
Novel ini aku udah pernah pulblis tetapi, karena akun NT yang dulu nggak ketemu. Jadinya aku mau buat lagi di akun yang baru, ya ceritanya aku buat agak berbeda, begitupun dengan nama sebagian tokohnya. Semoga aja kalian suka :-)
Salam dari Author:-)
+ Happy Reading Gaes +
#Pindah Dimensi
Kejadian di malam hari.
Seorang gadis berambut hitam dikepang dengan iris matanya tajam, hanya memakai tanktop dengan celana berwarna hitam robek-robek di bagian pahanya, tangannya memegang erat benda berbahaya yang dilarang oleh negara, ya benda itu adalah senapan sniper ghost. Sniper pemburu tersebut digunakan untuk membidik seorang pria yang sedang mengobrol dengan pria lainnya yang ada di dalam gedung. Wanita itu berada di atas gedung tinggi dan terus mengamatinya.
"Ayo bermainlah"gumam wanita itu sambil mengunyah permen karet dengan sniper mengarah pada pria yang sedang dibidiknya.
"Gue kasih waktu lima detik untuk tersenyum dan mengatakan selamat tinggal kepada dunia, selagi gue baik."
"Tapi sayang lima detik sudah berlalu dan siap-siap welcome ke neraka!"gumamnya sambil melirik ke arah jam tangan.
Saat pria paruh baya itu sedang berjabat tangan dengan pria didepannya. Dan....
Dorrrrr !!!
Peluru tersebut melesat dengan kecepatan sangat tinggi dengan 900 m/detik dan wussss menembus kaca gedung dan tukk mengenai kepala sang korban. Korban seketika langsung tergulai lemas dan akhirnya jatuh ke lantai dengan kepala yang terus mengeluarkan darah segar.
"Hhh 100% bidikan gue gak akan pernah meleset!"bangga wanita itu bangkit sambil merapikan senapan sniper nya dan dimasukkan ke dalam tas hitam dan diselempangkan nya. wanita itupun berjalan dengan logat sombongnya.
Dilla Xianyu atau sering dijuluki Eyes Ghost. Wanita yang berusia 19 tahun sudah merajai dunia gelap pembunuhan sejak usianya 17 tahun, sungguh anugerah Tuhan berikan padanya. Wanita itu memang sering berpakaian seksi dan menampilkan lekukan tubuhnya hanya untuk menutupi identitasnya sebagai pembunuh berantai, dan parasnya yang cantik tidak mungkin orang akan percaya jika dia wanita keji.
Sementara di luar gedung PT FREEGUNT sudah banyak dikerumuni oleh wartawan, para polisi keluar dengan membawa jenazah korban penembakan.
"Pak, bisa jelaskan bagaimana kejadian ini bisa terjadi??"
"Pak, apakah Korban penembakkan adalah seorang koruptor negara???"
"pak, apa motif pembunuhan ini?? bisa jelaskan pada kami??"
"pak, pak tolong jawab pertanyaan kami!!"
Para wartawan berdesak-desakan demi mendapatkan informasi tentang pembunuhan tersebut dan menanyakan pada pihak berwajib. Mereka belum berhenti sampai mendapatkan informasi tersebut. Dan pimpinan polisi memberikan penjelasannya.
"Tolong untuk media masa tidak terlebih dahulu menyimpulkan, karena kami pihak berwajib akan menyelidiki motif pembunuhan secara tuntas. Terima kasih saya pimpinan polisi negara K menyampaikan."
"Tapi pak, kami percaya bahwa direktur PT PREEGUNT telah melakukan tindak kejahatan."
"Pak, apakah sang pelaku si Eyes Ghost??"
"Eyes Ghost??"batin sang polisi tampan itu. Ia tak menggubris perkataan wartawan dan memilih berlalu meninggalkan tempat kejadian dan masuk ke dalam mobil ambulance jenazah korban penembakan dan mobil tersebut pergi dari sana.
Di tempat berbeda, di sebuah villa besar nan megah terlihat wanita sedang duduk dan menyaksikan siaran berita di TV yang memaparkan berita terhangat di negara K di ruangan berwarna putih dihiasi oleh berbagai macam jenis senjata.
