Pendekar Elemen Air

Pendekar Elemen Air
Bab 21 [Beraksi!]


__ADS_3

Hito yang masih tertahan dengan pedangnya, lalu Hito menggetarkan pedangnya untuk menghalau pedang pasukan penjaga mengenainya dan Hito mengarah tendangan tinggi ke bagian leher sebagai titik kelemahan pasukan penjaga di hadapannya. Setelah menjatuhkan tiga pasukan penjaga, sisa lainnya datang dengan membawa bilah pedang yang sudah siap melayangkan menebas Hito kembali. Hito merasakan pasukan penjaga ini memiliki aura berbeda sebelum Hito lawan. 


Bagaimanapun Hito harus melawannya dengan serius, di balik pasukan penjaga ini Hito menghubungkan ada gerak-gerik rencana Ibu tiri di belakangnya. Sehingga dapat dirasakan Hito harus berlutut di hadapan Ibu tirinya, Hito hanya menyeringai saja melawan ekspektasi Ibu tirinya dengan menghampirinya nanti. 


"Inilah, waktu yang sangat bagus untuk pertemuan kedua kalinya, kita. Ibu tiri." Senyum Hito jahat mengangkat tangannya. 


Hito ingin menyelesaikan ini secara cepat dengan mengeluarkan sihir airnya, sebenarnya Hito ingin menyembunyikan sihir airnya. Tetapi lebih bagus, Hito menggunakan sihir ini dalam  keadaan genting seperti ini. 


"Air terjun penghancur, seranglah!"


Tangan Hito yang sudah bercahaya mengeluarkan lingkarannya airnya, lalu di belakang tubuh Hito sudah terbentuk beberapa gulungan air berputar deras berbentuk tongkat besar melaju ke arah depan menyerang ketiga pasukan penjaga. Sampai akhirnya air terjun penghancur tersebut melaju dengan kecepatan tinggi menghantam dari depan pasukan penjaga tersebut. 


Splash!! 


Pasukan penjaga melawan serangan air yang bertekanan kecepatan tinggi, dengan sebilah pedang mereka genggam dengan erat. Posisi siap dan fokus pasukan penjaga, mereka berhasil menghalau beberapa sihir air Hito dari kejauhan, Hito merasa durasi pertahanan perlawanan pasukan penjaga ini berbeda. Hito mulai menunjukkan sihir air lainnya. 


"Boleh juga kekuatannya, pasukan penjaga ini. Akan bagus, jika aku menguji sihir airku lebih lanjut lagi,"


Hito pun memulai lagi sihir airnya dengan langkah kakinya menyentak ke lantai. Langkah Hito di lantai batu keramik seketika berubah menjadi kolam air yang tenang bagaikan air tidak dilewati, disinilah Hito menghilangkan tubuh aslinya menjadi kolam air melancarkan aksinya. 


Hawa perasaan pasukan penjaga berubah drastis menjadi waspada dengan kolam air yang mereka injak, pasukan penjaga setidaknya tiga orang ini masih bertahan dan mereka saling bekerja sama menganggukkan kepalanya memberikan kode etik langkah penyerangannya. 


Suasana yang senyap dan tenang, hanya berbunyi tetesan air membuat gelombang kecil pada kolam air yang mengalir tenang. Membawa pasukan penjaga melihat sekelilingnya seperti tempat kosong dan gelap tidak ada satupun orang lewat, tanpa sadar lilitan ular air datang menyerang kaki anggota pasukan penjaga dari belakang. 


"Apa-apaan ini!" teriak pasukan penjaga mendapatkan serangan mengejutkan melilit kakinya. 


"Hissss!" suara ular air mendesis berkeliling menyerang kaki pasukan penjaga yang lengah. 


Sedangkan pasukan penjaga lain yang mendengarkan kawanannya teriak, kemudian menghampiri kawanannya. 


"Tunggu aku Jimi aku akan menolongmu!" jawab pasukan penjaga lainnya memanggilnya kawannya bernama Jimi. 


Ketika kawanannya berlari, tidak lama kakinya ditarik oleh tangan orang lain yang terbentuk oleh sihir airnya Hito menyerupai wujud mayat manusia. Sampai akhirnya kawanan pasukan penjaga kedua ini terjatuh dengan keras di permukaan air yang tenang. 


Brumm!! 

__ADS_1


"Arghhh, siapa menarik kakiku!" dengus pasukan penjaga kedua melirik kakinya ditarik, ketika ia melihat dengan mata kepalanya menatap wujud mayat manusia yang dibunuh secara keji tersebut. 


Tubuh pasukan penjaga itu mulai bergemeteran menatap yang menarik kakinya menyerupai mayat yang mati di sungai. 


"K– kena– kenapa iii– iiini di- dia a– ada di–" tunjuk pasukan penjaga memundurkan badannya agar menghindari dari mayat manusia tersebut. 


Mayat Hantu tersebut melihat ketakutan di pasukan penjaga itu termundur-mundur badannya, kemudian mayat manusia itupun membalas senyum seram memandang pasukan penjaga dan melayangkan cakaran di tangannya. 


"Tidak!!! Arghhh!!!"


Pasukan penjaga di posisi pertama melihat kawannya keduanya bernama Sein, keadaanya yang terluka dicakar oleh mayat manusia yang berjiwa pembunuh membuat Sein tidak berkutik melawan cakarannya. 


"Sein!! Tunggu aku disitu!!"


Desing!! 


"Bajingan!! Bagaimana kau bisa muncul di kolam air setinggi mata kaki!!" ketus pasukan berjaga bernama Zhen, menahan hantaman pedang secara mengejutkan menebas tangan kanan. 


