
Sementara Kim Lian merantau, Han Liong di asuh oleh Gak Houw dan Kepala sekolah dan istri nya.
sang waktu pun terus berlalu dengan cepat nya, tak terasa empat tahun telah
lewat.
Bayi yang cacat itu bertubuh sangat kuat dan sangat sehat, dia tak pernah sakit dan
dengan cepat ia sudah menjadi anak yang
sangat mungil dan memiliki guru dua orang, yaitu patriak dan Gak Houw, juga istri patriak juga ikut mengajari nya.
Di antara ke tiga orang itu, sudah tentu Gak Houw yang paling memanjakan nya.
Apabila kepala sekte atau istrinya mau menghukum nya karena ia terlalu nakal, maka Gak Houw lah yang selalu membelanya.
Itu membuat Kepala sekte dan istri nya hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala.
Namun mereka berdua bersyukur dalam hati karena Gak houw sangat menyayangi Han Liong dengan setulus hati.
"Gak houw terlalu memanjakan Han Liong, aku khawatir Han Liong akan menjadi nakal sekali-" ujar istri nya sambil menghela nafas panjang.
"Jangan kau mengkhawatirkan hal itu" si suami tersenyum.
"Han Liong memang nakal tapi sangat cerdik" ujar istri nya sambil tersenyum geli.
__ADS_1
"Kalau kita mau menghukum nya, dia langsung menangis sekeras-keras nya agar Gak Houw datang membela nya."
"Dia cerdik dan banyak akal nya." suami nya meng geleng geleng kan kepala.
"Mudah-mudahan dia tidak licik"
Istri kepala sekte sudah mulai mengajari Han Liong membaca sejak dia berumur dua tahun.
Dan di umur tiga tahun dia sibuk membaca semua kitab guru guru nya, bahkan di perpustakaan sekte pun dia datangi disaat semua murid pulang.
Jadi, diumur empat tahun dia sudah membaca hampir semua kitab yang ada.
Han Liong juga rajin melihat Guru kepala sekte nya berlatih pedang tiap pagi, sehingga dia mencocok kan
dengan kitab ilmu pedang yang mana yang dilatih, dia langsung bisa tahu dan menghafal kan semua gerakan nya.
Gak Houw juga tidak ingin kalah, ia pun mulai
mengajar kan teori-teori ilmu es yang ditemukan nya secara kebetulan waktu muda kepada Han Liong yang dilakukan nya secara diam-diam.
Setahun lagi pun berlalu.
Kini Han Liong sudah berumur lima tahun.
Anak itu tampan tapi agak nakal, la telah memiliki dasar ilmu api dan ilmu es,
__ADS_1
oleh karena itu guru nya mulai mengajar nya Ilmu kepala besi ciptaan kepala sekte.
Karena anak ini tidak punya tangan, dia di latih mengeras kan kepala nya dengan karung pasir yang di gantung.
Sedang kan guru nya Gak houw mengajar kan ber bagai ilmu tendangan, tendangan berantai, tendangan berputar, tendangan terbang, tendangan gajah dan tendangan kaki besi.
Guru guru nya sangat senang karena anak ini sangat super genius, diajari sekali dia sudah langsung bisa.
"Han Liong" ujar Gak houw,
"Engkau sudah ingat semua teori-teori ilmu es yang kuberitahukan kepadamu?"
"Han Liong sudah ingat semua," sahut nya dan bertanya,
"Kenapa Han Liong tidak boleh memberitahukan kepada Guru kepala sekte?"
"Sebab ilmu es ini sangat ganas sekali ,juga ber tentangan dengan ilmu api yang di ajar kan nya kepada mu,
maka guru mu pasti marah kepada kita, namun dengan teori yang kuajar kan,ilmu es dan ilmu apimu pasti bisa di latih bersama sama"
"ya. Guru" Han Liong mengangguk.
"Guru cuma mem beritahukan mu semua gerakan ilmu es dan tenaga es ini untuk berjaga jaga saja, jadi pelajarilah secara diam diam.."
Han Liong sering ber latih ber jungkir balik, yaitu kepala di bawah dan kaki di atas, dengan cara ini lah dia ber latih ilmu serangan es dan pukulan api melalui kaki nya.
__ADS_1
Han liong sudah bisa mengeluar kan es dan api di telapak kaki nya, juga sudah bisa melontar kan Qi es dan api, meskipun hanya stengah meter saja.