
Satu minggu akhirnya berlalu, dan apa yang dilakukan Sonya iyalah melaksanakan pekerjaannya dan menerima bayaran atas semua hal yang ia lakukan pada kliennya.
Perempuan itu juga tidak pernah menghubungi Zoka, dia menahan jarinya untuk tidak menghubungi pria itu meski Sebenarnya dia sangat ingin melakukannya.
Sampai pada suatu ketika saat dia sedang melamun, dia terkejut melihat berita dari TV yang mengatakan tentang meninggalnya seorang anggota parlemen.
Perempuan itu langsung memperbesar volume tv-nya dan melihat bahwa ternyata yang meninggal ialah ayah dari Zoka.
Sangat terkejut, Sonya memperhatikan peti jenazah itu di bawah dan dia kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon Zoka karena merasa cemas juga pada pria itu.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Panggilan pertama tak terjawab, jadi dia mengulangi panggilan kedua dan ketiga, tapi semuanya sama saja, tak Ada jawaban dari seberang telepon.
Maka perempuan itu dengan cepat membuka kembali berkas-berkas yang iya terima dari ibu Zoka ketika dia membantu perempuan itu menangkap kasus perselingkuhan suaminya.
__ADS_1
Setelah menemukan alamatnya, maka Sonya dengan cepat bergegas ke alamat tersebut dan melihat bahwa bendera putih sudah diletakkan di depan rumah tersebut.
"Hah,,, aku harus masuk," ucap Sonya kemudian menyetir mobilnya masuk ke dalam kediaman itu dan dia dihentikan oleh Sarah seorang petugas.
"Maaf, setidak sembarang orang diijinkan masuk," ucap seorang petugas yang tentunya tidak ingin membiarkan seorang wartawan masuk ke kediaman itu hanya untuk mendapatkan sebuah berita yang tidak diizinkan oleh pihak keluarga.
Tetapi sonya kemudian berkata, "Aku adalah teman Zoka."
Soalnya pun tak lupa menunjukkan sebuah foto sarapannya dengan Zoka ketika mereka berada di apartemen Sonya.
Melihat itu, maka sang petugas mengizinkan sonya masuk, lalu Sonya kemudian bergabung dengan orang-orang yang ada di sana meski dia tidak mengenal mereka.
Perempuan itu terus terdiam di tempat duduknya sampai satu persatu tamu kemudian kembali dan hanya keluarga dekat saja yang tersisa.
Sonya juga memutuskan untuk pergi, tetapi dia menghentikan langkahnya saat tangannya dicekal oleh seorang pria.
"Aku turut berduka cita atas meninggalnya ayahmu," ucap Sonya langsung diangkuti oleh Zoka lalu pria itu tidak bisa menahan dirinya untuk menarik Sonya kepelukannya.
Meski Sonya merasa agak canggung karena di situ ada banyak kerabat Zoka yang melihat mereka, tetapi perempuan itu tetap mengulurkan tangannya membalas pelukan Zoka dan menepuk-nepuk punggung pria itu.
__ADS_1
"Apa kau sudah memikirkan lamaranku? Terakhir kali aku berjanji pada ayahku untuk memperkenalkan seorang perempuan padanya yang akan menjadi calon istriku. Tapi sekarang Dia sudah pergi dan aku belum menepati janji itu," ucap Zoka sambil melepaskan pelukan mereka dan menatap Sonya hingga membuat Sonya kebingungan harus menjawab apa.
Sonya menelan air liurnya, "Itu,, aku,, aku--"
"Sonya!!" Tiba-tiba suara melodi dari belakang Sonya membuat Sonya berbalik dan menatap perempuan itu.
Melodi langsung tersenyum pada Sonya dan memeluk Sonya hingga membuat Zoka kebingungan melihat ternyata kedua orang itu sudah saling mengenal.
"Ibu, jadi ibu sudah mengenal Sonya?" Tanya Zoka.
Melodi tersenyum, "iya," jawab Melodi yang tentunya tak ingin membocorkan perihal Sonya yang telah Ia sewa untuk menjebak suaminya.
Lalu melodi kemudian menatap Sonya, "masuklah dan duduk, kita berbincang sebentar," ucap melodi kemudian merangkul perempuan itu untuk kembali masuk ke dalam rumah.
Meski Sonya merasa agak canggung, namun perempuan itu tetap mengikuti melodi hingga Mereka kemudian duduk tepat di depan peti jenazah.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1