
Sebuah takdir juga berubah pelan-pelan tanpa disadari Rachel. 2 tahun, itu waktu yang cukup lama bagi Gordon untuk menemukan Alfred Russel dalam karya aslinya.
Selama dua tahun juga Cresia yang mengalami depresi, sering kambuh akibat Estela yang selalu datang, menghina, mengatakan betapa panasnya malamnya dengan Courtney, dan mengatai dirinya mandul.
Selama dua tahun juga Query hidup apa adanya, bahkan terkadang kelaparan akibat ibunya yang hanya menangis, terkadang mengamuk. Walaupun dapat bekerja, itupun tidak sering. Mungkin karena itulah, Alfred Russell dalam karya aslinya, merupakan sosok cassanova. Mempermainkan wanita di ranjang, setelah merasa bosan dengan para wanita murahan yang mengejarnya, maka akan ditinggalkannya.
Sifat cassanova yang berasal dari rasa sakit melihat Cresia diperlakukan dengan buruk oleh Estela. Takdir yang berubah, apa Query akan memiliki watak sama dengan karya aslinya.
Sebuah rekaman kejadian domino yang mengubah takdir. Dimulai dari depresi Cresia sembuh lebih cepat. Juga adanya insiden dengan Edward Snowden, membuat Courtney menghubungi butler keluarga Russell untuk meminta bantuan.
Ini bagus bukan? Takdir yang berjalan dengan cara yang berbeda. Seharusnya saat ini Query tengah kelaparan, merawat ibunya yang depresi, meningkatkan rasa dendamnya pada wanita, dan ketika dewasa nanti hanya dijadikan objek pemuas nafsu olehnya.
Tapi kini Query hidup dengan baik, apa mungkin sifat cassanovanya ketika dewasa juga akan berubah? Mengingat Gordon menemukannya lebih awal daripada yang seharusnya?
Setelah menunggu hingga sore barulah dirinya diijinkan masuk. Itupun setelah kedatangan Cresia dari tempatnya bekerja.
Gordon duduk di atas kursi kayu seadanya, mengamati keadaan sekitar."Majikanku tinggal di kandang ayam..." gumamnya ingin menangis rasanya.
"Aku berjanji, apapun yang diminta tuan mudaku aku akan mengabulkannya walaupun itu sulit!" batinnya, mengabdikan diri untuk kesetiaan turun temurun.
Cresia menyajikan teh, wajahnya yang lelah perlahan memaksakan diri untuk tersenyum."Ada apa ya? Putraku mengatakan anda datang ke tempat ini ingin membicarakan tentang suamiku?"
"Ekhm..." Gordon mengatur napasnya, mulai bicara dengan tenang."Saya kemari pada awalnya hanya ingin memenuhi keinginan ayah durhaka itu. Tapi pada akhirnya saya menemukan hal yang menarik."
"Apa maksud anda?" Cresia duduk dengan tenang, tapi wajahnya terlihat cemas.
"Alfred Russel..." Kata yang terucap dari sang butler, tatapan mata tajam dari balik kacamata itu.
__ADS_1
"Satu-satunya keturunan keluarga Russell yang masih hidup setelah kecelakaan pesawat 6 bulan yang lalu. Anak anda, anak adopsi bukan?" tanyanya.
Cresia membulatkan matanya seolah-olah sudah mengetahui kemana arah pembicaraan orang ini. Memeluk putranya dengan erat."Query tidak mungkin berasal dari keluarga berada. A...aku memang mengadopsinya. Tapi---"
"Namanya Query? Nama yang bagus. Tanda lahir di pergelangan tangan dan belakang leher, usia yang sesuai. Tinggal melakukan tes DNA." Kalimat tenang dari Gordon, meminum teh dari gelas yang sedikit retak.
"Tidak boleh! Aku walinya! Query adalah anakku! Jangan pernah kamu berfikir untuk mengambilnya!" Teriak Cresia, hanya Query yang dimilikinya di dunia ini. Dan sekarang satu-satunya miliknya akan diambil?
Air matanya mengalir dirinya ketakutan. Nama keluarga Russell yang setara dengan Snowden. Apa yang dapat dilakukannya?
