
"Bukan cuma Bapak yang takut" geram Kim Lian gemas.
"Saya juga takut. Tapi saya tidak bisa sembunyi seperti Bapak!
Saya harus merawat
anak kita! Dan saya perlu uang!"
"Kembalilah pada orangtuamu!" pinta Han sin memelas.
Separo memohon.
"Saya ingin kembali, Pak," desah Kim Lian menahan tangis.
"Tapi jalan untuk kembali telah tertutup!" Air mata Kim Lian
mengalir ke pipinya.
"Dan semua itu gara-gara Bapak!"
"Mari kita bicara di tempat lain, Kim Lian ,"
pinta Han sin resah sambil lekas-lekas berjalan cepat keluar gerbang sekte, Ekor matanya sudah menangkap bayangan tetua Gak houw
di kejauhan. Dia pasti
kemari untuk berjalan menuju ruangannya.
"Saya sudah tidak ingin bicara, Pak. Tidak ada
gunanya lagi. Saya sudah tahu apa yang ingin
Bapak katakan."
"Kita jangan kelihatan orang berduaan di sini. Nanti mereka
curiga."
"Karena itu Bapak tidak pernah menengok saya di rumah sakit?
Tidak mau melihat anak
Bapak?"
"Kamu tidak mau mengacaukan rumah tangga saya, kan?"
desis Han sin jengkel. "Menghancurkan perkawinan saya?"
"Bapak tidak merasa sudah menghancurkan hidup saya?"
"Jadi apa maumu?"
__ADS_1
"Saya cuma minta uang."
"Kamu mau memeras saya?"
"Memeraskah namanya minta uang untuk membesarkan anak
Bapak sendiri?"
"Bapak tidak bisa memberimu uang. Lebih baik kamu pulang
saja."
"Saya bukan pengemis, Pak! Saya bisa merusak
nama Bapak! Tapi saya tidak mau. Saya cuma
menuntut sedikit tanggung jawab Bapak!"
"Jangan mendesak saya, Kim Lian ! Saya tidak
bisa diancam!"
Bergegas Han sin meninggalkan Kim Lian .
Tetapi Kim Lian masih berjuang untuk memperoleh sisa-sisa
haknya yang terakhir.
Sambil berteriak-teriak dia mengejar gurunya.
dan jatuh terduduk.
Seseorang mengulurkan tangannya. Ketika Kim Lian mengangkat
mukanya,
dia melihat tetua Gak houw tegak di hadapannya.
Saat itu tetua Han sin telah jauh meninggalkannya.
tetua Gak houw cuma seorang guru sekte dalam.
Lelaki berpenampilan sederhana berumur tiga puluh
lima tahun yang ditugasi mengajar ilmu formasi. Dia adalah
lulusan sekte formasi terkenal , tapi juga lulusan sekte pedang terbang. Tidak
punya gelar karena belum berkelana.
Tetapi dia seorang guru yang baik. Sikapnya tegas. Disiplinnya
__ADS_1
tinggi.
Tidak pernah memanjakan murid. Tetapi tidak termasuk guru
yang galak. Dan selalu siap mendengarkan keluhan murid muridnya.
Cara mengajarnya enak Sistematis. Tapi tidak membosankan.
Jadi biarpun dia tidak menarik secara fisik,
murid-muridnya menyukainya. Karena di balik penampilannya
yang sederhana,
mereka menemukan sepotong hati yang bersih dan tulus.
Tetua Gak houw jarang datang terlambat. Tidak pernah membolos
untuk alasan apa pun. Dan tidak
pernah terlibat hubungan mencurigakan dengan
murid wanitanya, kendati istrinya sudah meninggal enam tahun
yang lalu.
Setelah menduda, Tetua Gak houw tinggal seorang
diri, karena dia tidak dikaruniai anak. Tidak seorang pun
menyangkal, tetua Gak houw sering tampak kesepian. Rekan rekannya malah menganggap dia
sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan untuk mengusir
kesepiannya, namun karena sendirian maka ilmunya meningkat pesat, Tidak heran kalau dia terkenal sebagai guru yang
paling rajin di sekte nya.
Tetua Gak houw tidak pernah memanjakan Kim Lian .
Tidak pernah menganak emaskan nya. Tetapi ketika Kim Lian
tertimpa musibah. dialah guru yang paling menaruh perhatian.
Ketika melihat Kim Lian mengejar-ngejar tetua Han sin.
sebuah perasaan aneh menyelinap ke hatinya.
Dan perasaan itu tidak mau hilang juga
meskipun Kim Lian tetap tidak mau mengaku
__ADS_1
mengapa dia justru mengejar-ngejar tetua Han sin .
Bukan guru yang lain.