"... Pimpinan polisi Jenderal Xiuman memberikan informasi, jika pihak berwajib telah memperdalam kasus ini dan pihak berwajib akan menangkap sang pelaku penembakan yang sepertinya motif pelaku sama seperti 13 korban bulan lalu. Dan polisi pun sudah memastikan jika pembunuhnya akan segera terungkap. Sekian dari saya jurnalis Lieam mengabarkan kepada anda semua, kembali ke tempat."
__ADS_1
"Hhh Xiuman, Lo gak akan pernah bisa nemuin gue apalagi nangkap gue. Walau Lo mencari gue ke penjuru negeri, nggak akan pernah ketemu!"angkuhnya. Wanita itu menuangkan minuman keras ke gelas dan meminumnya sambil terkekeh.
"Hhhh!! ayah, ibu gue mati gara-gara si tua bangka Jennyu!!"ucap Dilla gila dan lagi-lagi meneguk minuman keras tersebut.
Sebenarnya Dilla adalah gadis baik, tetapi sejak pembunuhan ayah ibunya yang dilakukan oleh Jennyu atau si pimpinan PT PREEGUNT dirinya telah bersumpah akan membalas dendam kan atas Kematian orang yang Dilla sayangi. Kebetulan sekali Dilla mendapatkan tugas oleh seseorang untuk membunuh pria itu, dengan senang hati Dilla menerimanya, walau bayarannya tidak banyak tetapi bagi Dilla itu lebih dari cukup.
"Ayah, ibu kalian harus hidup tenang. Yeye( panggilan kecil dari ayah dan ibunya) udah bunuh si tua bangka Jennyu dan pembalasan dendam yeye telah selesai."ucapnya dengan kesadaran yang hilang.
"Karena yeye sudah membalas dendam, yeye akan berhenti menjadi pembunuh lagi, jika yeye tidak khilaf! Hhhh! Hhhh!"
"Hhh....."
"Hhhh..."
Tawa terakhirnya berhenti, saat kedua matanya terpejam dengan wajah lelahnya ia terlelap. Tidur dengan nyamannya di kursi panjang tanpa terganggu.
Dilla sudah tertidur terlalu lama karena jika ia kebanyakan tidur tubuhnya akan terasa sakit. Dilla membuka kedua mata, pandangannya masih belum jelas.
"Kok kayanya tempatnya aneh?akh pastinya gue masih mimpi."gumam Dilla kembali memejamkan matanya.
Dilla kembali membuka matanya, ditatapnya ruangan itu dengan seksama. ia mengernyitkan keningnya, ruangan dengan gaya kuno dan terlihat ukiran-ukiran pahat jaman dulu. Ruangan ini sangat sempit dan berbeda 100% dari rumah miliknya, lantai-lantai terlihat sangat kotor seperti gudang.
"Dimana ini?? Dimana??"gumam Dilla, lalu ia duduk di tepi kasur.
"Eh ini apa-apaan? kok gue bisa pakai baju kuno sih?? terus sekarang gue dimana???"
"Tempat apa ini, jelek banget!! jangan bilang gue di culik lagi?"
"Woyyyyy!!"
Dilla masih belum menyadari, ia berteriak-teriak seperti orang gila. Dua orang yang menjaga di depan ruangan tersebut juga memakai pakaian serba aneh, mereka terganggu dan sangat resa.
"Ada apa dengan si pecundang? apa dia sudah menjadi gila?"pekik pria A yang memegang sebuah tombak.
"Mungkin saja, pastinya dia sudah hilang akal sehat!"sahut pria B yang juga memegang tombak dengan nada mengejek.
"Woyyy yang di luar!! denger gue gak?!!"teriak Dilla.
"Ya ampun! wanita itu menyusahkan sekali sih!"pekik pria A, lalu ia membalikkan badannya dan menendang pintu ruangan secara keras.
Brakk!!
Dilla terbelalak menatap ke arah pintu dengan wajah kaget. "Astaga ! kaget anjirr!"pekik Dilla sambil mengelus dada.
"Hei! pecundang kediaman Mentri, ada apa sih kau ini ribut sekali! sudah bikin malu sekarang menjadi gila!"ketus pria B dengan wajah menghinanya dengan menatap wajah wanita itu.
