PENDEKAR CACAD

PENDEKAR CACAD
6.


__ADS_3

"Bukan cuma Bapak yang takut" geram Kim Lian gemas.


"Saya juga takut. Tapi saya tidak bisa sembunyi seperti Bapak!


Saya harus merawat


anak kita! Dan saya perlu uang!"


"Kembalilah pada orangtuamu!" pinta Han sin memelas.


Separo memohon.


"Saya ingin kembali, Pak," desah Kim Lian menahan tangis.


"Tapi jalan untuk kembali telah tertutup!" Air mata Kim Lian


mengalir ke pipinya.


"Dan semua itu gara-gara Bapak!"


"Mari kita bicara di tempat lain, Kim Lian ,"


pinta Han sin resah sambil lekas-lekas berjalan cepat keluar gerbang sekte, Ekor matanya sudah menangkap bayangan tetua Gak houw


di kejauhan. Dia pasti


kemari untuk berjalan menuju ruangannya.


"Saya sudah tidak ingin bicara, Pak. Tidak ada


gunanya lagi. Saya sudah tahu apa yang ingin


Bapak katakan."


"Kita jangan kelihatan orang berduaan di sini. Nanti mereka


curiga."


"Karena itu Bapak tidak pernah menengok saya di rumah sakit?


Tidak mau melihat anak


Bapak?"


"Kamu tidak mau mengacaukan rumah tangga saya, kan?"


desis Han sin jengkel. "Menghancurkan perkawinan saya?"


"Bapak tidak merasa sudah menghancurkan hidup saya?"


"Jadi apa maumu?"

__ADS_1


"Saya cuma minta uang."


"Kamu mau memeras saya?"


"Memeraskah namanya minta uang untuk membesarkan anak


Bapak sendiri?"


"Bapak tidak bisa memberimu uang. Lebih baik kamu pulang


saja."


"Saya bukan pengemis, Pak! Saya bisa merusak


nama Bapak! Tapi saya tidak mau. Saya cuma


menuntut sedikit tanggung jawab Bapak!"


"Jangan mendesak saya, Kim Lian ! Saya tidak


bisa diancam!"


Bergegas Han sin meninggalkan Kim Lian .


Tetapi Kim Lian masih berjuang untuk memperoleh sisa-sisa


haknya yang terakhir.


Sambil berteriak-teriak dia mengejar gurunya.


dan jatuh terduduk.


Seseorang mengulurkan tangannya. Ketika Kim Lian mengangkat


mukanya,


dia melihat tetua Gak houw tegak di hadapannya.


Saat itu tetua Han sin telah jauh meninggalkannya.


tetua Gak houw cuma seorang guru sekte dalam.


Lelaki berpenampilan sederhana berumur tiga puluh


lima tahun yang ditugasi mengajar ilmu formasi. Dia adalah


lulusan sekte formasi terkenal , tapi juga lulusan sekte pedang terbang. Tidak


punya gelar karena belum berkelana.


Tetapi dia seorang guru yang baik. Sikapnya tegas. Disiplinnya

__ADS_1


tinggi.


Tidak pernah memanjakan murid. Tetapi tidak termasuk guru


yang galak. Dan selalu siap mendengarkan keluhan murid muridnya.


Cara mengajarnya enak Sistematis. Tapi tidak membosankan.


Jadi biarpun dia tidak menarik secara fisik,


murid-muridnya menyukainya. Karena di balik penampilannya


yang sederhana,


mereka menemukan sepotong hati yang bersih dan tulus.


Tetua Gak houw jarang datang terlambat. Tidak pernah membolos


untuk alasan apa pun. Dan tidak


pernah terlibat hubungan mencurigakan dengan


murid wanitanya, kendati istrinya sudah meninggal enam tahun


yang lalu.


Setelah menduda, Tetua Gak houw tinggal seorang


diri, karena dia tidak dikaruniai anak. Tidak seorang pun


menyangkal, tetua Gak houw sering tampak kesepian. Rekan rekannya malah menganggap dia


sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan untuk mengusir


kesepiannya, namun karena sendirian maka ilmunya meningkat pesat, Tidak heran kalau dia terkenal sebagai guru yang


paling rajin di sekte nya.


Tetua Gak houw tidak pernah memanjakan Kim Lian .


Tidak pernah menganak emaskan nya. Tetapi ketika Kim Lian


tertimpa musibah. dialah guru yang paling menaruh perhatian.


Ketika melihat Kim Lian mengejar-ngejar tetua Han sin.


sebuah perasaan aneh menyelinap ke hatinya.


Dan perasaan itu tidak mau hilang juga


meskipun Kim Lian tetap tidak mau mengaku

__ADS_1


mengapa dia justru mengejar-ngejar tetua Han sin .


Bukan guru yang lain.


__ADS_2