PENDEKAR CACAD

PENDEKAR CACAD
10. MASALAH NAMA BAIK


__ADS_3

"Tapi Bapak tidak tahan mendengar cercaan orang, kan?"


"Kamu tahan?"


"Apa bedanya lagi bagi saya?"


"Suatu hari anakmu akan menjadi besar, Kim Lian . Dia akan ikut


merasakan hinaan itu."


"Dia sudah merasakannya sejak masih dalam kandungan, Pak."


"Tapi kamu tidak mau dia terus-menerus dihina, kan?"


"Dia akan menjadi seorang lelaki yang tabah.


Penghinaan tidak akan menghancurkannya."


"Tapi Bapak tidak rela dia dihina terus."


"Bapak sayang padanya?"


"Bapak sudah menganggapnya anak sendiri."


"Kalau begitu, saya mohon, jangan usir kami, Pak!"


"Bapak idak pemah mengusir kalian. Kamu


dan anakmu boleh tinggal di sini sampai kapan


pun. Bapak hanya ingin memberimu kesempatan


untuk memilih. Jika kamu ingin bebas dari gunjingan orang, Pak kepala sekte sudah membuka pintu rumahnya."


"Pernahkah seorang gadis yang hamil sebelum


menikah terbebas dari gunjingan orang, Pak? Yang


saya pikirkan cuma Bapak. Bapak orang yang sangat baik.


Dan Bapak tidak bersalah. Bapak tidak pantas dihukum karena


kesalahan saya!"


"Bagamaimana, Pak?" tanya Kepala sekte keesokan harinya.


"Sudah ada keputusan?"


"Kim Lian masih memikirkannya," sahut gak houw lirih.


"Jangan terlalu lama. Nanti istri saya keburu


mengubah pendiriannya. Tadi pagi dia bilang,


tetangga sebelah menyebutnya bodoh karena mau

__ADS_1


membiarkan perempuan macam Kim Lian tinggal


serumah dengan suaminya."


Dan prasangka seperti itu pasti akan terus mengejar Kim Lian .


ke mana pun dia pergi, pikir Gak houw sedih. Kasihan dia.


Berapa lama dia


tahan didera kecurigaan istri kepala sekte? Sampai kapan dia


sanggup bertahan hidup di rumah mereka?


"Saya tidak bisa memaksanya pergi, Pak," keluh gak houw


sedih.


"pak Gak houw harus memaksanya. Kalau perlu


mengusirnya! Demi kebaikan pak gak houw sendiri."


"Saya tidak sampai hati."


"Nama Pak gak houw akan rusak karena menolongnya."


"Apa arti sebuah nama dibandingkan nyawa


dua orang manusia?"


karena tidak ada orang yang mau memberikan


tumpangan. Sekarang sudah ada orang yang mau


menolong mereka. Apa lagi alasan Pak gak houw menahan mereka?"


"Pak kepala sekte,"


suara Pak gak houw berubah dingin. Bapak tidak mencurigai saya,


kan?"


Saya kenal Pak gak houw -seperti saya kenal diri saya sendiri! Tapi


orang-orang di luar sana tidak!"


"Begitu pentingkah pendapat mereka?"


"Tidak kalau Pak gak houw bukan seorang guru,


Seorang tokoh yang harus dihormati dan ditiru!"


"Justru karena saya seorang guru, saya wajib


menolong muid saya! Sebagai guru, kitalah pengganti orangtua

__ADS_1


mereka! Ke mana lagi mereka harus minta tolong kalau bukan


kepada kita, Pak?"


"Pak gak houw boleh menolong semua murid Bapak Tapi bukan


tinggal bersama mereka! Masyarakat akan mencela seorang


guru pria yang tinggal bersama murid wanitanya!"


"Kecuali saya mengambilnya sebagai istri."


Terlepas begitu saja kata-kata itu dari mulut Pak gak houw .


"Jangan, Pak!"


cetus pak kepala sekte kaget. "Tindakan itu malah tambah merusak


nama Bapak.


Orang-orang akan mengira Pak gak houw benar-benar


ayah bayi itu! Siapa lagi yang mau menikahi ibu


seorang bayi haram kecuali ayah bayi itu sendiri?"


"Ya Tuhan!" Pak gak houw menebah dadanya yang tiba-tiba terasa


sakit.


"Mengapa niat baik saya selalu dicurigai?"


"Demi kebaikan Pak gak houw sendiri, saya keberatan dengan niat


baik Bapak."


Suara Pak kepala sekolah terdengar sangat tegas dan berwibawa.


"Jika Bapak berkeras melakukannya juga, saya tidak dapat


menolong Bapak lagi."


"Dan mempersilakan saya mencari pekerjaan di sekolah lain?"


sambung Pak gak houw tawar.


"Saya jamin tidak ada sekolah yang mau menerima guru yang


menikah dengan muridnya


yang punya anak gelap."


"Kalau begitu dunia benar-benar kejam terhadap Kim Lian "


desah Pak gak houw pilu.

__ADS_1


__ADS_2