Pendekar Elemen Air

Pendekar Elemen Air
Bab 26 [Rencana Berhasil]


__ADS_3

"Gimana Zhen? Apa kau masih kurang penjelasan tentang gurumu itu?"


Zhen yang masih murung seperti orang melamun mendengarkan kisah gurunya yang terlantar di Hutan Seremian merupakan seorang pengkhianat Kerajaan Cares, aslinya bukan.


"Sepertinya kau ini seorang murid tidak tau jasa, hanya mengambil kekuatan Glorious light defense doang, tanpa membalas jasanya,"


"DIAM!! AKU TIDAK MENGAMBILNYA!! IA MERAWATKU SAMBIL MENGAJARKU, TIDAK PERLU KAU MEMBALIKKAN FAKTA, HITO!!" lirik mata Zhen yang ketus seolah Hito terus berubahkan fakta mengenai gurunya.


"Membalikkan fakta, tapi gimana lagi informasinya benar. Kau saja orangnya tidak membalas budinya," ujar Hito tampak kecewa kemudian Hito berdiri, melanjutkan urusanya sama Ibu tiri. Sehingga Hito pun beranjak pergi dari hadapan Zhen, menghampiri Ibu tiri.


Zhen yang berontak terus sama rantai air ini, dengan sekuat tenaganya ia berontak. Hito merasa kehilangan percayanya sama Zhen, berharap Zhen jujur apa adanya yang dilakukan dulu menjadi murid. Yang ada malah berbanding berbalik.


"Kau seperti seludang menolak mayang, Zhen."


"Tidak ada lagi bagiku untuk melepaskan kau, padahal aku inginkan kau jujur. Tapi kau membalasku dengan kebohongan yang membawaku benci akan orang seperti itu!!" ketus Hito mengangkat pedangnya.


"TIDAK!! AKU BENAR YA– ARGHH!!" jerit Zhen menahan kesakitan rantai air makin menerik tubuhnya secara kuat tanpa perasaan simpati.


Tanpa pandang bulu lagi, Hito pun mengangkat pedangnya, untuk menebas leher Zhen dengan sekali tebasan.


Slash!!


"Ar … rrrrhh …," jerit kecil Zhen masih sadar sebentar kepalanya putus, sebentar kemudian ia meninggal di tebas oleh Hito.


Hito pun pergi meninggalkan mayat Zhen yang sudah di tebas oleh ia, mayat Zhen pun lalu di ambil oleh mayat air milik Hito untuk di lenyapkan jejaknya. Agar bukti tidak diketahui oleh orang lain, Hito pun sekarang beralih ke Ibu tirinya lagi yang diterkam habis-habisan oleh bayangan Kang Shan.


"Tinggal kau lagi pelacur," hembus Hito memikirkan Ibu tirinya.


Ibu tiri dalam keadaan yang sudah sekarat sampai ketakutan membawa ia trauma sama Kang Shan, padahal itu bayangan palsu menyerupai Kang Shan. Hito merasa terbantu dengan mayat air yang rela menjelma jadi mirip Kang Shan sungguhan, alhasil Hito menjadi enak untuk berbicara kepada Ibu tiri.

__ADS_1


"Hallo Ibu," salam Hito melambaikan tangannya tersenyum cerah sekali melihat Ibu tirinya menderita sangat.


Mayat air yang menjelma menjadi Kang Shan palsu berdiri melihat kode senyum penguasanya untuk menyuruhnya berhenti bertindak berlebihan lagi.


"Bajingan kau Hito! Gara-gara kau, semua ini terjadi!" sungut Ibu tiri berusaha tetap tegar, walau tubuhnya menerima banyak luka.


"Janganlah menyalahku, aku hanya tahu saja rencana penyergapan ini semua pasti tabib hidung belang di kamar Kang Shan, kan." tangkas Hito membuka rahasia Ibu tiri.


Ibu tiri terdiam dengan perasaan begitu marah dan mencipratkan air keruh di genangan tersebut kepada Hito.


"ANAK HARAM, INI RENCANA AKU SEMUA!! MANA ADA SATUPUN TABIB YANG DATANG ISTANA MEMBUAT RENCANA SEPERTI ITU!!" Ketus Ibu tiri menunjuk-nunjuk Hito dengan jari telunjuknya seolah mengalihkan tangkas Hito berteriak sekuat tenaga untuk membantah, padahal aslinya memang Ibu tirilah yang menyembunyikan tabib di kamar Kang Shan. Nampak dari wajahnya saja sudah cemas, karena takut terbongkar akan keberadaannya.


"Iya-iya, aku tahu. Aku tidak ngadu ke Ayah, aku beritahu saja," jelas Hito mengambil secarik kertas dalam tas kecilnya.


Ibu tiri yang terengah-engah napasnya sehabis teriak sebelumnya, sekarang sudah merasa tenang. Perasaan tenang di campur ragu datang dibenaknya, bahwa Hito mau di ajak bekerjasama pertama kalinya untuk menutup keberadaan tabib. Cuma Ibu tiri tidak mengetahui Hito hanya perumpamaan saja, untuk menenangkan keadaan Ibu tiri. Agar konsentrasi Ibu tiri menjadi kacau untuk menandatangani sebuah surat pengeluaran dari silsilah keluarga.


