PENDEKAR CACAD

PENDEKAR CACAD
3.AYAH YG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB


__ADS_3

"Kamu hamil,"


katanya mantap. "Dua puluh empat minggu.


Hamil! Ya Tuhan! Dia mengandung bayi Han Sin! Dan gurunya yang biasanya selalu bersikap ramah dan


baik itu pasti tidak mau bertanggung jawab!


"Kamu tidak mungkin hamil," katanya mantap.


"Kita tidak melakukan apa-apa."


Jadi tidak mungkin memaksanya untuk mengakui anaknya.


Bukankah menurut pendapatnya


mereka tidak melakukan apa-apa? Padahal umur


kehamilannya cocok dengan saat mereka melakukan hubungan


intim di rumah Han sin....


Dengan panik Kim Lian memohon agar kandungannya digugurkan.


Tetapi tabib itu menolak


"Kandunganmu memang kelihatan kecil. Tidak


sesuai dengan umur kehamilan. Tapi sudah terlambat untuk di


gugurkan."


Sejak itu Kim Lian tidak berani lagi muncul di sekte.


Dari rumah dia memang pergi setiaphari.


Tetapi bukan ke sekte. Kalaupun dia nekat ke sana pagi ini,


dia hanya berani menunggu di kejauhan. Mencari kesempatan


untuk menemui Han sin.


Ketika melihatnya datang dari kejauhan,


Kim Lian melompat untuk menghadangnya.


Tetapi melihat Kim Lian , Han sin malah membelok melarikan dirinya. Dan cepat-cepat memiiih jalan lain untuk


menghindar.


Dengan putus asa Kim lian mengejarnya dan memanggil-manggil


gurunya. Tetapi Han sin

__ADS_1


malah makin cepat memacu larinya.


Dia tidak mau menoleh. Apalagi berhenti.


Seorang lelaki yang melihat seorang gadis berlari lari mengejar seorang lelaki, sempat memburu gan sin. Dan memaksanya


untuk berhenti.


"Bapak menganiaya anak itu, ya?" bentak lelaki itu jengkel.


"Jangan lari! Bapak harus bertanggung jawab!"


"Dia murid saya!" balas Han sin sama kesalnya.


"Tidak usah ikut campur!"


Ketika lelaki itu telah berlalu, baru Han sin menoleh ke


arah Kim lian yang sudah tiba di dekatnya dengan napas


tersengal-sengal dan keringat bercucuran.


"Dari mana saja kamu?" tegurnya marah.


"Mengapa sudah sebulan tidak ke sekte?"


"Bagaimana saya harus ke sekte dengan membawa perut ini?"


balas Kim Lian setengah menangis.


guru bilang saya pasti tidak hamil!"


Karena mereka mulai menarik perhatian orang-orang


di jalan kecil itu, terpaksa Han sin mengantarkan


kim Lian meninggalkan tempat


itu.


"Orangtuamu belum tahu?" tanya Han sin


Nadanta datar dan suaranya kering. Berbeda sekali dengan dulu. Dulu


dia selalu ramah.


"Bagaimana saya harus memberitahu mereka?"


"Obat-obat yang saya berikan selalu diminum?


Tiap hari?"


"Saya sudah meminum semua"

__ADS_1


Saat itu barulah Kim Lian sadar, obat apa yang


dibeikan Han sin. Obat itu pasti bukan


vitamin!


"Bagaimana, guru?" tangis Kim lian ketakutan.


"Saya harus berbuat apa?"


Tetapi Han sin juga sama takutnya.


Belum pernah Kim Lian melihat guru yang sangat


dikaguminya itu bersikap seperti ini.


Sekarang mereka tidak ada bedanya dengan


sepasang ikan yang terperangkap dalam jaia.


Tidak ada guru, tidak ada murid. Tidak ada


suami, tidak ada gadis. Tidak ada bapak, tidak ada anak.


Meeka sama bingungnya. Sama takutnya. Saat


itu hancurlah respek Kim Lian terhadap gurunya.


Ternyata dia cuma manusia biasa! Tidak ada bedanya dengan


dirinya!


"Guru punya anak. Dang," suara Han sin


sudah sampai ke nada memohon. Mengiba-iba.


"Punya istri. Tak mungkin mengawinimu. Cobalah mengerti


keadaan guru."


Tetapi mengapa hanya aku yang harus me-ngerti keadaannya,


pikir Kim Lian getir ketika dia sedang melangkah gundah ke


sekte. Tidakkah


dia juga harus mengerti kesulitanku?


Kepala sekte telah mengirim surat kepada


ayahnya. Kim Lian sudah sebulan tidak masuk sekolah. Dan Ayah


sangat marah.

__ADS_1


"Awas kalau kau berani bolos lagi!" geram ayah Kim Lian gusar. "Kuusir kau dari rumah ini!"


__ADS_2