
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Sonya sembari menatap kesal pada pria di depannya.
"Ahh,," Zoka mengambil obat yang tadi sempat tertukar dari dalam sakunya lalu memperlihatkannya pada Sonya, "Tadi waktu kita bertabrakan, aku salah memberimu obat, dan ini adalah obat yang tertukar dengan obat milik ayahku." Ucap Zoka langsung membuat Sonya mengambil obat itu dan melihat nama pada obatnya.
"Ahh, tunggu sebentar," ucap Sonya lalu dia kemudian kembali ke dalam kamar untuk mendapatkan obat yang telah tertukar dengan obat milik Ayah Zoka.
🏔️🏔️🏔️
Sambil mengambil obat itu dari dalam laci, Sonya merasakan jantungnya dan hatinya sangatlah tak karuan dan seperti tidak berfungsi dengan normal.
'Aku sudah gila, aku sudah gila!!!' gerutu Sonya sembari menatap perempuan yang terbaring di tempat tidur yang mana perempuan itu sedang memejamkan matanya.
Sonya berusaha untuk tidak membuat suara, lalu perempuan itu kemudian keluar dari ruangan dan menutup pintu dengan pelan.
__ADS_1
"Ini obatmu," ucap Sonya memberikan obat pada Zoka.
"Ahh terima kasih," ucap Zoka memperhatikan perempuan di depannya dan dalam hatinya dia merasa dilema untuk mempertanyakan percakapan yang baru saja ia dengar ataukah cukup menyimpannya dalam hati.
"Kalau tidak ada lagi, aku pergi!" Ucap Sonya lalu perempuan itu kemudian melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Zoka ketika tangannya tiba-tiba dipegang oleh pria itu.
"Itu, kita harus berbicara," ucap Zoka langsung membuat Sonya menatap pria itu.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan," ucap Sonya yang tidak mau kembali lagi membuat hatinya berdesir aneh karena pria itu, apalagi memberi kesempatan baginya untuk berdekatan dengan Zoka.
Mendengar itu, maka Sonya kemudian berkata, "kalau itu sangat penting, aku akan mendengarkanmu tapi tidak di sini. Kita bertemu di tempat lain!"
"Ah, kalau begitu besok pagi jam 07.00 aku akan pergi ke apartemenmu." Ucap Zoka sembari melepaskan tangan Sonya lalu pria itu kemudian pergi meninggalkan Sonya tanpa ingin menunggu jawaban dari perempuan itu.
__ADS_1
Sebab dia terlalu takut jika saja Sonya menolak untuk berbicara dengannya, oleh sebab itu dia buru-buru pergi tanpa menoleh lagi pada Sonya.
Sementara Sonya yang ditinggalkan, perempuan itu menatap punggung Zoka selama beberapa saat lalu dia akhirnya meninggalkan tempat itu.
'Ini tidak benar, seharusnya aku mencegah pria itu untuk datang ke apartemenku supaya aku bisa melindungi hatiku. Tapi,, tapi Aku sangat senang karena dia akan datang lagi ke apartemenku. Tapi ini buruk, ini sangat buruk!!! Pria itu sudah mengatakan kata-kata yang kasar padaku, tapi kenapa aku begini???' ucap Sonya dalam hati yang merasa bahwa dia benar-benar dilema untuk menerima kedatangan pria itu atau menolaknya.
Dalam hati kecilnya Dia sangat ingin terus menjalin hubungan dengan pria itu, tetapi secara logika dia menyadari bahwa hubungan mereka tidak mungkin berjalan seperti yang Sonya harapkan.
"Pokoknya aku hanya akan mendengarkan saja apa yang ia katakan. Lalu setelah itu aku akan mengakhiri hubungan kami. Pokoknya hubungan kami benar-benar harus diakhiri!!!!" Tegas sonya pada dirinya sendiri sembari perempuan itu cepat-cepat berjalan ke area parkir dan menaiki mobilnya.
Dia kembali ke apartemennya dan ketika tiba di apartemennya Dia kemudian memandang pintu apartemennya.
'Aku harus mengganti password apartemenku supaya pria itu tidak berpikir bahwa aku sengaja tidak menggantinya karena berharap dia masih akan datang ke apartemenku,' ucap Sonya dalam hati lalu perempuan itu segera mengganti sandi apartemennya.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️