
Seorang butler berusia 50 tahun, duduk di meja kerja seorang diri. Rumah besar yang biasanya ramai, kini kosong tidak ada satupun orang yang menempati. Gordon, itulah nama butler (kepala pelayan) keluarga Russell.
Dirinya yang sementara mengurus semua usaha yang ditinggalkan keluarga Russell. Sebuah keluarga yang memiliki pondasi kuat telah bertahan selama beberapa generasi. Harus lenyap dalam semalam hanya karena kecelakaan pesawat?
Anggota keluarga Russell sejatinya terdiri dari 15 orang, yang hanya sebagian tinggal di rumah utama. Hari itu merupakan hari ulang tahun kakek buyut mereka, menyewa satu penebangan penuh hanya untuk keluarga tersebut.
Semuanya lenyap, tidak ada yang tersisa. Pesawat yang pada akhirnya tidak mendarat, terbakar di udara, hanya menyisakan puing-puing yang jatuh di pegunungan.
"Alfred Russel..." Gumam Gordon mengingat nama cucu keluarga Russell yang menghilang, atau lebih tepatnya dihilangkan, karena hanya aib bagi mereka. Seorang anak yang terlahir dari hasil pemerkosaan.
Diberi nama, tapi pada akhirnya dibuang, karena kala disembunyikan hampir terendus media. Gordon menghela napas kasar. Tidak dapat bicara pada orang mati, di panti asuhan mana sebenarnya Alfred Russel dititipkan 8 tahun lalu? Yang dirinya ketahui hanya tanda lahir di belakang leher dan pergelangan tangan kanan, serta usia. Selebihnya? Hanya dapat dibuktikan dengan tes DNA. Beberapa sisa rambut almarhum ibu kandung Alfred Russel sengaja dikumpulkannya dari sisa sisir.
Disimpan baik-baik olehnya. Beberapa panti asuhan telah dikunjunginya bersama pengacara keluarga, tapi tidak ada hasil sama sekali, tidak ada anak yang memiliki dua tanda lahir itu. Jikapun memiliki salah satunya, usianya bukan 8 tahun.
Satu kesimpulan yang diambil Gordon. Tuan kecilnya sudah diadopsi. Apa keturunan keluarga Russell akan terputus? Tidak! Dirinya tidak boleh menyerah, telah dibesarkan turun temurun menjadi butler keluarga ini, dimulai dari kakeknya. Bisa dikatakan hutang budi yang cukup besar pada keluarga Russell.
Hingga kala dirinya hendak meminum beberapa butir obat vertigo. Suara telepon rumah terdengar, menghela napas kasar mengangkat panggilan.
"Siang..." sapanya.
"Sa... Saya Courtney, saya memiliki masalah, bisa anda menolong saya!? Saya akan memberikan imbalan apapun yang anda minta." Ucap seseorang di seberang sana gelagapan.
"Courtney?" Gordon tidak ingat sama sekali pernah mengenal orang ini.
"Iya! Saya manager marketing perusahaan JBT. Saya memiliki masalah dengan keluarga Snowden. Jika anda dapat memastikan kepala keluarga Snowden tidak akan menyentuh saya, maka---" Kalimat Courtney dipotong.
"Baik, bagaimana dengan mencuri desain produk baru yang akan diluncurkan perusahaanmu ? Apa kamu bisa? " Ucap sang butler tersenyum.
__ADS_1
"Ha ... hanya itu? Sa ...saya akan segera mengcopy nya." Jawab Courtney tanpa fikir panjang.
"Jika sudah ada kesempatan. Maka kamu sekarang dapat ceritakan akar masalahmu dengan keluarga Snowden." Gordon menghela napas kasar, mengambil kacamata bacanya, mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan Courtney.
*
Menghadapi keluarga Snowden bukanlah hal yang mudah. Terutama Flint Snowden, dulu keluarga Snowden tidak seperti sekarang. Hanya pengusaha kelas menengah.
Tapi, perlahan segalanya berubah. Setelah Flint Snowden mengambil alih setelah kematian kedua orang tuanya. Bisnis yang awalnya kecil menjadi besar, rubah putih yang pandai mengambil semua peluang. Pengusaha berhati dingin, tanpa belas kasih, senyuman yang penuh tipu daya dan trik licik. Itulah Flint Snowden, mungkin hanya satu kelemahan orang itu.
Satu-satunya anggota keluarganya, Edward Snowden. Gordon memijit pelipisnya sendiri, siapa yang tidak ingat kala putra Flint menginginkan mobil baru untuk mengantar jemput?
