
MENYATAKAN bahwa Han sin terbukti dengan sah dan meyakinkan
bersalah melakukan tindak pidana, perbuatan
cabul dengan anak muridnya yang belum dewasa.
Menghukum dengan penjara selama tujuh
bulan......"
Ling ling menghela napas panjang. Sebaglan tuntutannya memang
berhasil. Lakilaki itu telah di-jatuhi hukuman. Tetapi hukuman
yang tidak se-timpal atas dosanya.
Tujuh bulan penjara untuk perbuatan yang demikian
menjijikkan! Memerkosa anak muridnya
yang masih di bawah umur. Seorang murid
yang baru berumur lima belas tahun!
Dan lelaki biadab itu hanya dihukum tujuh bulan!
PAdahal Ling Ling menuntut hukuman dua belas
tahun penjara. Hukuman maksimal untuk kasus perkosaan
Tetapi PATRIAK/KETUA SEKTE menganggap kasus ini bukan perkosaan. Hanya
perbuatan cabul atas dasar mau sama mau. Bukan paksaan.
Karena itu terdakwa hanya divonis tujuh bulan
penjara.
Tujuh bulan untuk perbuatan menghancurkan masa
depan seorang gadis remaja berumur lima belas tahun!
Ah, haruskah anak perempuan patriak itu
sendiri yang jadi korban baru dia dapat ikut
merasakan pendeitaan seorang korban perkosaan?
Saat itu barangkali dia baru dapat menjatuhkan
hukuman yang lebih berat kepada si pelaku!
DAN SELURUH sekte gempar.
SETELAH Seorang siswi ditemukan melahirkan di WC
!
Patriak yang mendapat laporan dari
murid-murid yang melihat genangan air bercampur darah
__ADS_1
mengalir keluar dari celah-celah bawah pintu WC, langsung
mendobrak pintu bersama
Gak houw, tetua kedua.
Dan mereka menemukan Tan Kim Lian meringkuk
ketakutan. Roknya yang putih berlumuran darah.
Wajahnya pucat pasi. Bibirnya gemetar. Lebih
banyak karena takut daripada karena menahan
sakit. Tetapi bukan pemandangan itu yang membuat
Gak HWA tetua ke 10 mendadak terkulai lemas dengan
perasaan mual.
Seonggok daging berlumuran darah... Daging itu...
seorang bayi! Bayi kurus kecil tanpa lengan... terkapar tak
berdosa di lantai wc...
Hanya Gak houw yang cukup tegar bertindak.
Sementara Feng liang dan Gak hwa hanya bisa termangu
dilibat shock.
Daya tahan bayi lelaki tanpa lengan yang
Setelah mendapat pertolongan darurat di tabib
terdekat,
dia mulai memperlihat-kan tanda-tanda kehidupan.
Tangisnya yang lemah seolah-olah mengabarkan kehadirannya
di tempat yang hampir menolak-nya.
"Dia selamat," sang tabib berdesah kagum.
"Bayi ini hidup! Dia mampu bertahan! "
Tetapi sambutan keluarganya sungguh mengecewakan.
"Untuk apa dia dibiarkan hidup?"
keluh ibu Kim Lian pahit.
"Untuk apa tabib menolongnya?"
Dia hidup hanya untuk memberi aib keluarga!
Bayi tanpa lengan! Tanpa ayah!
"Kita harus memaksa Kim Lian mengatakan
__ADS_1
siapa bapaknya!"
geram ayah Kim lian sengit. "Lelaki itu harus bertanggung
jawab!"
"Apa gunanya? Aib ini takkan terhapus sekalipun ada lelaki
yang mengakuinya.
Anak itu bukan cuma haram! Dia cacat! Buat apa dia
dibiarkan
hidup kalau hanya untuk menyiksa kita?"
"Keterlaluan," desis sang tabib kepada perawatnya setelah
orangtua Kim lian berlalu.
"Kita berjuang untuk menyelamatkan bayi itu. Bukannya
berterima kasih mereka malah menggerutu!"
"Bukan hanya menggerutu, guru," dumel yang Lian.
"Mereka menyumpahi cucunya sendiri! Berharap agar anak itu
mati!"
"Sekarang mereka pasti sedang memaksa anaknya mengatakan
siapa bapak bayi itu!"
Tetapi Kim lian tidak berani mengatakan siapa
ayah anaknya. Lagi pula... siapa yang percaya?
Han sin guru yang disegani. Terkenal ganteng dan berilmu tinggi.
Simpatik. Ramah. Berwibawa. Namun tidak
galak.
Umurnya tiga puluh empat tahun. Baru satu
setengah tahun menikah. Dan mempunyai seorang anak
perempuan berumur tujuh bulan.
Nah, siapa yang percaya? Siapa yang percaya kalau suami dan
bapak yang berbahagia itu masihtega menodai muridnya?
Teman-temannya memang tahu Kim Lian merupakan anak emas
Han Lin . Nilai selalu baik, ilmu silat yang diajarkan dengan mudah dipelajari, semua buku silat ilmu andalannya dikamarnya sudah dihafalnya, dia boleh tidak ikut
pelajaran kapan saja dia mau. Tetapi
siapa yang tahu betapa intimnya hubungan mereka akhir-akhir
__ADS_1
ini?