PEMBALASAN SANG PECUNDANG

PEMBALASAN SANG PECUNDANG
Episode 11


__ADS_3

Chu benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya. Mengapa rumor beredar mengatakan bahwa putri Sayurri adalah wanita lemah yang tidak berguna. Semua itu berbanding terbalik dengan apa yang barusan dilihatnya, ia terkesan dingin dan kejam bahkan berani menampar wajah putri Zu, anak kesayangan perdana menteri. Sungguh wanita yang tak terduga.


Tak ingin berlama-lama, Chu melesat pergi dari kediaman Mentri menuju Istana Timur yang merupakan kediaman pangeran Shen.


"Lapor pangeran!"Chu memberi hormat kepada pangeran Shen.


"Bagaimana?"lelaki yang duduk memainkan kuas di kertas yang meninggalkan coretan rapi itu bertanya.


"Ternyata dugaan pangeran mengenai rumor putri Sayurri itu benar. Perempuan yang dikenal bodoh benar-benar berubah 180 derajat setelah bangun dari masa kritis saat mencoba bunuh diri dengan menghunuskan pedang ke perut."ucap Chu.


Pangeran Shen tiba-tiba berhenti menulis, mendongak dengan alis berkerut. "Mencoba bunuh diri?"ia merasa aneh mendengar kalimat itu.


"Menurut kabar yang beredar dari para pelayan kediaman perdana menteri, putri Sayurri menjadi sangat gila, perilaku dan gaya bicaranya sangat aneh. Bahkan permaisuri Meng memanggil seorang dukun untuk mengusir roh jahat."


"Putri juga memberi pelajaran kepada putri Zu dengan menamparnya dihadapan para pelayan, bahkan tamparan itu diberikan atas nama pelayannya."kata pengawal Chu.


Sudut bibir pangeran Shen terangkat, "putri Sayurri sepertinya sangat menarik."


"Sepertinya pangeran sangat memperhatikan putri Sayurri ini. Ini rasa penasaran atau ada hal lain?"batin Chu kala menyaksikan ekspresi berbeda tuannya.


"... Apakah pangeran ingin aku melindungi Putri Sayurri diam-diam?"


Pangeran Shen mengangkat wajah, lalu tersenyum simpul.


"Apa maksud dari senyum pangeran? Mengapa aku agak bingung??"


"Pangeran...?"


"Tidak perlu. Kau tidak perlu melakukan itu, aku rasa dia bisa melindungi dirinya sendiri."sahut pangeran Shen datar.


"Baik, pangeran."


"Oh ya, Chu. Bukankah Minggu depan akan ada acara festival bunga yang diadakan oleh kaisar di istana?"Pangeran Shen menoleh.


Chu mengangguk. "Benar, pangeran."


"Aku ingin kau mencari tahu apakah putri Sayurri akan menghadiri jamuan itu atau tidak?"titah pangeran Shen.


"Laksanakan!"

__ADS_1


"Kau boleh pergi,"pangeran Shen mengangkat tangan.


Chu mengangguk dan memberi hormat. Setelahnya, meloncat keluar jendela.


*****


Prank!


Gelas dilempar kasar oleh putri Zu. Wajahnya merah padam, kelihatan sangat marah. Bagaimana tidak, tamparan yang Dilla berikan sangat melukai reputasinya.


"****** sialan itu beraninya menampar pipiku! Argh! Tunggu saja akan aku balas dua kali lipat!"geram putri Zu.


"Apa yang terjadi? Berantakan sekali."seru seseorang pemilik suara lembut itu.


Sontak putri Zu menoleh, melihat ke arah sumber suara berasal. Ia mengepalkan tangan sambil membentak.


"Sedang apa kau di sini? Aku tidak menerima tamu."


Wanita berparas cantik itu terkekeh, suaranya lembut dan elegan. Dialah putri keempat, putri Xiao yang terkenal ramah dan berbakat itu. "Salam kepada kakak kedua,"ia memberi salam.