"Kau memanglah penyihir yang menjelma menjadi penjahat Keluarga Alexander, Hito!"


Tidak dipungkiri juga yang menjadi lawan Zhen adalah manusia air menyerupai wujud Hito dengan muka yang datar dan pedangnya melayang ke tubuh Zhen. Zhen tidak bisa menghampiri teman-temannya, dikarenakan ia harus menghadapi bayangan Hito yang meresahkan bagi Zhen lawan. 


"Pengecut seperti kau! Harusku bunuh dengan pedangku!" sergah Zhen beradu pedang dengan bayangan Hito yang tampak tenang. 


Desing!!


Sedangkan, Ibu tiri yang ada di belakang  melihat suasana pasukan penjaga bertarung dengan sihir air milik Hito. Dan sebagian sudah ada yang tumbang, Ibu tiri lalu gelagapan mencari Hito yang hilang dari hadapannya. Sampai akhirnya kolam air yang awalnya hanya di dekat pasukan penjaga. 


Kini berpindah mengalir pada kaki Ibu tiri. Ibu tiri pun kemudian melemparkan pedangnya, sampai ia melarikan dirinya dari kolam air tersebut. Ketika Ibu tiri menoleh kebelakang, ia menabrak seorang manusia air yang sudah menjelma kembali menjadi Kang Shan dalam keadaan yang kritis. 


"Argh!! Brengsek!! Siapa orang yang ada di–"


"K– Kang S– shan …."


Ibu tiri yang terkejut menatap sosok Kang Shan di depannya yang berlumuran darah persis dengan keadaan di siksa oleh Hito. Perasaan takut dan bulu kuduk Ibu tiri berdiri termundur ke belakang, dalam posisi terjatuh ia menyeret-nyeret badan ke belakang. 

__ADS_1


Bayangan Kang Shan yang menjadi jelmaan dari air sebelumnya, pengaruh dari sihir air Hito ini mulai membuka matanya dan Ia memutarkan kepalanya kebawah dengan senyum lebarnya, bayangan Kang Shan menakuti Ibu tiri dengan maju selangkah demi langkah menghampiri Ibu tiri. 


"I– Ibu uhuuukkk, uhhh– uhhuuukkk" bayangan Kang Shan palsu berbicara dengan darah muncrat ke mulutnya. 


Ibu tiri yang sudah gemetaran menatap Kang Shan yang berlumuran darah, ia tidak berani untuk mengeluarkan kata di mulutnya seperti terkunci di dalam tenggorokan. 


"IB– IBUUU!!!" erang bayangan Kang Shan menerkam Ibu tiri. 


"AAAAHHHHHHHHHH!!"


...----------------...


Crack!! 


Cawan teh yang disediakan nampan oleh pelayan setia Ruhee, pecah ketika di bawa untuk Ibu tiri malam ini. Tiba-tiba perasaan Ruhee menjadi kacau ketika mendengarkan teriak Ibu tiri yang Ruhee terlintas dalam pikirannya. 


Pelayan Ruhee hanya mengira suara teriakkan itu seperti biasa saja. Cuma Ruhee mengalami luka di bagian jari tangannya, dikarenakan terkena teh yang panas. Lalu Ruhee terduduk di kursi dapur untuk menenangkan keadaanya, sambil mencari kain untuk mengelap tangannya. Ruhee tertatih-tatih menahan perihnya tangan di lap secara pelan. 


Ketika mau berdiri, kawan Ruhee datang dengan membuka pintu dapur istana secara keras mengejutkan Ruhee yang ingin berdiri. 


Bam!! 


"Ruhee!! Kau dimana!!" sosor Rugi kawannya Ruhee berbicara tanpa melihat keadaan. 


Ruhee yang terkejut memandang kedatangan Ruyi secara tiba-tiba, membuat kekhawatiran bagi Ruhee. 


"Ada apa Ruyi? Kenapa kau seperti orang kena kejar anjing?" tanya Ruhee yang tidak mengetahui apa yang di tujukan Ruyi. 


Ruyi yang menatap Ruhee tidak tahu apa-apa dengan cawan teh yang pecah di dapur, Ruyi langsung menghampiri Ruhee hingga menarik tangan Ruhee untuk mengikutinya. Ruhee tidak tahu maksud dari Ruyi menarik tangannya. Ruhee lalu terpaksa mengikuti Ruyi dengan kondisi tangannya ditarik secara paksa oleh Ruyi. 


"Ruyi, ada apa ini!? Jelaskan ini! Kau menarik tanganku yang perih terkena teh panas!! Lepaskan ini Ruyi!!"


"Aku tidak bisa jelaskan lagi, Ruhee! Kondisi ini tengah genting, kita harus cepat menyelamatkan Ibu tiri yang ada di lorong menuju kamar Hito!" jelas Ruyi tampak panik. 


"Kenapa dengan Ibu tiri, Ruyi!!" 

__ADS_1


Ruyi tidak menghiraukan omongan Ruhee dan terus berlari bersama dengan Ruhee, begitu juga pelayan lain dan pasukannya menyusul ke arah lorong menuju Hito. Ruhee yang bingung dengan keadaan istana yang panik dan ricuh akan ada gangguan menatap sekelilingnya dengan perasaan takut ada kejadian menimpa Istana Keluarga Alexander ini. 


Sebaliknya, Hito sengaja memancing keributan sebesar ini. Hanya semata-mata membuat orang takut dengan Hito melakukan aksinya yang selama ini ia tahan demi menutup identitasnya. 


__ADS_2