Sehingga kesempatan ini Hito mengambil sebuah berkas surat di kamar Ayahnya, dari bukti hingga mengenai Ibunya tidak ada satupun Hiti temukan. Hito menemukan foto keluarga bersama Ibunya yang berkumpul bersama, sayangnya foto ibunya terobekkan. Dari situlah Hito tidak mendapatkan wajah ibunya beserta data identitas Ibunya yang terbilang misterius.


Hito hanya mengambil cap stempel Ayahnya dan juga meniru tanda tangan Ayah semirip mungkin, dengan trik dan cara pada malam hari tidak diketahui oleh orang satupun. Hingga yang terakhir adalah tanda tangan pengganti Ibunya yaitu Rossa Lennaid atau Ibu tirinya, Dengan ini semua telah tertandatangani berarti Hito lepas dari silsilah Keluarga Alexander begitu juga pencabutan ia menjadi bangsawan juga di cabut sebagaimana peraturan tertera dalam surat pengeluaran dari keluarga.


Oleh karena itu, Hito harus menanggung semua dari konsekuensi dari keputusannya. Hingga tidak ada yang namanya bantuan atau pemasukan keuangan dari Keluarga Alexander untuk jatah hidupnya.


"Apa ini!"


"Surat keluarku dari silsilah keluarga, yah Ibu tahulah. Kan aku anak haram dan rendahan, mungkin sebaiknya aku sadar diri dalam posisi keluarga ini, hiks …," tangkis Hito berpura-pura di depan Ibu tirinya agar mau percaya sama perkataan Hito.


Hito sengaja memasang wajah bertopeng di depan Ibu tiri.


"Bagus, sadar diri juga kau. Kau itu masih bau kencur tidak perlu banyak mulut, kalau aku mengatakan fakta yang sebenarnya." puji Ibu tiri mengambil kertas dari tangan Hito hingga ia menandatangani dengan senang hati menyambut Hito keluar dari kekuasaannya.

__ADS_1


Hito yang pura-pura mengakuinya di dalam hati ada rasa ingin memukulnya atau membunuh, cuma Hito menahannya.


"Nah, ini suratnya. Besok, kemas barangmu dari sini. Jangan sampai aku lihat batang hidungmu berada di Istana ini!" ancam Ibu tiri mengerutkan alisnya.


Hito mengambil surat pengeluaran dari silsilah keluarga sudah ditandatangani, Hito merasa sangat lega rencana bisa berhasil bebas untuk keluar dari istana, namun sebelum itu Hito mengatakan kesepakatannya lagi.


"Oh yah, Ibu untuk masalah hubungan tabib. Hito rahasiakan dulu, batasnya sampai setahun yah, Ibu." Usul Hito memasukkan surat yang di tanda tangan tadi ke dalam tasnya.


"Iya-iya aku tahu, jangan banyak mulut lagi,"


Hito pun senang dan menghentikan kolam air dengan hentakan kakinya, begitu air mulai surut. Mayat air yang menjelma Kang Shan berubah menjadi air kembali, dan segala tubuh pasukan penjaga telah lenyap seutuhnya. Tanpa meninggalkan jejak satupun di lorong tersebut.


Pelayan Ruhee sedari tadi menunggu air genangan mulai hilang, Ruhee pun menatap air di sepatunya sudah mulai surut dan Ruhee pun berlari berpura-pura mengikuti saran dari rencana Hito. Ruhee pun mengikutinya sampai ia berpapasan bersama Hito, mereka pun saling tatap muka.


Hito pun memberi isyarat pada gerakan bibirnya berkata untuk Ruhee.


'Datanglah ke kamarku malam ini, jangan membantahku. Jika kau ingin selamat.' kata yang Hito ucapan terdengar kecil pada bibirnya saja bergerak memberikan isyaratnya. Hito pun menyelesaikan kalimay yang diucapkan dan mengangkat jari telunjuk ke bibirnya.


Tanda yang diberikan oleh Hito adalah sebuah isyarat sepele, namun berdampak cukup besar. Isyarat tersebut mengartikan bahwa janganlah kasih tahu siapa-siapa, hanya berdua saja. Itulah maksud Hito berjalan menuju kamarnya sambil senyum menyimpan misteri.


Ruhee tahu akan di bilang oleh Hito, menggangguk kepalanya sedikit tidak nampak. Membalas apa Hito katakan, sesudahnya Ruhee menemui Ibu tiri yang sudah penuh sama luka cakaran hingga dress yang di pakainya sudah banyak sobek.


Ibu tiri hanya terduduk di tengah lorong sambil menatap kosong apa yang ia lihat, perasaan bahagia bahwa bebannya dapat berkurang satu yaitu Hito tidak lagi mengusik ia di dalam Istana ini lagi.


"Putri Rossa!" panggil Ruhee berlari.


Ibu tiri pun memejamkan matanya hingga melambai tangannya untuk menyuruh Ruhee mengangkat tubuhnya.


"Hah … Ruhee kaulah orang yang selalu membantuku," rintih Ibu tiri tubuhnya sudah kesakitan parah, namun ia berpikir mengapa Hito tidak membunuhnya secara langsung bersama pasukan penjaga lain, sehingga itu menjadi tanda tanya di pikirannya Ibu tiri.

__ADS_1


__ADS_2