Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat

Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat
36


__ADS_3

Setiap hari, Sonya terus memngau berita untuk melihat berita tentang anggota parlemen yang meninggal.


Sampai hari penguburan, perempuan itu terus mengikuti beritanya dan baru tidak lagi menonton setelah 1 hari selesainya penguburan.


Hari itu, Sonya sedang berada di dapurnya membuat sarapan untuk dirinya sendiri ketika tiba-tiba saja ponsel yang diletakkan di atas meja berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Sonya males mengangkatnya, karena dia pikir itu hanya telepon dari keluarganya saja jadi perempuan itu terus saja lanjut memasak.


Akhirnya, pada panggilan kedua langsungnya menghentikan acara memasaknya dan perempuan itu kemudian mengambil jeda untuk melihat penelponnya.


"Kenapa dia menelponku?" Ucap sonya sambil mengambil ponselnya yang mana di layar ponsel itu tertera nama ransel.


"Halo," ucap Sonya menjawab panggilan telepon itu.

__ADS_1


"Itu,,, apa kabar?" Tanya pria dari seberang telepon.


"Baik, Bagaimana denganmu?" Tanya balik Sonya sambil perempuan itu kemudian duduk di kursi dan entah kenapa hatinya benar-benar tak karuan setelah mendapat lagi telepon dari ransel.


"Baik juga. Tapi itu,, Apakah kau sudah punya jawaban untuk lamaranku?" Tanya Ransel.


Sonya terdiam beberapa detik mendengar pertanyaan itu, lalu kemudian dia berkata, "Baiklah, kau bisa mengatur tempat temu kita dan aku akan memberikanmu jawabannya."


Setelah berbicara, Sonya kemudian menutup panggilan telepon itu dan dia benar-benar sedih bahwa sekarang dia benar-benar harus memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan ransel.


Maka, perempuan itu kembali lanjut memasak.


Setelah masakannya selesai dibuat dia kemudian duduk di meja makan untuk sarapan bersama ketika dia melihat ponselnya bahwa belum ada pesan yang masuk dari Ransel.


Tok tok tok...


"Masuk," ucap seorang perempuan dari dalam kamar langsung membuat ransel masuk ke kamar tersebut.


"Ada apa?" Tanya melodi sambil menoleh ke arah putranya yang mana saat itu perempuan itu sedang merias dirinya sebab ada acara yang harus ia hadiri.

__ADS_1


"Itu Bu, Bagaimana menurut ibu jika Sonya menjadi menantu ibu?" Pangeran sel tanpa basa-basi langsung membuat melodi menghentikan gerakan tangannya lalu dia berbalik menata putranya.


"Kau benar-benar menyukai perempuan itu?" Tanya Melodi.


Ransel menganggukkan kepalanya, "dia adalah perempuan yang paling ku sukai, Bahkan aku belum pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun karena dia," jawab Ransel.


Mendengar ucapan putranya, maka melodi langsung menghela nafas dengan panjang, dan dia merasa sesak.


"Dia adalah perempuan yang baik, ibu juga sudah mengenalnya jadi ibu pasti mengetahuinya." Ucap Ransel.


"Aku tahu,, tapi reputasinya tidak sesuai dengan keluarga kita. Orang-orang akan berpikir negatif jika kau menikah dengannya, dan reputasinya tak bisa diperbaiki hanya dengan dia berhenti dari pekerjaannya. Kau mengerti?!" Tegas Melodi lalu perempuan itu kembali fokus pada riasannya.


Ransel yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas lalu pria itu kemudian pergi dari rumah dengan perasaan yang kacau.


Dia pun memblokir nomor Sonya lalu pria itu melemparkan ponselnya ke sungai lewat jembatan yang ia lewati.


Sambil menahan air matanya yang sudah berkumpul di pelupuk matanya, pria itu terus menyetir tanpa tujuan dan entah kenapa dia merasa begitu sedih.


'Kenapa begini?' ucap Ransel dalam hati.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2