
Setelah acara lamaran Sonya, Sonya melihat tangannya terus digenggam oleh Zoka sampai pertunjukan selesai lalu mereka berdua kemudian keluar dari tempat acara itu dengan tangan Sonya yang masih digenggam oleh Zoka.
Hal itu benar-benar membuat Sonya terkejut dan merasa heran pada pria itu, tetapi dia hanya membiarkannya karena tidak ingin mempermalukan pria itu di depan umum.
Sampai ketika mereka berada di tempat yang sepi, Sonya kemudian menghentikan langkahnya dan hendak berbicara dengan Zoka ketika dia terkejut saat melodi tiba-tiba saja menghampiri mereka.
"Bagaimana acara lamarannya?" Tanya melodi dengan sebuah senyuman di wajahnya saat melihat Sonya memegang buket bunga yang telah Ia siapkan untuk putranya, dan juga tangan kedua orang itu yang saling bergenggaman.
Melihat melodi yang datang maka sonya berusaha untuk menarik tangannya dari Zoka, tetapi Zoka tidak melepaskan genggaman tangan tersebut dan hanya menatap ke arah melodi.
"Kami akan segera menikah," ucap Zoka benar-benar membuat melodi merasa senang hingga perempuan itu kemudian memeluk Sonya dengan hangat.
Pelukan itu benar-benar membuat sonya semakin bingung saja di tempatnya, hingga ketika mereka selesai berpelukan, Sonya kemudian menatap melodi sambil berkata, "Maaf Nyonya, tapi sepertinya ada sebuah kesalahpahaman di sini. Aku tidak tertarik menjadi istri kedua dan tidak tertarik menjadi istri dari pria yang sudah pernah menikah."
Ucapan Sonya benar benar terus terang sembari dia menarik tangannya dari tangan Zoka tetapi Zoka yang kebingungan tetap memegang tangan perempuan itu.
"Apa maksudmu?" Tanya melodi mewakili Zoka.
Sonya tersenyum, "aku Aku bilang aku tidak bisa menikah dengan Putra Nyonya Karena dia sudah memiliki seorang istri. Tadi aku hanya menerimanya agar dia tidak dipermalukan di depan umum dan berniat untuk mengatakan yang sebenarnya setelah kami berada di tempat yang sepi." Ucap Sonya meski dalam hatinya dia merasa teriris-iris setiap kali dia mengatakan ucapan itu.
__ADS_1
Tetapi melodi dan Zoka yang mendengar itu begitu kebingungan hingga melodi berkata, "kau bilang Putra aku sudah menikah? Tapi selama 6 bulan terakhir dia tidak pernah berkenalan dengan seorang perempuan karena terus mengotot untuk menjadikanmu istrinya, dia bahkan membujukku secara terus-menerus agar menerimamu menjadi menantuku. Jadi bagaimana bisa Kau bilang dia sudah menikah?"
Ucapan melodi benar-benar membuat Sonya terkejut hingga dia menatap pria itu dengan bingung, "kau belum menikah?" Tanya sonya.
"Yang ingin ku nikahi itu kau, jadi kenapa aku harus menikahi perempuan?" Ucap Zoka benar-benar membuat Sonya tercengang di tempatnya.
"Putraku belum menikah, jadi Kau akan menerima dia bukan?" Tanya melodi pada Sonya hingga membuat Sonya merasa matanya menjadi panas dan merasakan air matanya hendak merembes keluar dari kelopak matanya.
"Itu,,," Sonya tak bisa berkata-kata, karena dia melihat perempuan di depannya sudah setuju dengan hubungan mereka.
Melihat Sonya yang tergagap maka Zoka langsung memeluk perempuan itu dengan, erat, "aku sudah menunggumu terlalu lama jadi kalaupun kau berbilang tidak maka aku tidak akan mengijinkanmu pergi dari sisiku." Ucap Zoka.
"Kalau begitu, kalian bersenang-senanglah ibu akan pergi," ucap melodi kemudian melangkah meninggalkan kedua orang itu membuat suami kebingungan dengan Melodi.
Zoka tersenyum menganggukkan kepalanya, "hm,, dia akhirnya setuju setelah aku mengancamnya bahwa aku tidak akan pernah menikah selain denganmu. Tapi aku tidak menyangka kau akan terus memakai cincin ini di tanganmu," ucapkan salah sambil memegang jari manis Sonya yang melingkar cincin pemberiannya.
Sonya merasa agak malu jadi dia menarik tangannya untuk disembunyikan ke belakang tetapi Zoka tidak memperdulikannya dan dia hanya kembali memeluk Sonya dengan erat.
"Jadi kapan kita akan menikah?" Tanya Zoka yang sudah tidak sabaran.
__ADS_1
Sonya yang mendengarnya pun merasa begitu malu hingga perempuan itu hanya bisa terdiam diperlukan Zoka.
"Kalau kau tidak menjawabnya maka aku sendiri yang akan memutuskannya kita akan menikah dalam Minggu ini setelah kembali ke negara kita." ucap Zoka kemudian membawa Sonya kegendongannya untuk meninggalkan tempat itu hingga membuat Sonya sangat terkejut.
"Itu,, turunkan aku!!!" Tegas Sonya.
"Tidak akan!!!" Jawab Zoka.
Zoka kemudian membawa perempuan itu ke sebuah kamar VVIP di hotel itu dan menutup pintunya.
"Mulai hari ini kau tidur di kamar ini, sampai kita kembali untuk mengurus pernikahan kita. Tapi,, Kenapa wajahmu sangat merah?" Tanya Zoka memperhatikan wajah Sonya hingga membuat Sonya membuang muka dari pria itu.
"Jangan lihat aku!!!" Bentak Sonya yang merasa malu.
Zoka yang melihat itu hanya bisa tersenyum lalu dia kembali memeluk Sonya dengan erat, "bolehkah aku bermalam di sini bersamamu?" Tanya Zoka kembali membuat wajah Sonya menjadi sangat merah.
Melihat Sonya yang terdiam maka Zoka kemudian tersenyum dan berkata, "diam berarti setuju."
TAMAT
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️