"Hah! apaan nih, datang-datang bentak gue? Lo pada ga tau siapa gue, hah?"sahut Dilla sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Cih!"pria A berdecih. "Jika bukan karena tuan besar berbesar hati, mungkin anda bisa kehilangan nyawa. Tuan besar sangat baik dan membiarkan Anda di hukum di aula awam ini!!"tambahnya dengan nada yang tinggi.
"Anda selalu mempermalukan kediaman Mentri! dasar anak selir nggak tau diri!!"timpal pria B dengan sengit.
__ADS_1
Dilla menyipitkan matanya. "Keluarga? yang bener aja gue punya keluarga, gue kan anak yatim piatu. Yang udah jelas kalau gue nggak punya ayah dan ibu."Dilla membalasnya dengan sengit.
"Sebenarnya ini tuh ada acara apaan sih, gue kaga faham. kalau Lo pada cari aktris maaf-maaf aja gue kaga mau! Duit gue punya, banyak. Dan besok gue mau keliling dunia!"Dilla melangkahkan kakinya namun, tiba-tiba dua pria itu menyilang kan tombak mereka dan menghentikannya.
"Anda dilarang keluar sebelum tuan besar perintahkan!"kata pria A.
"Lo siapa gue? temen, bukan, saudara, bukan, keluarga juga bukan, apalagi kalau pacar mana mau gue!"Nyinyir Dilla ilfill.
Para pria itu saling tatap lalu mereka mengedikkan bahu, tidak faham dengan kata-kata wanita ini.
"Tapi ini perintah tuan besar, anda harap tidak merepotkan kami!"tegas pria B dengan nada tinggi.
"Bodo amat dah, pokoknya gue mau keluar dan gue udah bilang nggak ada kata yang mulia! Yang mulia lagi! apalagi jadi aktris, pekerjaan gue itu Money is money, you no!!"sombong Dilla sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Tadi si pecundang, bicara apa?? kayanya aneh bener, apa dia udah hilang akal?"pria B berbisik-bisik pada pria A.
"Mungkin dia gila! hehehe..."balas pria A.
"WOY Lo pada ngomongin gue ya?ngaku nggak anjirr!!"timpal Dilla memekik tajam.
Bukannya merespon, mereka malah tertawa nggak jelas sambil menatap wajah Dilla.
"Hhhh"
"Hihihi!!"
"Hohoho!!!"
"Cih! dasar pecundang!!"pria A berdecih sambil meludah di depan wanita itu.
"Oh my God! jangan bilang kalau gue berpindah ke zaman kuno???"Dilla meneguk ludahnya kasar. "Gak, nggak. pokoknya gue harus balik ke zaman gue, gue gak mau hidup miskin disini!"
Kemudian mata bulatnya tertuju pada sembilah pedang yang tercantol manis pada pinggang pria itu. Karena keahliannya pada usia 5 tahu, Dilla langsung menyambar pedang tersebut. Bahkan gerakannya secepat kilat hingga tak ada yang mengetahuinya.
Para prajurit langsung melongo kala tak melihat gerakan Dilla dan kini pedang tajam itu sudah berada di genggaman tangan Dilla.
"Hei kembalikan pedang itu!"pinta prajurit A.
"Gerakannya kenapa aku tidak mengetahuinya?"batin prajurit B terheran-heran melihatnya.
"Huh, mana mungkin! gue gak mau tinggal di sini!"pekik Dilla menakutkan.
"Pokoknya gue harus balik, walaupun caranya harus bunuh diri! mungkin takdir Tuhan seperti ini, tapi gue Dilla Xianyu akan selalu melawan takdir!!"batin Dilla berargumen dengan pikirannya.
Dilla mengangkat pedang tersebut di depan wajahnya, lalu menatapnya tajam. Ia menghembuskan napasnya berat, pedang tajam yang mengkilat itu kemudian dia arahkan ke perutnya dan srett! pedagang itu menusuk perut Dilla.
"Gue yakin gue bakal pulang!"gumam Dilla dengan yakin, pandangannya mulai kabur dan gelap. Sedetik kemudian, tubuhnya tergeletak ke lantai dengan tergulai lemas bersimbah darah.
Para prajurit terkejut, dengan pemandangan yang mereka lihat. Si wanita pecundang kini membunuh dirinya sendiri. Tapi mereka tampak biasa saja.
*Bersambung*
__ADS_1