Sonya lalu Sonya kemudian berjalan untuk meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Zoka yang mendengar percakapan itu langsung menyingkir dari pintu dan pria itu berpura-pura duduk di salah satu kursi sambil berpikir tentang apa yang baru saja ia dengar.


"Kau,," suara Sonya membuat pria itu kemudian mengangkat wajahnya lalu Zoka berdiri menatap Sonya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Sonya sembari menatap kesal pada pria di depannya.


"Ahh,," Zoka mengambil obat yang tadi sempat tertukar dari dalam sakunya lalu memperlihatkannya pada Sonya, "tadi waktu kita bertabrakan, aku salah memberimu obat dan ini adalah obat yang tertukar dengan obat milik ayahku." Ucap Zoka langsung membuat Sonya mengambil obat itu dan melihat nama pada obatnya.


"Ahh, tunggu sebentar," ucap Sonya lalu dia kemudian kembali ke dalam kamar untuk mendapatkan obat yang telah tertukar dengan obat milik Ayah Zoka.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2