Furran, sekertaris Flint, berebut mobil keluaran terbaru yang baru hanya keluar satu unit. Pesaingnya? Tentu saja tuan besar keluarga Russell. Saat itu Furran memenangkan lelang, berhasil membawa pulang mobil bernilai tinggi itu untuk Edward Snowden yang masih berusia 10 tahun.
Definisi, iblis berambut putih yang hanya takluk pada putranya.
Dirinya terdiam sejenak. Tawaran yang menggiurkan, kebocoran desain perusahaan pesaing. Banyak keuntungan yang akan didapat perusahaan keluarga Russell.
Tapi ini juga sulit, jika Flint Snowden sudah terlibat. Memijit pelipisnya sendiri, dirinya malas jika sudah berurusan dengan Flint secara langsung. Pria Yandere (sakit jiwa) tapi masih dapat tersenyum sopan, terkadang lembut untuk menipu, tapi kadang brutal.
Hingga mobil berhenti di depan sebuah rumah susun. Ini adalah alamat tempat mantan istri Courtney tinggal.
Melangkah menapaki tangga, tempat yang begitu kotor baginya. Tangga dengan pegangan besi yang telah berkarat. Anak-anak dengan pakaian kotor berlarian.
"Tunggu! Bisa aku periksa pergelangan tangan kanan kalian?" Tanyanya menghentikan anak-anak yang lalu lalang, menunjukkan beberapa lembar uang.
*
__ADS_1
Seperti sudah diduganya, tidak ada hasil sama sekali. Tanda lahir di pergelangan tangan kanan dan belakang leher, itu adalah petunjuk pertama. Sebelum pada akhirnya melakukan tes DNA.
Menghela napas berkali-kali, anak-anak? Matanya memincing mengingat tuan mudanya yang belum juga ditemukan. Apa semua harta warisan keluarga Russell memang harus dikembalikan pada negara? Karena memang tidak ada anggota keluarga yang tersisa?
Tidak! Alfred Russel masih tersisa. Tuan mudanya tercinta, yang entah berada di mana saat ini.
Hingga Gordon tiba pada unit apartemen yang dimaksud.
"Sebentar!" Suara seorang anak terdengar. Dirinya sesekali melihat ke arah jam saku miliknya.
Hingga pada akhirnya pintu itu dibuka. Seorang anak laki-laki gemuk dengan warna kulit yang kurang bersih, memakai kacamata terlihat."Kakek siapa? Apa ingin bertemu dengan ibu? Ibu masih bekerja," ucapnya sopan.
"Kakek adalah teman ayahmu..." Jawaban dari Gordon berusaha tersenyum. Hingga sesuatu mengalihkan perhatiannya.
"Ayah? Tuan sebaiknya pergi." Ucap Query, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Kala itulah Gordon membulatkan matanya. Sebuah tanda lahir di pergelangan tangan kanan. Dengan cepat Query ditariknya.
"Tuan! Lepas!" Query berusaha melawan. Tapi Gordon bergerak lebih cepat memeriksa secara paksa area belakang leher Query. Menelan ludahnya kasar, kala tanda lahir juga berada di tengkuk anak itu.
"Be... berapa usiamu?" Tanyanya gelagapan.
"8 tahun. Sebaiknya tuan pergi! Jika tidak saya akan meminta bantuan tetangga. Atau menghubungi polisi!" Jawaban tegas dari Query, segera masuk ke dalam rumah menutup pintu dengan kasar.
Seketika tangan pria berusia 50 tahun itu gemetar. Air matanya mengalir, mengetuk-ngetuk pintu apartemen."Tuan muda! Buka pintunya! Kita harus segera pulang setelah melakukan tes DNA. Saya janji akan menyuapi anda makan dan membacakan cerita!" itulah teriakan Gordon, penuh air mata dan emosional.
Bagaimana tidak? Jika anggota keluarga Russell habis, maka harta kekayaan keluarga tersebut akan diserahkan pada negara dalam jangka waktu 10 tahun menurut surat wasiat turun temurun keluarga Russell. Pekerjaan turun temurun dari kakeknya menjadi kepala pelayan hingga dirinya juga akan terputus.
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan anak bungsunya yang sudah mempersiapkan diri menjadi butler kediaman Russell berikutnya?
Mungkin ini hasil dari perbuatannya, yang sebelumnya mencibir Flint, karena menjadi budak dari seorang bocah. Kini dirinya juga akan bernasib serupa.