
Di saat Kai ingin mulai menyentuh tangan Hito, tanpa sadar Hito sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh Kai. Tanpa menggunakan perkataan, Hito menoleh pada Kai hingga menyerangnya dengan memercikkan sihir anginnya. Sehingga Kai terhempas jauh dari tubuhnya si Hito. Hito hanya diam memperhatikan Kai yang kesakitan di sana, sampai melihat reaksinya bagaimana ia akan memanggil bantuan orang lain.
"Arkhhh, sakit …," keluh Kai yang mulai merasakan kesakitan sehingga ia ingin memanggil bantuan seseorang. Tetapi ketika ia mulai bersuara ia melihat Hito sudah memperhatikan dari jauh memberikan aura pembunuh kepada Kai dengan mata biru sinis Hito dilontarkan kepada Kai.
Kai terdiam dan tidak bergerak sedikitpun melihat aura pembunuh dari Hito, Hito memang sengaja mengelitkan matanya pada Kai. Karena ia sudah mengganggu Hito pada tahun sebelumnya, dan ini adalah perlakuan pertama yang Hito berikan padanya.
Tidak butuh waktu lama, Hito mengetahui bahwa ia malas untuk berurusan dengan keluarga tirinya yang sombong. Hito pun memutuskan balik dan pergi meninggalkan Kai yang terduduk terkencing di lorong sana. Di dalam benak Hito sekarang adalah memikirkan bagaimana ia menjadi seorang pendekar pedang dengan perpaduan sihir airnya.
Ia pun memutuskan pergi ke kamarnya untuk memikirkan hal itu, demikian Hito dapat memikirkan wujud nyata yang ingin dilakukannya. Langkah demi langkah Hito berjalan menuju kamarnya melewati lorong yang panjang, banyak di antara para pelayan melihat Hito dengan berbisik-bisik pada fisiknya yang baru saja sembuh. Hito menggeleng kepalanya ke kanan dan kiri melihat para pelayan lainnya.
Namun lucunya di hadapan Hito ada seorang pelayan yang tersipu malu dan satu lagi ada yang kepanasan tubuhnya melihat Hito. Hito tidak terpikirkan bahwa dirinya sudah berubah atau berpikir romantis, yang dipikirkan Hito adalah pelayan sini memiliki kelainan seksual. Sehingga Hito mulai bergegas cepat menuju kamarnya demi menghindari hal ini, "Sial. Kenapa semua pelayan sini menatapku dengan tersipu, padahal diriku ini sembrono gayanya," resah Hito saat berlari.
Ketika sudah sampai di kamarnya, Hito mulai masuk dan menutup pintunya dengan keras.
Prak!!
__ADS_1
Hito sudah mulai menutup pintunya, sampai dirinya berdiam di belakang pintu kamarnya, "Gila. Ada apa nih? Kenapa semua orang menatap diriku seperti ada salah saja di diriku ini," keluh Hito yang terengah-engah memikirkan hal yang ditimpanya, Hito pun menarik napas panjang dan memejamkan matanya agar ia bisa tenang.
Ketika ia membuka matanya yang dilihatin Hito sekarang adalah kamar yang penuh debu dan banyak barang berantakan, Hito pun pasrah akan yang dihadapinya. Dan mulai membersihkan dengan sihir airnya, seusai ia mengeluarkan sebuah sihir air menyerupai bola. Air itu memencar ke segala ruang kamar Hito, disini sihir airnya membersihkan debu dan barangnya dikemas rapi oleh sihir air Hito.
Hito hanya berjalan ke cermin melihat seluruh tubuhnya ketika sudah mandi selama berjam-jam, ia membuka baju untuk melihatnya. Ketika sudah sampai di cermin Hito terkejut dan terbelalak melihat seluruh tubuhnya kembali bersih, putih dan tidak menyisakan bekas memar lagi.
Dan anehnya lagi muka Hito setelah mandi berubah menjadi tampan dan menawan, karena perawatan lidah buaya mengubah muka Hito menjadi bersih dan rambut Hito berubah menjadi putih mengkilap.
Hito masih merasakan ini seperti antara mimpi atau kenyataan, ia memejamkan matanya dan melihat lagi ke cerminnya, "Pantaslah ada yang tersipu, rupanya muka dan tubuhku sudah bersih karena efek obat-obatan alami ini," Hito mulai tahu apa yang dilihat pelayan sebelumnya.
