PEMBALASAN SANG PECUNDANG

PEMBALASAN SANG PECUNDANG
Pangeran Xuan


__ADS_3

Brakk!!


pintu penyimpanan harta benda terbuka kasar, prajurit langsung masuk dan memeriksa keadaan.


Dilla sudah keluar lewat atapnya, dia berlari dari atap ke atap dan sialnya lagi.


"Itu pencurinya!! dia berlari di atap!!"


prajurit yang diluar berteriak dan menunjuk ke arah Dilla. Semua orang menjadi panik, dan keberuntungan Dilla. Perdana menteri Xianzuw dan permaisuri serta para Puteri sedang tidak ada di kediaman ini, mereka sedang menghadiri perjamuan makan keluarga istana.


"aku harus secepatnya pergi dari sini!"gumam Dilla, ia terus berlarian di atap rumah dan dibawah sana para prajurit mengejar.


Pangeran Xuan yang berada di kediaman, mendengar keributan di luar langsung keluar.



"prajurit! ada apa?"tanya pangeran Xuan.


prajurit itu memberi hormat. "ampun pangeran, tadi ada yang berani mencuri di kediaman menteri"info prajurit.


Pangeran Xuan, mengepalkan tangan dengan rahang tegas, wajahnya terlihat marah. "Cepat tangkap pencurinya! jangan biarkan lolos!!


"Laksanakan pangeran"prajurit itu segera mencari sang pencuri.


"Sialan!"pangeran Xuan menyingkapkan hanfu nya, dia pergi membawa pedang andalannya.


Gadis itu langsung menghilang dari atap, Dilla berjalan mundur mengendap-endap menuju halaman belakang kediaman Loiw.


"Sepertinya keadaan sudah aman, aku harus meninggalkan tempat ini secepatnya"gumam Dilla.


Pelayan yang sedang membersihkan halaman belakang, tak sengaja melihat seseorang memakai pakaian jelek dengan wajah yang ditutupi oleh cadar hitam sedang berjalan mengendap-endap.


"Siapa itu?"batin Pelayan wanita itu bingung. "gerak geriknya mencurigakan, dan pakaiannya pun aneh!"


pelayan itu berlari hendak memberi tahukan kepada pangeran Xuan, tetapi saat ia hendak pergi tangannya ditarik seseorang.


"aaapp!"mulut pelayan itu langsung dibekap oleh Dilla. dan kedua tangannya ditahan kebelakang.


"Kau pikir aku tidak tahu jalan pikiranmu?!"pekik Dilla menakutkan.


pelayan itu masih memberontak dengan terpaksa Dilla memberikan hukuman padanya dengan cara melumpuhkan titik vitalnya.

__ADS_1


"gawat aku tetotok!"batin Pelayan wanita itu terkejut.


"Ahh!"pelayan itu kesakitan.


Lalu Dilla menidurkan tubuh pelayan wanita yang hampir saja membuatnya dalam masalah.


Dilla berbalik badan. Dia ancang-ancang untuk melompati tembok tinggi itu namun suara seseorang di belakang menghentikannya.


"Jangan pikir kau akan lolos dari sini dengan mudah!!"suara berat itu mengejutkan Dilla.


Dilla menengok sekilas. "pangeran Xuan, Apakah dia mengenaliku?"gumam Dilla panik.


"Siapa kau?!"pangeran Xuan bertanya.


Dilla menghela napas lega, ternyata pangeran Xuan tidak mengetahui bahwa pencuri itu adalah adiknya. "Aku adalah orang yang membenci keluargamu!!"sahut Dilla dingin.


Pangeran Xuan terkejut mendengar suara orang itu yang seperti binatang buas menanti mangsanya.


"Apakah kau tahu hukuman bagi seorang pencuri di kediaman perdana menteri Kerajaan adalah hukuman mati"pangeran Xuan menakutinya.


Dilla berbalik badan menatap mereka semua, para prajurit sudah siap mengangkat senjata namun pangeran Xuan menahannya.


"Seorang wanita?"kaget pangeran Xuan melihat orang di depannya.


Pangeran Xuan tersenyum aneh dengan ekspresi wajah sulit diartikan.


"siapa namamu?!"pangeran Xuan bertanya.


Dilla mendengus muak. "hanya pencuri bodoh yang akan memberitahukan namanya!"


"ternyata kau bermulut pedas ya?"pangeran Xuan tersenyum tipis. "Aku akan melepaskanmu jika kau membuka cadarmu itu?"


Dilla memutar bola matanya jengah, berani sekali dia tawar menawar dengan dirinya. "kau pikir aku ini bodoh? dengan memperlihatkan wajahku, dan kau akan membebaskan ku begitu saja? setelah yang aku lakukan 'hah?"pekik Dilla.


"aku akan membantumu"tawar pangeran Xuan.


"sudahlah aku muak sekali mendengar ocehan mu itu!"


"HEI! BERANI SEKALI KAU MENGHINA PANGERAN XUAN?! KAU TAU KAU PANTAS UNTUK MATI!!"teriak salah seorang prajurit tidak terima dengan perkataan Dilla sambil mengeluarkan pedangnya.


"Tahan!"lerai pangeran Xuan dengan merentangkan tangan kirinya menahan prajurit itu.

__ADS_1


"Tapi pangeran, di---"


"Ini perintah!"tegas pangeran Xuan dan prajurit itu diam.


"walaupun kau menolak membuka cadarmu, tapi kau tidak akan bisa pergi. Kau sudah dikepung!"pangeran Xuan tersenyum devil dan menakutinya.


Para prajurit langsung membuat formasi dengan membuat lingkaran yang ditengahnya ada Dilla.


Terdengar dengusan kemarahan. "Kau pikir aku perduli?!"


"lebih baik menyerahlah dan kau akan mendapatkan keringanan hukuman?"pinta pangeran Xuan.


"jika aku menolak bagaimana?"angkuh Dilla sambil melipat kedua tangan di dada.


Pangeran Xuan geram mendengarnya. "Huh! itu yang kau pilih? baiklah, prajurit!"perintahnya.


Para prajurit langsung mengeluarkan pedang dengan menggerak-gerakkan nya untuk menyerang Dilla.


Dilla waspada.


"Serang!!!"perintah pangeran Xuan.


Dilla mengangkat kaki kanan yang di pijakannya ke tanah dan Wussss Dilla melayang dengan posisi salto, dia melompat dan melewati tembok tinggi itu.


pangeran Xuan dan para prajurit tercengang dengan mata menatap aksi pencuri itu.


Brukk!!


Dilla menghentakkan kaki ke tanah dengan sedikit berjongkok, lalu menoleh ke belakang banyak sekali yang menatapnya.


"Siapa orang itu?"


"Apakah dia seorang pencuri??"


"Wah hebat sekali orang itu"


Bisik-bisik para warga yang melihat aksi gadis itu, Dilla langsung melesat berlari.


"Tunggu apa lagi kalian!! tangkap pencuri itu"teriak pangeran Xuan geram.


"laksanakan pangeran!"mereka memberi hormat lalu pergi mencari pencurinya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2