Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat

Pekerjaanku Ad/ Pelakor Berhati Malaikat
41


__ADS_3

Tiga bulan sebelumnya.


Melodi terburu-buru datang ke rumah sakit jiwa sambil membawa sebuah foto.


Ketika dia tiba di rumah sakit jiwa, perempuan itu langsung diantar oleh seorang perawat yang ada di sana ke sebuah tempat yang dihuni oleh seorang pria.


"Sayang,," ucap melodi mendekati pria tersebut dan melihat pria itu tampak terdiam saja di kursi rodanya sambil menatap keluar jendela.


Melodi meneteskan air matanya, Tetapi dia kemudian menghapusnya dan mendekati pria itu sambil membawa selembar foto di tangannya.


"Putraku,," ucap perempuan itu meletakkan sebuah foto di depan Zoka.


Zoka yang melihat itu akhirnya berkedip dan mengulurkan tangannya mengambil foto itu.


"Sonya," ucap Zoka meneteskan air matanya hingga membuat mata melodi menjadi panas.


"Ya,, dia Sonya, dia perempuan yang kau cintai, Apakah kau mau bertemu dengannya?" Tanya Sonya sambil memutar kursi roda putranya hingga putranya menatap ke arahnya.


Terus terdiam sambil meneteskan air matanya, Zoka kemudian menganggukkan kepalanya.


Melihat sudah ada reaksi dari putranya, maka mata melodi menjadi semakin panas menampung air matanya sambil perempuan itu berkata, "Kalau begitu, Kau harus sembuh supaya Ibu bisa membawamu untuk bertemu dengannya."

__ADS_1


Dengan cepat, Zoka menganggukkan kepalanya hingga membuat melodi merasa begitu senang dengan reaksi yang ditunjukkan oleh putranya.


Perempuan itu kemudian terus berbincang-bincang dengan putranya di mana semua topik pembicaraan tentang Sonya akan direspon dengan baik oleh Zoka.


Dan setelah cukup lama berbincang-bincang perempuan itu kemudian pergi menemui dokter.


"Bagaimana dok?" Langsung tanya melodi pada sang dokter karena dia tahu sejak dia memasuki ruangan tempat Zoka dirawat, dokter itu telah memperhatikan CCTV untuk mengamati perubahan ekspresi putranya.


"Sangat bagus, hanya memperlihatkan satu foto saja membuatnya langsung bereaksi ini artinya bahwa kemungkinan besar kita bisa menyembuhkannya. Kalau bisa, pertemukan dia dengan perempuan itu atau mungkin dapatkan lebih banyak fotonya atau mungkin videonya supaya bisa mempercepat kesembuhannya. Nyonya juga harus meluangkan lebih banyak waktu untuknya untuk mengajaknya berbincang-bincang." Kata Sang dokter langsung dianguki oleh melodi.


Tetapi karena dia mengetahui bahwa mendatangkan Sonya ke rumah sakit jiwa akan membuat putranya dipermalukan, maka perempuan itu hanya bisa menahan semuanya dan terus menemani putranya berbincang-bincang sampai lama-kelamaan akhirnya Zoka menunjukkan perubahannya.


Setiap hari melodi datang ke rumah sakit jiwa untuk mengunjungi putranya dengan membawa beberapa foto Sonya yang ia dapatkan dari seseorang yang ia suruh untuk mengikuti Sonya.


"Hari ini kita akan keluar rumah sakit, kau akan tinggal di rumah bersama ibu," ucap melodi diangguki oleh Zoka.


"Aku ingin bertemu Sonya," jawab Zoka.


"Tentu!!" Ucap Melodi.


Maka begitu, mereka berbincang-bincang beberapa saat lalu akhirnya seberapa perawat datang membantu Zoka untuk bersiap kembali ke kediamannya.

__ADS_1


Begitu tiba di kediaman, Zoka langsung diantar ke kamarnya dan pria itu tersenyum saat melihat sebuah foto Sonya yang diletakkan di atas mejanya.


"Mulai hari ini ibu akan membantumu untuk sembuh. Pokoknya Ibu tidak mau kehilangan Kau lagi sama seperti Ibu kehilangan ayahmu, jadi ibu akan menuruti apapun yang kau inginkan." Ucap melodi memeluk putranya sambil menahan air matanya yang sangat ingin merembes keluar.


Zoka tidak memperdulikan ibunya, tetapi pria itu lebih fokus pada foto yang ada di tangannya.


Dengan begitu, tiap hari perempuan itu menceritakan apapun yang dilakukan oleh Sonya dan selalu memberi semangat pada putranya agar pria itu cepat sembuh dan bisa beraktivitas normal kembali.


Sampai suatu pagi, ketika Zoka membuka matanya pria itu sangat terkejut ketika Dia merasakan dirinya baru terbangun dari tidur yang begitu panjang.


Pria itu kemudian turun dari ranjang dan melihat ada banyak sekali perbedaan dalam kamarnya dari terakhir kali yang ia ingat.


Dia pergi mencari ponselnya tapi tidak menemukannya di mana-mana jadi dia keluar dari kamar dan menemui ibunya yang saat itu membuat sarapan untuknya.


"Ibu, Apa kau melihat ponselku?" Tanya Zoka.


"Putraku??? Kau,, kau sudah sembuh?" tanya melodi yang begitu terkejut melihat putranya yang pertama kali menanyakan ponsel hingga perempuan itu langsung menghampiri putranya.


"Memangnya aku sakit?" Tanya Zoka yang merasa kebingungan.


Mendengar pertanyaan putranya, maka melodi langsung terisak sambil memeluk putranya dan benar-benar menyesal atas apa yang telah ia lakukan pada pria itu.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2