Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat

Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat
31


__ADS_3

Sore hari ketika Sonya kembali ke rumah, perempuan itu mendapati kotak cincin yang diberikan oleh Zoka masih terletak di meja makan.


Perempuan itu kemudian mengambil kotak cincinnya dan melihat isinya, 'ini adalah cincin dari xx, cincin yang sangat mahal, dan kalau aku menjualnya bisa membeli sebuah apartemen mewah,' ucap Sonya dalam hati sambil memperhatikan cincin itu lalu kemudian dia menutupnya dan menyimpannya di dalam kamarnya.


Setelah selesai menyimpan cincin itu, Sonya kemudian bersih-bersih dan duduk di depan meja rias sambil memandangi wajahnya sendiri.


'Sepanjang hari aku terus gugup dan jantungku terus berdegup kencang setiap kali mengingat pria itu, tapi,,, hubungan kami tidak ada jalan, hal itu membuatku semakin sedih.' ucap Sonya dalam hati yang merasa bahwa kisah cintanya benar-benar sangat rumit.


Perempuan itu masih duduk di depan meja rias ketika tiba-tiba saja suara bel apartemen yang ditekan seseorang membuatnya akhirnya berdiri dan berjalan ke arah pintu.


Ding dong!


Ding dong!


Clek!


Sonya membuka pintu dan mendapati orang yang berdiri di depannya adalah kurir yang datang membawa sebuah paket.

__ADS_1


Perempuan itu kemudian mengambil paket tersebut dan membawanya masuk.


Duduk di sofa, Sonya kemudian melihat banyaknya paket dan juga surat masuk yang belum dibacanya.


Maka perempuan itu kemudian mengambil satu surat dan membacanya yang ternyata hanya berasal dari panti jompo di mana kakeknya dirawat.


"Mereka tidak membayarnya?" Ucap Sonya dengan kesal membaca surat penagihan biaya perawatan kakeknya yang telah diabaikan oleh keluarganya.


Perempuan itu mendengus kesal, lalu dia kemudian mengambil ponselnya dan mengirim sejumlah uang ke rekening pengurus panti jompo dan mengirimkan bukti transfernya pada pengurus panti jompo.


Setelah selesai, dia membuka surat-surat yang lain yang semuanya berisi tagihan, mulai dari tagihan listrik rumah utamanya, serta tagihan televisi dan berbagai tagihan-tagihan lainnya yang semuanya dibebankan pada Sonya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...

__ADS_1


Panggilan pertama diabaikan oleh seseorang di seberang telepon jadi Sonya kemudian melakukan panggilan kedua dan akhirnya panggilan teleponnya diangkat oleh tantenya.


"Tante, berhenti mengirim surat tagihan ke apartemenku karena mulai sekarang aku tidak akan membayarnya lagi!!!" Ucap Sonya dengan kesal lalu dia mematikan panggilan telepon itu.


Hal itu membuat seseorang yang ada di seberang telepon menggertakan giginya lalu dia kemudian keluar dari kamarnya dan pergi beberapa saudaranya yang sedang berbincang-bincang di ruang keluarga.


"Apa yang membuatmu begitu marah?" Tanya salah seorang diantara mereka yang duduk berbincang-bincang.


"Perempuan itu tidak mau lagi membayar semua tagihan rumah ini!!"


"Apa?! Mengapa dia tidak mau membayarnya? Waktu perempuan itu masih kecil kitalah yang menjaganya, jadi seharusnya setelah dewasa dia yang membayar semua biaya-biaya di rumah ini!!!"


"Itulah yang kumaksud. Tetapi dia tidak mau lagi membayarnya!! Dia baru saja menelponku dan memarahiku karena sudah mengirim surat tagihan itu ke apartemennya." Ucap perempuan itu dengan kesal hingga membuat semua orang yang ada di sana ikut kesal juga dengan kelakuan Sonya.


"Aku akan pergi menemuinya sekarang, jadi Kalian tidak perlu risau," ucap seseorang yang ada di sana Lalu perempuan bernama Melissa itu kemudian berdiri dan pergi bersiap-siap untuk mengunjungi apartemen Sonya.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2