Kemudian Hito mulai tersenyum di wajahnya, "Memang Hito ini sudah dari kecil terlahir tampan dan menawan, pantas saja ia mendapatkan kekerasan dan kebencian. Rupanya Ia mendapatkan iri dengki dari orang yang tidak menyukainya," senyum jahat Hito mulai tahu apa motif kekerasan yang dilakukan Ibu sampai anak tirinya.
Hito mengetahui bahwa selama ia berada di tahap refining body tingkat rendah yang selama ini Hito sembunyikan dari hadapan Ayahnya, terkecuali Ibunya sebelumnya mengajarkan ia sihir air ini. Hito dahulunya sengaja berpura-pura diam untuk menerima segala perlakuan tidak pantas baginya hanya untuk menutupi bahwa ia mempunyai bakat sihir.
Oleh karena itu, Hito yang baru ini dimasukin tubuh Helmi. Akan mulai berubah nasib Hito di pegangan Helmi sekarang, "Tenang saja Hito. Mulai saat ini aku akan membalas semuanya pada tubuhmu sendiri, dan kau tenanglah di alam akhirat sana." genggam tangan Hito menjadi Hito memecahkan bola sihir airnya dengan ada perasaan marah mengingat masa lalu Hito kembali.
__ADS_1
Hito mulai merasa yakin di tubuh Hito untuk melakukan mediasi sekaligus kultivasi untuk mencapai target yang dimau Helmi tubuh Hito, yaitu mencapai tahap gathering environment tingkat rendah. Oleh sebab itu Helmi di tubuh Hito memulai kultivasinya dengan tenang, "Baiklah. Sebelum itu tenangkan dirimu Hito, kita akan mulai berkultivasi sekarang. Kejar target yang kita mau sebelum di umur 9 tahun." Tekad dalam kata Hito mulai bergejolak dan langsung memulainya.
Tanpa berlama-lama Hito mulai melakukan kultivasi dengan tenang dan aliran sihir airnya mulai bereaksi keluar menyatu dalam tubuh Hito yang memberikan suatu ketenangan dan kesucian pada Hito, Hito tidak memikirkan apa lagi yang ada ia fokus pada aliran mananya agar bisa mencapai ke semua tubuhnya. Walaupun sebagian, tapi inilah sebuah pembelajaran untuk Hito agar belajar secara sabar dan tabah untuk melewati berbagai macam kesulitan.
Namun, sebelumnya Hito memikirkan bahwa ia menginginkan sebuah olahraga olah fisik dan tubuhnya. Karena selama di bumi Hito terkenal orang yang malas akan olahraga, karena ia sudah berada di tubuh Hito. Ia harus memulai dirinya berolahraga secara penuh selama beberapa bulan ini dan belajar cara penggunaan pedang dengan baik, impian yang yang masih dipikirkan oleh Hito saat ini. Cuma Hito mengingat ada salah satu orang yang bisa diajak untuk berkompromi dan mengajarkan ilmu pedang secara menyeluruh yaitu Paman Erio, Komandan divisi Keluarga Alexander yang bekerja disini.
..._________...
"Baiklah. Semua pasukan hari ini kalian akan melakukan pemanasan dengan baik sebelum memulai latihan kita di hutan." Perintah Paman Erio dengan tegas kepada anak buahnya.
"Apa kalian siap!"
"Kami siap!" jawab serentak dari anak buahnya.
"Baiklah. Langsung lakukan, dan janganlah bertele-tele, aku tidak suka kalian yang bertele-tele dan aku akan menghukum kalian semua!" tegas Paman Erio dengan mengusulkan hukuman pada anak buah.
__ADS_1
Anak buahnya pergi melakukan pemanasan di tempat lain, pada waktu di malam hari yang panjang ini. Namun Paman Erio merasa telinganya berdengung dari tadi, ia berpikir sepertinya ada seorang yang berbicara tentangnya, "Mungkinkah kau Hito yang berbicara tentang paman ini?" lihat Paman Erio ke kamar Hito yang sepertinya jauh dari tempat pelatihannya, perkiraan Paman Erio yang tidak meleset. Akhirnya Paman Erio memutuskan untuk menyusul anak buahnya di belakang.
Paman Erio berharap ia dapat menjenguk Hito di lain hari atau di waktu yang senggang ia akan mengunjungi, setelah mendengarkan desak desuh kasus yang baru ini membuat Paman Erio jadi mengkhawatirkan Hito berada di kamarnya.