"Anda salah paham, saya tidak ingin mengambilnya. Anda hanya harus tinggal di kediaman keluarga Russell, merawat Alfred Russel. Nama keluarga Russell akan ada di belakang nama anda, selaku ibu dari Alfred Russel. Agar tidak ada yang dapat meremehkan anda. Tapi dengan satu syarat, anda tidak boleh menikah lagi dan meninggalkan tuan muda." Tegas Gordon.
Sang ibu yang masih terlihat waspada, walaupun tertunduk menurunkan sedikit kewaspadaannya.
"Begini, saya masih harus memastikan dari panti asuhan tempat anda mengadopsi Query. Serta perlu waktu untuk melakukan tes DNA, karena yang ada saat ini hanyalah sampel rambut dari almarhum ibu kandung tuan muda. Jadi untuk sementara waktu dapatkah kalian berdua tinggal di kediaman keluarga Russell? Pendidikan, biaya hidup segalanya kami yang menanggung selama tinggal di kediaman keluarga Russell. Tapi jika pun, hasil tes DNA menyatakan tidak sesuai, anda dan putra anda dapat pergi serta akan mendapatkan uang kompensasi." Jelas butler perlahan tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.
"Ba...baik..." Ucap Cresia tertunduk ragu, ini tidak beresiko. Lagipula dirinya tidak berencana untuk menikah lagi. Memiliki Query sudah cukup untuknya. Jika ini memang takdir bagi Query tidak ada yang dapat dilakukannya.
*
Tidak diijinkan membawa satu barang pun dari rusun itu. Bahkan pakaian dan alat masak sekalipun. Mengapa? Sang butler hanya berkata sambil memijit pelipisnya sendiri, pakaian mereka bagaikan keset. Akan ada pakaian lebih layak nanti.
Tapi apa benar? Tentu saja benar! Keluarga konglomerat yang kaya turun temurun. Berbeda dengan keluarga Snowden yang berjaya semenjak segalanya dipegang oleh Flint Snowden.
Keluarga Russell memiliki bangunan kediaman utama yang kokoh. Pilar-pilar besar bagaikan kastil bangsawan Eropa.
Warna klasik, air mancur menghiasai area depan. Berapa raungan yang ada di tempat ini? Entahlah.
__ADS_1
Mereka hanya melangkah dengan canggung. Sedangkan Query menunduk, sesekali melihat ke area sekitar.
Para pelayan berbaris menunduk, berucap bersamaan."Selamat datang tuan muda..."
Apa ini benar-benar rumah keluarganya? Memasuki area lebih dalam, pria tua itu membimbing jalan mereka masuk. Dirinya pernah memasuki kediaman Snowden, tapi terlihat hal yang berbeda.
Desain kediaman keluarga Snowden bernuansa putih dengan beberapa pajangan minimalis. Sedangkan kediaman keluarga Russell, dipenuhi dengan berbagai hal unik tentunya dipastikan bernilai tinggi.
Mulai dari pajangan harimau dan beruang yang diawetkan. Hingga pedang dengan ukiran klasik. Lukisan keluarga itu juga terlihat di sepanjang lorong.
Hingga sampai di ruangan yang mereka tuju, sang butler tertunduk memberi hormat. Ibu dan anak itu memasuki tempat tersebut.
Meja panjang, dengan berbagai alat makan. Hidangan-hidangan yang menggoda, ditata dengan indah.
"Maaf, kami kurang persiapan. Selamat menikmati makan malam anda." Sang butler menunduk, seraya menarik salah satu kursi untuk mereka duduk. Butler profesional yang telah bekerja puluhan tahun untuk keluarga konglomerat.
Query menoleh ke arah ibunya. Cresia mengangguk, sebagai tanda Query boleh duduk.
Seorang pelayan pria lain menarikan kursi untuk Cresia. Pada akhirnya sepasang ibu dan anak yang duduk terasa benar-benar canggung. Tidak terbiasa dilayani seperti ini.
Query menelan ludahnya, mengambil sendok untuk makan. Kemudian kembali makan dengan lahap.
Sedangkan butler menahan tawanya."Besok saya akan memperkejakan seorang guru etika untuk tuan muda."
"Kapan hasil tes DNAnya dilakukan? Dan berapa lama hasilnya akan keluar?" tanya Cresia ragu.
"Paling cepat satu bulan. Tapi jika Query benar-benar Alfred Russel, saya akan mengikuti apapun keinginan tuan muda." Ucap sang butler.
__ADS_1
"A...apa saja? Bagaimana dengan pelayan pribadi?" tanya Query.