Putri Zu mendengus seraya membuang muka. "Apa kau datang untuk mengejekku."


Putri Xiao tergelak. "Aku dengar kabar burung, kakak Sayurri datang ke kamarmu? Apa benar?"


"Pelayan berikan obat kepada kakak kedua."seru putri Xiao. Pelayannya datang, memberikan kotak obat.


"Obat ini adalah obat mahal yang bisa menyembuhkan luka luar. Aku berharap kakak dapat memakainya. Wanita tercantik di kota tidak boleh jadi bahan cemoohan banyak orang."kata putri Xiao.


"Maksudmu!"pekik putri Zu, kesal. Ucapan putri Xiao lembut tapi terdengar menohok di telinga.


Putri Xiao tersenyum.


"Aku tidak memiliki maksud lain. Sebagai adikmu, apa kau akan diam saja atas perlakuan kakak ke-tiga? Dia begitu lancang dan tidak sopan padamu. Takutnya jika dibiarkan akan menambah parah."


Putri Zu terdiam. Dia mengerti maksud perkataan putri Xiao. Tiba-tiba dia menyunggingkan senyum.


"Kau begitu baik kepadaku. Kenapa tidak kau saja yang membalaskan tamparan ini kepada adik ke-tiga? Bukannya datang dan mengusulkan?"


Putri Xiao tertegun.

__ADS_1


Putri Zu semakin menyeringai, dia tahu adik tirinya ini bukan wanita sederhana, dia terlalu licik.


"Ah, aku begitu lemah. Bagaimana bisa membalas kepada kakak ke-tiga."ucap putri Xiao mendramatisasi keadaan.


"Benarkah?"putri Zu bangkit dari kursi, melangkah mendekat ke arah Putri Xiao. "Kau mungkin begitu lemah, tapi otak dan lidahmu sangat tajam. Sampai membuat semua orang terkejut."


Putri Xiao tidak bergeming. Putri Zu akui ketenangannya itu.


"Pelayan! Antar putri Xiao keluar. Aku lelah ingin tidur. Dan katakan terima kasih untuk obatnya."


"Baik, putri. Silahkan putri Xiao,"ucap pelayan putri Zu.


Putri Xiao tersenyum tipis. "Kalau begitu, adik pamit. Beristirahat lah."


"Hmm."


Putri Xiao pun meninggalkan tempat.


"CK! Dia pikir aku bodoh. Wanita licik sepertinya mana mungkin mengotori tangannya sendiri. Benar-benar adikku tersayang."


*****


Di koridor paviliun putri Xiao berjalan bersama dua pelayan kepercayaannya.


"Setelah melihat memar di wajah kakak kedua, apa mungkin kakak ke-tiga melakukannya? Sedikit aneh. Bukankah dulu dia sangat pemalu dan lemah. Mengapa sekarang berbeda?"gumam putri Xiao, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Lalu balik badan menatap dua pelayan-nya.


"Pelayan, apa benar kakak ke-tiga yang melakukannya?"


"Benar, putri. Hamba kemarin tidak sengaja melihatnya sendiri. Putri Sayurri menampar wajah putri Zu dihadapan para pelayan."jawab pelayan itu.


"Oh, pantas saja dia sangat marah. Apakah menurut kalian, kakak ke-tiga berubah setelah sakit?"


Kedua pelayan itu mengangguk.


"Menarik sekali. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan kakak ke-tiga, dan melihat apa dia jauh lebih kuat dari sebelumnya."gumam putri Xiao, melanjutkan melangkah.


*****


Lama ya author gantungnya 😒

__ADS_1


Maaf ya. Author jadi sok sibuk dan baru login lagi sama ceritanya terus aplikasinya. Tau nih, nyambung gak ya. Soalnya udah lama wkkk🤣


Next gak? Next aja ya. Author maksa nih hahaha 🤣


__ADS_2