
Ting!
Ting!
Ting!
Sonya tersenyum melihat transferan yang masuk ke rekeningnya Setelah dia bekerja keras sepanjang 1 minggu terakhir.
Perempuan itu kemudian membuang ponselnya ke tempat tidur dan ikut membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
"Semuanya berjalan dengan sangat lancar, sekarang waktunya aku bersiap-siap untuk liburan!!!" Kemudian berguling-guling di tempat tidur karena merasa begitu senang sebab Dia telah pensiun dari pekerjaannya.
Perempuan itu kemudian turun dari tempat tidur dan membuka lemarinya lalu memasukkan berbagai pakaian ke dalam koper.
Setelah menyiapkan segalanya, perempuan itu duduk di depan meja rias dan melihat rambutnya yang awalnya hanya sebahu kini telah panjang sampai pertengahan punggungnya.
"Haruskah aku memotongnya?" Ucap perempuan itu lalu dia kemudian mengambil tas kecilnya dan pergi meninggalkan apartemennya.
Dia pergi ke salon untuk memotong rambutnya, dan selain itu juga dia melakukan berbagai perawatan lainnya untuk tubuhnya.
Setelah selesai, perempuan itu kembali ke apartemennya dan menikmati tidur nyenyaknya.
__ADS_1
Di pagi hari, alarmnya berbunyi tepat pada pukul 08.00, dia segera bangun lalu bersiap-siap untuk pergi ke bandara karena dia hendak pergi berlibur ke luar negeri.
Setelah selesai bersiap-siap, perempuan itu kemudian keluar dari apartemennya ketika dia teringat sesuatu yang tertinggal di dalam kamarnya hingga dia kembali lagi ke dalam apartemen.
"Di mana Aku meletakkan obatku?" Ucap perempuan itu membuka semua laci-laci yang ada di sana namun bukannya menemukan obat miliknya, perempuan itu malah menemukan kotak cincin pemberian Zoka.
"Ini,," perempuan itu membuka kotak cincinnya dan melihat cincin yang terletak di dalam kotak tersebut.
'Sudah setengah tahun berlalu tapi dia belum menghubungiku juga untuk membicarakan masalah cincin ini,, Padahal dia muncul di banyak berita, tapi,,,,' Sonya menghela nafas lalu dia mengambil cincin dari dalam kotak itu lalu memakainya.
Setelah itu, Sonya lanjut mencari obat miliknya, Lalu setelah menemukannya, perempuan itu kemudian benar-benar meninggalkan apartemennya dan berangkat ke bandara menggunakan taksi.
Mengudara selama 120 menit, perempuan itu tiba di sebuah negara yang merupakan negara tetangga, lalu menggunakan kacamata hitam dia keluar dari bandara bersama dengan seorang pria yang menjadi agen travel yang menjemputnya di bandara.
Sonya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu ketika dia tiba di hotel perempuan itu kemudian masuk ke kamar yang telah disiapkan untuknya dan berbaring untuk beristirahat karena merasa lelah setelah terus berada dalam suatu posisi di atas pesawat.
"Hoam....." Sonya terbangun setelah 2 jam tertidur lalu perempuan itu kemudian melihat bahwa jam sudah menunjukkan waktu makan siang.
Jadi dia segera keluar dari hotel dan pergi ke restoran untuk mendapatkan makan siangnya.
Sambil makan, perempuan itu kemudian tak sengaja mendengar beberapa gadis yang duduk di dekatnya yang bercerita tentang seorang pria.
__ADS_1
"Tadi aku bertemu dengan pria tampan, Dia sangat tampan tapi ketika aku mendekatinya pria itu bilang bahwa dia sudah punya istri," ucap salah seorang gadis dalam bahasa negara xx.
Untungnya Sonya mengerti bahasa negara xx, Tapi tentu saja dia hanya diam mendengar percakapan semua gadis-gadis itu dan terus makan siang.
Tak berapa lama, para gadis itu menjadi ribut-ribut ketika seorang pria memasuki restoran hotel.
"Itu dia prianya. Bukankah dia terlihat tampan?"
"Ah,, Dia sangat tampan, Sepertinya Dia berasal dari luar negeri. Tapi sayang sekali dia sudah punya istri."
Sonya yang mendengar itu merasa sangat penasaran, jadi dia kemudian menoleh juga ke arah pria yang dibicarakan oleh gadis-gadis itu namun dia terkejut ketika melihat bahwa pria itu ternyata ialah, Zoka.
Sonya melototkan matanya di tempatnya melihat pria itu kemudian duduk di salah satu meja sambil memainkan ponselnya.
Dia kemudian berbalik menunggui pria itu dan melihat jari manisnya yang telah diselipkan cincin pemberian Zoka.
'Jadi selama 6 bulan berlalu, ternyata pria itu sudah menikah dengan seseorang?' ucap Sonya dalam hati yang kini merasa sangat sedih, jadi dia melepaskan cincin itu dan berniat membuangnya ketika dia malah meneteskan air matanya hingga dia mengurungkan niatnya dan membawa cincin itu ke dalam sakunya.
Makan siangnya yang masih tersisa langsung ditinggalkan oleh perempuan itu lalu dia kemudian kembali ke kamarnya sambil terisak keras.
"Hiks,, hiks,, hiks,,,"
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️