
Di ibu kota Tummeng, kota dengan keramaian penduduknya yang berlalu lalang. Tak usah diragukan lagi kota ini terkenal akan keindahan alam dan lingkungan sekitar.
Beberapa saat datanglah para penunggang kuda yang habis pulang berperang, di depan terlihat sosok pria tampan berbaju Jirah yang kuat menunggangi kuda dan memimpin rombongan. Suara sepatu kuda terdengar di sepanjang jalan, para penduduk pun memberi jalan dengan rasa hormat.
"*aahh! pangeran sudah pulang perang?"
"Ya ampun tampan sekali pangeran Shen*"
"pangeran Shen aku mencintaimu!"
"Pangeran Shen sangat hebat mampu memimpin pasukan dan pulang dengan membawa kemenangan!!"
"Hidup pangeran Shen!"
"Hidupp...."
"Hidupp...."
Pangeran Rayn Shen adalah pangeran ke tujuh Putera yang mulia Liu Zhi Xiang Qin dengan permaisuri Liu Hua Yu. Beliau adalah jenderal kerajaan dinasti Ming, jarang sekali berada di istana tidak seperti para pangeran lainnya. Pangeran Shen jenderal yang tangguh, hebat dan kuat karena memiliki Rajawali Emas.
"Pangeran, apakah kiranya anda istirahat sejenak di kedai itu? mengingat sejak keberangkatan kita menuju istana pangeran belum istirahat juga?"tanya paman Zhuo ( kakanda permaisuri Hua Hin Yu, ibu pangeran )
"Baiklah"jawab pangeran Shen.
"Kita akan beristirahat di kedai dulu!!"paman Zhuo berteriak memberi info pada prajurit yang dibelakang.
Pemilik kedai itu keluar menyambut kedatangan sang pangeran dengan rasa hormat. "Selamat datang yang mulia pangeran Shen"
Pangeran Shen turun dari kudanya diikuti para prajurit yang menunggang kuda.
"Siapkan ruangan untuk pangeran istirahat!"pemilik kedai itu memerintahkan para pelayannya segera menyiapkan ruangan untuk pangeran.
"Pangeran silahkan masuk"sang pemilik kedai mempersilahkan pangeran masuk.
Pangeran Shen pun masuk ke dalam sana, ia memasuki ruangan yang ditunjukkan sang pemilik.
"sebagian dari kalian jaga diluar, harap tetap waspada! mengerti?!"paman Zhuo memerintahkan para prajurit.
"mengerti!"
kompak para prajurit, yang sudah istirahat harus bergantian menjaga di depan. Paman Zhou memasuki ruangan yang berbeda dengan ruangan sang pangeran.
"siapkan makanan dan minuman yang lezat untuk pangeran, segera!"teriak pemilik kedai.
Beberapa saat para pelayan wanita yang cantik-cantik datang membawa makanan dan minuman untuk dihidangkan.
"Terima kasih"ucap pangeran Shen tersenyum manis.
"emm, apakah pangeran ingin ditemani wanita penghibur??"dengan lancangnya sang pemilik kedai itu menanyakan hal yang paling dibenci pangeran Shen.
__ADS_1
Pangeran Shen menggertakan gigi, rahangnya yang tegas mengeras, kedua tangan mengepal. "Keluar!"satu kata mampu membuat orang itu kocar-kacir pergi.
Pangeran Shen duduk dengan bersila kaki, ia meletakkan pedang yang terdapat simbol naga di bagian bilah pedang dan batu Ruby di sarung pedang ke lantai.
"Cepat kejar pencuri itu!!"para prajurit dari kediaman perdana menteri terus mencari sang pencuri.
Dilla memasuki ibu kota Tummeng menganga tidak percaya ternyata zaman kuno sangat mengagumkan, kota yg ramai akan penduduk. Tetapi dia tidak ada waktu untuk terus mengagumi tempat itu, jika para prajurit kediaman perdana menteri menemukannya pasti habis riwayatnya.
Dilla kini berlari memasuki pasar, dia bersembunyi di antara kerumunan orang banyak. Banyak sekali pasang mata tertuju padanya, sebenarnya banyak yang penasaran bagaimana wajah Dilla di balik cadar. Ada yang membayangkan jika Dilla si buruk rupa dan ada pula yang membayangkan Dilla si gadis cantik.
"Lihatlah wanita itu, mengapa memakai cadar? apakah dia si wanita tua dengan wajah buruk rupa?"
"Husss jangan berisik! kasian"
"Sepertinya wajah wanita itu terlalu cantik dan dia tidak ingin wajahnya di lihat orang"
Para prajurit kewalahan mencari sang Pencuri jika ditempat ramai. Mereka masih memeriksa setiap toko-toko di pasar dan menanyakannya.
"apakah kalian melihat wanita dengan ciri-ciri perawakan sedang dengan wajah ditutupi cadar?"tanya prajurit.
"hamba tidak melihatnya tuan"sang pemilik toko pakaian jujur.
Setelah itu mereka kembali mencari Dilla.
"Sepertinya ada orang kerajaan di tempat itu, aku harus masuk ke sana. dengan begitu tidak akan mudah bagi prajurit kediaman perdana menteri menemukanku"gumam Dilla mencari cara agar ia masuk ke sana.
"Ting!" otak cemerlangnya timbul, Dilla berlari saat melihat jendela salah satu ruangan terbuka, dan wussss Dilla melompati jendela itu.
