Pelita Di Ujung Asa

Pelita Di Ujung Asa
Part 7. Kedatangan Mama Lola


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Vivian sudah bisa pulang


karena kondisinya semakin membaik. Erland sangat setia menunggu Vivian selama


di rumah sakit. Dan hari ini, Erland menyuruh sekretaris Deni untuk menyiapkan


apartemen agar Vivian bisa tinggal disitu.


“Sekretaris Deni, ngomong-ngomong Erland kemana?”


tanya Vivian.


“Tuan Erland, sedang ada pekerjaan yang tidak bisa


ditinggalkan …,’’ jawab Sekretaris Deni yang sengaja berbohong karena


sebenarnya Erland sedang jalan-jalan bersama dengan Bella.


“Oh begitu, dia sibuk banget ya. Tapi nggak apa-apa,


yang penting Erland masih mau menemani aku …,’’ kata Vivian.


Sekretaris Deni merasa tidak tega denga Vivian, bahkan


Sekretaris Deni pun sudah tahu latar belakang keluarga Vivian. Dan ketika


Vivian sedang duduk sambil menunggu suster datang karena kakinya masih sakit


dan butuh waktu untuk bisa jalan seperti semula, tiba-tiba ada seseorang yang


datang ke ruangan Vivian.


“Nyonya besar,’’ Sekretaris Deni yang terkejut melihat


Mama Lola datang.


“Jadi, ini calon menantuku? Cantik sekali,’’ kata Mama


Lola yang tidak menggubris ucapan Sekretaris Deni dan malah langsung


menghampiri Vivian yang sedang duduk di atas ranjang rumah sakit.


“Maaf, anda siapa?” tanya Vivian yang bingung.


“Kenalin saya Mama Lola, Mamanya Erland kekasih kamu ,


Nak …,’’ jawab Mama Lola yang tersenyum kepada Vivian seraya mengusap rambut


Vivian dengan lembut.


Vivian tergelak. ‘Astaga,


kenapa Mamanya Erland tahu aku? Apa dia cerita sama Mamanya?’ batin Vivian dalam


hati.


“Gimana keadaan kamu, Nak? Apa kakinya masih sakit?”


tanya Mama Lola lagi.


“Su-sudah mendingan sih Nyonya. Tapi kakinya yang


sedikit nyeri …,’’ jawab Vivian yang gugup dan takut dengan Mama Lola.


“Haish, jangan panggil Nyonya. Panggil saya, Mama,


seperti Erland memanggil saya dengan sebutan itu,’’ kata Mama Lola kepada


Vivian.


“I-iya Mama,’’ kata Vivian yang lidahnya masih keluh


karena belum terbiasa.


“Deni … Jangan pulang ke apartemen. Kita pulang ke


rumah saya,’’ kata Mama Lola.


“Tapi Nyonya-”


“Saya tidak suka dibantah, Deni. Kau ini sama saja


kayak Erland, sama-sama menyebalkan,’’ Mama Lola pun memotong perkataan


Sekretaris Deni.


Vivian terbelalak, mana mungkin dia harus satu rumah


dengan mama Lola. Sedangkan Vivian, dia hanya pura-pura hilang ingatan dan


hanya ingin membalas dendam ke pamannya. Sekretaris Deni pun mengangguk dan


dengan cepat mama Lola membantu Vivian untuk duduk di kursi roda lalu mendorong


Vivian keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Sekretaris Deni pun langsung melajukan mobilnya menuju


ke rumah mama Lola. Vivian hanya diam dan bingung harus ngapain.


“Oh iya, siapa namamu cantik?” tanya Mama Lola.


“Vivian, Nyonya eh Mama …,’’ jawab Vivian.


“Nama yang sangat bagus, orangnya juga cantik. Kenapa


Erland menyembunyikan wanita secantik kamu? Memang dasar nggak ada akhlak anak


itu,’’ Mama Lola terkekeh.


“Mungkin Erland malu punya kekasih seperti aku, Ma.


Kan aku masih bocil …,’’ ucap Vivian tersenyum.


“Astaga, jangan bilang seperti itu cantik. Erland


mungkin belum siap saja cerita tentang kamu,’’ ucap Mama Lola.


‘Iyalah, kan


aku hanya mengarang cerita saja. Tapi kasihan juga sama Mamanya Erland,’ gumam


Vivian dalam hati.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka pun sudah


selesai dan dengan cepat Sekretaris Deni turun lalu membantu Vivian untuk


turun. Vivian terkejut ketika melihat rumah Mama Lola yang begitu besar dan


megah.


‘Amazing,


rumahnya besar sekali. Lebih besar dari rumahku,’ batin Vivian dalam hati yang


sangat kagum dengan rumah milik Mama Lola.


 “Vivian, ayo


masuk …,’’ ajak Mama Lola.


“Em, iya Ma,’’ ucap Vivian.


Mama Lola sudah menyiapkan kamar khusus untuk Vivian.


lagi Mama Lola akan mendapatkan seorang cucu. Memang dari dulu Mama Lola tidak


menyukai Bella karena sifatnya yang sangat sombong dan suka bicara kasar.


