
Sambil menatap Sonya, melodi kemudian menggenggam tangan Sonya sambil menatap perempuan itu dan berkata, "aku sangat berterima kasih atas bantuanmu terakhir kali kau sekarang aku yakin suamiku pergi dengan tenang."
Sonya mengganggu kan kepalanya, "ahh iya," jawab Sonya dengan singkat karena dia masih terus canggung bersama dengan melodi dan putranya.
Apalagi saat itu, melodi melihat ransel terus memperhatikannya dengan sangat dalam seolah-olah pria itu berusaha untuk melihat ke dalam hatinya.
"Itu,, ternyata Kalian berdua sudah saling kenal, tapi ransel tidak pernah menceritakan tentangmu." Ucap melodi sambil melihat ke arah putrinya.
"Aku pernah menceritakannya waktu kita berada di rumah sakit," ucap ransel membuat ibunya kebingungan karena dia sama sekali tidak ingat kapan pria itu menceritakan Sonya kepadanya.
"Kapan kau melakukannya?" Tanya Melodi.
"Saat aku bilang aku akan membawa calon istriku, itu adalah Sonya, tapi sampai sekarang dia belum menjawab lamaranku, jadi aku belum bisa memperkenalkannya lebih dekat," jawab ransel membuat kedua perempuan yang ada di depannya begitu terkejut.
__ADS_1
Terlebih Sonya, perempuan itu lebih terkejut lagi dan dia merasa ingin menghilang saja daripada harus terus menampakkan wajahnya di depan melodi yang sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Putra perempuan itu.
Melodi sendiri juga sangat terkejut dengan ucapan putranya bahwa pria itu ternyata melamar seorang perempuan yang bekerja menyediakan jasa pelakor.
"Itu,,," melodi menghela nafas karena Tentu saja dia tidak akan merestui hubungan mereka, sebab Sonya sudah menjadi pelakor untuk banyak lelaki Jadi jika putranya menikah dengan Sonya maka akan ada banyak pandangan negatif terhadap keluarga mereka.
Jadi perempuan itu lanjut berbicara, katanya, "Aku tidak akan mencampuri urusan kalian berdua, jadi silakan berbicara dan aku akan pergi dulu ke belakang."
Setelah berbicara, melodi langsung berdiri meninggalkan kedua orang itu, dengan begitu Sonya yang langsung mengetahui bahwa perempuan itu tidak akan setuju Jika dia bersama dengan ransel.
"Aku masih urusan, jadi aku harus pergi sekarang," ucap Sonya.
Ransel berdiri, "aku akan mengantarmu keluar," ucap Ransel lalu diangguki oleh Sonya hingga kedua orang itu kemudian berjalan keluar dari rumah tersebut.
__ADS_1
Begitu tiba di tempat parkir, Sonya menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan kediaman itu dengan hati yang sangat kacau.
'Padahal aku sudah menebak hal ini akan terjadi, tapi kenapa sekarang aku benar-benar merasa kacau?' ucap Sonya dalam hati yang merasa kesal pada dirinya sendiri dan terlebih pada perasaannya yang terlalu aneh.
Perempuan itu cepat-cepat menyetir ke rumahnya, tetapi ketika dia tiba depan apartemennya, perempuan itu terkejut melihat seorang pria berdiri di depan apartemennya yang merupakan paman keempatnya.
"Kau baru pulang?" Ucap pria itu memperhatikan perempuan di depannya yang berpakaian serba hitam.
"Ya, apa yang Paman lakukan berada di sini?" Tanya Sonya yang sama sekali tidak mau membiarkan pria itu masuk ke apartemennya.
"Bukankah seharusnya kau menawarkanku untuk masuk?" Tanya pria itu langsung membuat Sonya tersenyum dingin.
"Kalau Paman datang kemari untuk membujukku membayar semua tagihan rumah besar maka aku tidak akan melakukannya. Jadi sebaiknya Paman pulang saja karena aku benar-benar sibuk," ucap Sonya tanpa berniat untuk membuka pintu apartemennya karena dia tahu jika dia sudah membuka pintunya maka pria itu pasti akan menerobos masuk.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️