"Aku tanya siapa kau?!"tanya orang itu dingin.
"Tenang Dilla"batin Dilla sambil menghembuskan napas panjang.
Pukk!
Dilla memukul keras tangan orang itu agar menjauhkan pedang tajam dari lehernya.
Dilla berbalik badan dan menatap orang yang berani mengancamnya dengan pedang.
Tampan. satu kata yang tersirat di benak Dilla, pria itu benar-benar tampan, tubuhnya atletis dan perawakannya pun sangat sempurna.
Dilla bengong dibuatnya sampai ia lengah, pedang tajam itu sudah menjulur di dada sebelah kiri, jika laki-laki itu maju pasti dada Dilla akan tertusuk.
"Aku tanya, siapa kau? mengapa masuk ke dalam tempat peristirahatan ku? ayo Jawab sebelum pedang ini menusuk mu "dingin pangeran Shen dengan wajah datarnya.
"ganteng-ganteng kok galak banget?!"batin Dilla kesal.
"Kau tidak sopan sekali! ingin memeriksa tempat ini, apakah kalian tahu pangeran istana sedang istirahat??"paman Zhou membentak mereka.
Di depan tempat itu terdengar keributan Antara prajurit pangeran kerajaan dengan prajurit kediaman perdana menteri.
"Maafkan kami Jenderal Zhou, tetapi kami hanya ingin mencari pencuri yang masuk ke dalam tempat ini"prajurit kediaman perdana memberi hormat.
"Tetapi kami tidak melihat seseorang masuk ke tempat ini, jadi kalian pergilah! jangan mengganggu istirahat pangeran!"pekik paman Zhou memerintah.
__ADS_1
"sialan! sepertinya mereka melihat aku memasuki tempat ini? aku harus cepat-cepat pergi!"batin Dilla gundah.
Pangeran Shen mendengar perkataan paman Zhou yang marah, lalu ia menatap orang didepannya ini. "Apakah kau seorang pencuri di kediaman perdana menteri?"
"itu bukan urusanmu!"dingin Dilla.
pangeran Shen menyeringai dan Dilla menatapnya ngeri. "Senyuman macam apa itu?!!"gumam Dilla dalam hati.
"Apakah kau tahu kau sedang berbicara dengan siapa?"
"astaga! mengapa harus menanyakan hal yang tidak penting?"batin Dilla.
"Aku tidak tahu dan tidak ingin tahu siapa kau! singkirkan pedangmu itu, wahai manusia?!"ketus Dilla.
"Tidak semudah itu"tatapan mata pangeran sangat mengintimidasi Dilla. "Paman Zhou, biarkan prajurit kediaman perdana menteri masuk untuk memeriksa tempat ini!"
"Baik pangeran!"paman Zhou menyahuti di luar ruangan pangeran.
"pangeran?"kaget Dilla, dia berhasil lolos dari kejaran para prajurit itu dan kini malah masuk ke dalam kandang harimau??
Pangeran Shen melangkah maju hingga membuat Dilla mundur ke belakang, jika tidak pedang itu akan melukainya.
"mau apa kau?!"pekik Dilla curiga akan gelagat pria itu yang melihat bagian dadanya. "Jangan macem-macem kau!"ketus Dilla menyilang kan kedua tangannya di dada.
Pangeran Shen terkekeh melihat reaksi tubuh gadis itu, dia penasaran sekali dengan wajah di balik cadar hitam tersebut.
"aku tidak ada waktu lagi!"Gumam Dilla.
Tanpa aba-aba Dilla menendang perut pangeran Shen hingga si empunya mengadu kesakitan. Dia tak ingin melewatkan kesempatan emas untuk pergi dari sana namun, dia yang lengah pun akhirnya cadar yang ia pakai terlepas akibat ditarik oleh pangeran Shen.
Pangeran Shen tak percaya melihat wajah cantik Dilla, matanya yang melotot pun tak kunjung kedip.
"Sial! dia sudah melihat wajahku!"umpat Dilla saat cadarnya di tarik. Selagi pangeran Shen sedang melongo Dilla langsung melompati jendela dan berlari dari sana.
"bukankah itu Puteri ketiga, Puteri Sayurri dari kediaman Menteri Xianzuw? tetapi ... mengapa rumor yang beredar jika Puteri Sayurri seorang pecundang dengan wajah buruk rupa? dan yang aku lihat tidak seperti rumor yang beredar?!"
"Hmm, menarik"gumam pangeran Shen sembari menyunggingkan senyuman manis dengan mata menatap punggung Dilla yang semakin hilang.
"Memberi hormat pada pangeran Shen. maaf jika kedatangan kami mengganggu istirahat pangeran"prajurit kediaman perdana menteri memberi hormat di ambang pintu ruangan istirahat pangeran Shen.
Pangeran Shen berbalik badan menghadap prajurit perdana menteri. "Periksalah"ucapnya.
"Terima kasih pangeran.... kalian periksa apakah ada pencurinya?!"prajurit itu memeriksa ruangan pangeran dan beberapa menit mereka tidak menemukan keberadaan sang pencuri.
"Terima kasih pangeran telah mengijinkan kami menjalankan tugas, kami meminta maaf atas ketidak nyamanan pengeran"prajurit kediaman perdana menteri.
"Hmm"dingin pangeran dengan wajah datarnya.
" kami mengundurkan diri"para prajurit memberi hormat lalu mereka semua pergi dari sana.
*Bersambung*
__ADS_1