Namun, mau gimana lagi? Putranya sudah sangat bucin dengan Bella walaupun Mama


Lola tahu keburukan Bella seperti apa.


“Nah, ini rumah Mama. Mudah-mudahan kamu betah tinggal


disini ya cantik …,’’ kata Mama Lola.


“Tapi nanti aku ngerepotin nggak, Ma?” tanya Vivian


yang merasa tidak enak.


“Nggak sama sekali, malah Mama senang karena ada teman


mengobrol …,’’ jawab Mama Lola tersenyum kepada Vivian.


“Terima kasih, Ma …,’’ ucap Vivian.


“Hana, tolong antarkan menantu saya ke kamar. Vian,


kamu istirahat saja kalau Erland telepon nggak usah diangkat biar tahu rasa


dia,’’ kata Mama Lola.


“Ba-baik, Ma …,’’ ucap Vivian.


Hana pun mengantarkan Vivian ke kamarnya. Akan tetapi,


ketika ingin menuju ke kamarnya tak sengaja Vivian melihat sebuah foto


pernikahan dan yang paling mengejutkannya Vivian baru tahu kalau ternyata


Erland sudah menikah.


‘Jadi, Om arrogant


ini sudah menikah. Ya Tuhan, kenapa aku malah salah sasaran sih? Pasti kalau


istrinya Om arrogant tahu dia akan sedih banget,’ gumam Vivian dalam hati.


Vivian pun sudah berada di kamarnya. Hana yang selaku

__ADS_1


kepala pelayan di rumah Mama Lola pun melayani Vivian dengan baik.


“Nona muda kenapa? Apa Nona membutuhkan sesuatu?”


tanya Hana membuyarkan lamunan Vivian.


“Tidak apa-apa, mungkin aku hanya kelelahan saja,’’


jawab Vivian.


“Kalau begitu Nona muda istirahat saja, biar cepat


pulih …,’’ kata Hana yang diangguki sama Vivian.


Hana pun pamit untuk kembali melakukan pekerjaannya.


Sedangkan Vivian, dia masih terdiam dan memikirkan tentang rencananya. Namun,


Vivian tidak mau jika istrinya Erland salah sangka lalu menuduh Erland


selingkuh.


“Aku harus cari orang lain untuk membantuku merebut


harta Mama dan Papa, sepertinya aku pergi saja dari sini. Lagian kaki ku sudah


nggak terlalu sakit lagi,’’ kata Vivian yang sudah memutuskan untuk


mengurungkan niatnya untuk memanfaatkan Erland.


“Bodohnya kamu, Vivian. Kenapa nggak nyari tahu dulu?


Kalau kayak gini kan repot sendiri,’’ lanjut Vivian.


**


Sedangkan di tempat lain, Erland dan Bella baru saja


pulang dari mall. Bella pun berpamitan kepada suaminya untuk membersihkan diri


karena badannya sudah lengket semua. Sedangkan Erland, dia mengambil ponselnya


dan mengirim pesan kepada Sekretaris Deni untuk menanyakan tentang Vivian.


(Den, gimana? Apa Vivian sudah berada di apartemen?)


(Nona Vivian di jemput sama Nyonya Lola, Tuan Muda)


balas Sekretaris Deni yang sontak membuat Erland terkejut ketika melihat balasan


dari tangan kanannya itu.


“Sial, darimana Mama tahu tentang Vivian? Bisa tambah


ribet kalau sudah begini,’’ gerutu Erland yang kepalanya cenat-cenut memikirkan


masalahnya.


“Aku harus segera pergi ke rumah, Mama. Tapi tunggu


sampai Bella selesai mandi, karena aku nggak mau kalau sampai dia curiga,’’


lanjut Erland.


Benar saja beberapa menit kemudian Bella sudah selesai


mandi dan dia melihat suaminya sedang duduk di sofa sambil sibuk dengan


laptopnya.


“Honey, kamu masih banyak kerjaan? Mending mandi dulu


deh,’’ kata Bella kemudian duduk di samping Erland.


“Nanti saja, honey. Aku mau ke rumah Mama dulu,” kata


Erland.


“Ck, kenapa lagi Mama kamu itu? Pasti dia menuntutku


untuk hamil lagi kan?” tanya Bella yang mendadak kesal.


“Bukan itu, honey. Aku hanya ingin membahas kerjaan


saja Mama, mau bagaimanapun Mama kan pemilik Perusahaan yang aku kelola,’’


jawab Erland tersenyum kemudian mencium bibir Bella dengan singkat.


“Baiklah, tapi jangan lama-lama. Karena aku takut


sendirian,’’ kata Bella yang diangguki sama Erland.


Erland pun langsung bergegas pergi karena dia sudah


tidak sabar untuk menjelaskan semuanya kepada sang mama. Agar nantinya Mama

__ADS_1


Lola tidak mendesak dirinya untuk menikah lagi.


__ADS_2