
Sonya duduk di ruang tamunya sambil menonton TV, tetapi meskipun TV menyala di depannya, sebenarnya perempuan itu sedang melamun memikirkan masalah lamaran Zoka.
'Aku sangat ingin menerimanya, karena aku mencintainya, tapi apa gunanya menerimanya Kalau kami memang tidak bisa bersama?' ucap Sonya dengan kesal yang benar-benar tak bisa menemukan jalan keluar untuk masalahnya.
Dia masih berada dalam keadaan dilema ketika bell apartemennya kembali lagi berbunyi hingga membuat perempuan itu merasa agak kesal sebab sedari pagi apartemennya terus saja dibunyikan oleh seseorang.
Padahal, biasanya bel apartemennya tak pernah disentuh oleh seseorang.
Tetapi karena sudah mendengar bel apartemen yang berbunyi, maka perempuan itu kemudian berdiri dan berjalan menghampiri pintu apartemen.
Tanpa melihat Siapa yang datang, perempuan itu kemudian membuka pintu apartemennya.
Clek!
__ADS_1
Sonya sangat terkejut melihat tante keduanya yang berdiri di depan pintu lalu tanpa menunggu dipersilakan masuk, perempuan itu langsung berjalan masuk ke apartemen Sonya dan duduk di sofa.
Sonya yang melihat itu langsung mengetahui maksud kedatangan perempuan itu, tentulah berhubungan dengan teleponnya pada tante pertamanya yang membicarakan masalah pembayaran tagihan rumah keluarga besarnya.
"Kenapa Tante datang malam-malam kemari?" Tanya Sonya sambil duduk dengan tenang dan tak memiliki niat untuk membuatkan minuman untuk perempuan itu.
Melisa yang melihat kesombongan perempuan di depannya langsung menghela nafas dan berkata, "kau ini benar-benar tidak tahu terima kasih? Kami sekeluarga telah membesarkanmu dengan sangat baik ketika Ayah dan ibumu meninggal, dan sekarang hanya disuruh membayar biaya tagihan rumah yang sedikit itu kau tidak mau?!"
"Kalian bersaudara lebih dari 5 orang, tidak cukup satu juta per orang tapi kalian melimpahkan itu pada seorang anak yatim piatu?!! Aku bahkan belum memperhitungkan Bagaimana kalian mengambil seluruh asuransi yang ditinggalkan oleh ayah dan ibuku, jadi kalau kalian terus mendesak aku maka aku akan membawa kasus itu ke pengadilan!!!!" Teriak Sonya.
"A,, apa katamu?!! Beraninya kau membicarakan tentang uang asuransi itu, semua uang asuransi yang diambil itu digunakan untuk keperluanmu dan membiayai sekolahmu!! Kau pikir kau bisa hidup dengan mewah seperti ini dan tinggal di apartemen yang bagus kalau bukan karena kami yang membesarkanmu dan mendidikmu dengan benar?!!" Bentak perempuan di depan Sonya langsung membuat Sonya menghela nafas dan memijat keningnya dengan kesal.
"Baiklah, aku tidak akan memperhitungkan saja anggap saja itu benar-benar digunakan untuk diriku sendiri Jadi sekarang Tolong pergi dari sini karena apapun yang kalian katakan tidak akan membuatku membayar semua tagihan kalian!!! Juga, katakan pada anak-anak kalian supaya berhenti mengirimkan tagihan uang sekolah mereka padaku karena aku juga tidak punya uang untuk membayar semua itu!!!" Bentak Sonya sambil melemparkan wajahnya dari tantenya sebab Dia tidak ingin lagi berbicara dengan orang-orang itu.
__ADS_1
Sang tante menggertakan giginya lalu dia berkata, "dasar keponakan durhaka, lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyesal!!!!"
Sonya tidak terlalu memperdulikan ucapan tantenya, dia hanya diam saja membiarkan perempuan itu keluar dari apartemennya.
"Hah,, dasar menyebalkan!!" Geram Sonya berdiri dan masuk ke kamarnya.
'Bagaimana caraku supaya orang-orang itu tidak lagi menggangguku?' ucap Sonya dalam hati yang sudah merasa muak pada keluarga besarnya.
Dia ingin mengakhiri total hubungannya dengan keluarga itu, tapi sayang sekali mereka terus saja mengganggunya hingga membuat hidupnya tidak tenang.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1