
"Aku benar-benar menyesal sudah berpikiran negatif padamu, jadi hari ini,," Zoka mengambil sebuah cincin dari sakunya lalu meletakkannya di hadapan Sonya.
"Aku,, Aku meminta maaf padamu sekaligus aku ingin melamarmu," ucap Zoka langsung membuat Sonya melepaskan sendok dan garpu yang ada di tangannya lalu dia menyimpan tangannya di bawah meja untuk meramas gaunnya sementara tatapannya tertuju pada cincin yang diletakkan Zoka di atas meja.
🌺🌺🌺
Zoka yang melihat perempuan di depannya tampak terdiam kemudian berkata, "itu,, Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, kau bisa mengatakannya kapanpun kau sudah siap untuk menjawabnya, dan aku juga tidak akan memaksamu untuk menerimaku."
Setelah berbicara, Zoka langsung mengambil sendok dan garpunya dan pria itu mengalihkan perhatiannya pada makanannya karena sebenarnya dia terlalu gugup, sebab itu pertama kalinya dia menyatakan perasaannya pada seorang perempuan.
Sementara Sonya yang menghadapi Zoka, dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa karena jika biasanya dia berpura-pura bersikap mesra pada seseorang dan berpura-pura menerima ajakan seorang pria, maka saat ini hatinya sedang dilema karena ini adalah sesungguhnya bukan lagi sebuah permainan.
"Itu,, Aku sudah kenyang, kau boleh lanjut makan," ucap Sonya kemudian berdiri meninggalkan pria itu lalu dia mengambil tasnya yang telah Ia siapkan di atas meja dan hendak meninggalkan apartemen ketika dia menghentikan langkahnya.
__ADS_1
dia kembali menatap ke arah meja makan di mana Zoka sudah meletakkan sendok dan garpunya sebab tentu saja sudah tidak bernafsu makan lagi Setelah apa yang dilakukan oleh sonya.
"Kau tidak perlu membereskannya, kalau kau sudah selesai sarapan Kau boleh langsung pergi." Ucap Sonya lalu dia hendak melangkahkan kakinya untuk pergi ketika dia mengurungkan niatnya sebab Zoka yang berbicara padanya.
"Itu,, Kau boleh menghubungi aku kapan saja, dan kalau kau masih mau aku datang untuk membuatkan sarapan untukmu, Kau bisa mengirim pesan padaku atau menelponku." Ucap Zoka.
Sonya hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu perempuan itu kemudian keluar dari apartemennya.
Begitu masuk ke dalam mobilnya yang ada di parkiran, perempuan itu langsung memukul setir mobilnya, "bodoh!!! Kenapa aku malah melarikan diri??? Itu kan rumahku, apartemenku yang kubeli dengan uangku sendiri! Jadi kenapa aku yang harus pergi dari sana??" Kesal Sonya pada dirinya sendiri yang merasa bahwa dia benar-benar tak berguna menghadapi orang yang ia cintai, berbeda sekali ketika dia sedang bekerja.
Pria itu menatap makanan yang tersisa di atas meja dan juga cincin yang ditinggalkan oleh Sonya.
Setelah beberapa saat, pria itu kemudian membereskan semua barang-barang yang telah Ia keluarkan Lalu dia pergi meninggalkan apartemen Sonya tanpa membawa cincin yang telah Ia berikan pada Sonya.
__ADS_1
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Sambil berjalan ke arah lift tiba-tiba ponselnya berdering hingga membuat pria itu menghentikan langkahnya saat melihat nama pemanggil adalah ibunya.
"Halo Bu," ucap Zoka mengangkat panggilan telepon itu.
"Sayang, bisakah kau bergegas ke rumah sakit?" Ucap perempuan dari seberang telepon langsung membuat Zoka merasa khawatir Jika saja terjadi sesuatu yang buruk pada ayahnya.
"Baik Bu, aku ke sana sekarang," ucap pria itu langsung mematikan panggilan teleponnya dan berlari ke dalam lift.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️