PENDEKAR CACAD

PENDEKAR CACAD
DISIDANG


__ADS_3

MENYATAKAN bahwa Han sin terbukti dengan sah dan meyakinkan


bersalah melakukan tindak pidana, perbuatan


cabul dengan anak muridnya yang belum dewasa.


Menghukum dengan penjara selama tujuh


bulan......"


Ling ling menghela napas panjang. Sebaglan tuntutannya memang


berhasil. Lakilaki itu telah di-jatuhi hukuman. Tetapi hukuman


yang tidak se-timpal atas dosanya.


Tujuh bulan penjara untuk perbuatan yang demikian


menjijikkan! Memerkosa anak muridnya


yang masih di bawah umur. Seorang murid


yang baru berumur lima belas tahun!


Dan lelaki biadab itu hanya dihukum tujuh bulan!


PAdahal Ling Ling menuntut hukuman dua belas


tahun penjara. Hukuman maksimal untuk kasus perkosaan


Tetapi PATRIAK/KETUA SEKTE menganggap kasus ini bukan perkosaan. Hanya


perbuatan cabul atas dasar mau sama mau. Bukan paksaan.


Karena itu terdakwa hanya divonis tujuh bulan


penjara.


Tujuh bulan untuk perbuatan menghancurkan masa


depan seorang gadis remaja berumur lima belas tahun!


Ah, haruskah anak perempuan patriak itu


sendiri yang jadi korban baru dia dapat ikut


merasakan pendeitaan seorang korban perkosaan?


Saat itu barangkali dia baru dapat menjatuhkan


hukuman yang lebih berat kepada si pelaku!


DAN SELURUH sekte gempar.


SETELAH Seorang siswi ditemukan melahirkan di WC


!


Patriak yang mendapat laporan dari


murid-murid yang melihat genangan air bercampur darah

__ADS_1


mengalir keluar dari celah-celah bawah pintu WC, langsung


mendobrak pintu bersama


Gak houw, tetua kedua.


Dan mereka menemukan Tan Kim Lian meringkuk


ketakutan. Roknya yang putih berlumuran darah.


Wajahnya pucat pasi. Bibirnya gemetar. Lebih


banyak karena takut daripada karena menahan


sakit. Tetapi bukan pemandangan itu yang membuat


Gak HWA tetua ke 10 mendadak terkulai lemas dengan


perasaan mual.


Seonggok daging berlumuran darah... Daging itu...


seorang bayi! Bayi kurus kecil tanpa lengan... terkapar tak


berdosa di lantai wc...


Hanya Gak houw yang cukup tegar bertindak.


Sementara Feng liang dan Gak hwa hanya bisa termangu


dilibat shock.


Daya tahan bayi lelaki tanpa lengan yang


Setelah mendapat pertolongan darurat di tabib


terdekat,


dia mulai memperlihat-kan tanda-tanda kehidupan.


Tangisnya yang lemah seolah-olah mengabarkan kehadirannya


di tempat yang hampir menolak-nya.


"Dia selamat," sang tabib berdesah kagum.


"Bayi ini hidup! Dia mampu bertahan! "


Tetapi sambutan keluarganya sungguh mengecewakan.


"Untuk apa dia dibiarkan hidup?"


keluh ibu Kim Lian pahit.


"Untuk apa tabib menolongnya?"


Dia hidup hanya untuk memberi aib keluarga!


Bayi tanpa lengan! Tanpa ayah!


"Kita harus memaksa Kim Lian mengatakan

__ADS_1


siapa bapaknya!"


geram ayah Kim lian sengit. "Lelaki itu harus bertanggung


jawab!"


"Apa gunanya? Aib ini takkan terhapus sekalipun ada lelaki


yang mengakuinya.


Anak itu bukan cuma haram! Dia cacat! Buat apa dia


dibiarkan


hidup kalau hanya untuk menyiksa kita?"


"Keterlaluan," desis sang tabib kepada perawatnya setelah


orangtua Kim lian berlalu.


"Kita berjuang untuk menyelamatkan bayi itu. Bukannya


berterima kasih mereka malah menggerutu!"


"Bukan hanya menggerutu, guru," dumel yang Lian.


"Mereka menyumpahi cucunya sendiri! Berharap agar anak itu


mati!"


"Sekarang mereka pasti sedang memaksa anaknya mengatakan


siapa bapak bayi itu!"


Tetapi Kim lian tidak berani mengatakan siapa


ayah anaknya. Lagi pula... siapa yang percaya?


Han sin guru yang disegani. Terkenal ganteng dan berilmu tinggi.


Simpatik. Ramah. Berwibawa. Namun tidak


galak.


Umurnya tiga puluh empat tahun. Baru satu


setengah tahun menikah. Dan mempunyai seorang anak


perempuan berumur tujuh bulan.


Nah, siapa yang percaya? Siapa yang percaya kalau suami dan


bapak yang berbahagia itu masihtega menodai muridnya?


Teman-temannya memang tahu Kim Lian merupakan anak emas


Han Lin . Nilai selalu baik, ilmu silat yang diajarkan dengan mudah dipelajari, semua buku silat ilmu andalannya dikamarnya sudah dihafalnya, dia boleh tidak ikut


pelajaran kapan saja dia mau. Tetapi


siapa yang tahu betapa intimnya hubungan mereka akhir-akhir

__ADS_1


ini?


__ADS_2