
"Tuan Hito, aku ingin bertanya apa yang ada di depan kita ini?" tanya pelayan Ruhee sedari tadi mengikuti Hito berjalan terus melihat sekeliling sangatlah sepi.
Bahkan Hito pun tidak menoleh pada Ruhee cuma membalasnya sesingkat, "Kau akan tahu nantinya,"
Seusai Hito menjawab pertanyaan dari pelayan Ruhee, Hito terhenti sejenak membalikkan badannya.
"Dengarkan, aku. Ketika aku bilang berhenti, maka jangan sesekali melangkah dulu. Aku minta kau berakting seolah kau menyelematkan Ibu tiri di depan, ketika aba-abaku kedua bilang barulah kau maju bisa?"
Pelayan Ruhee mendengarkan dengan antusias apa yang Hito rencanakan untuk Ruhee.
"Aba-aba ini menyuruh kau maju, ketika genangan di bawah ini menghilang. Kau bisa maju lagi, untuk selebihnya tidak ada lagi. Dengan begini Ibu tiri tidak menaruh kecurigaan padamu," jelas Hito membalikkan badan kembali.
Ruhee pun menghelakan napasnya, sambil menundukkan kepalanya apakah ia bisa melakukan atau ragu yang datang dalam hatinya. Ruhee pun menggeleng-gelengkan kepala sambil memukul wajah agar ia fokus pada rencana yang di lakukan Hito, jika gagal. Yang ada Ruhee terkena konsekuensi sendiri di hadapan Ibu tiri.
Sesampai di tempat penyiksaan belum jauh dari jangkauan Hito dan pelayan Ruhee berjalan, Hito pun berhenti sambil pengangkatan tangannya.
"Kau tahu sekarang?"
Ruhee pun berhenti tepat di bagian gelap sambil menganggukkan kepalanya.
"Waktunya dimulai, aku harap kau bisa berhasil dalam rencana ini. Kalau gagal konsekuensinya kau tanggung sendiri." tukas Hito pun badannya berubah kembali menjadi kolam air berjalan menuju tempat penyiksaan.
Tampak sudah dua pasukan yang tewas tergeletak di genangan air, ada yang tubuhnya terpotong dan ada sebagian kehilangan oksigen karena terkena lilitan ular air menjelma. Di sisi lain Ibu tiri masih bertahan terbaringnya dengan sebagian tubuhnya terluka di cakar oleh bayangan Kang Shan. Bisa di bilang pakaiannya sudah terobek.
Dan satu pasukan penjaga masih tangguh berlawan sama bayangan Hito, stamina dan kekuatan dimiliki tubuhnya sangatlah tinggi. Akibatnya, pertarungan yang di lakukan bayangan Hito palsu masih bertahan melawan pasukan pertama ini.
"Hah … hah … hah … aku sudah kelelahan, jika aku lanjutkan seperti ini terus kayaknya percuma saja. Anggapanku, bagaimana bisa bocah berumur tujuh tahun bisa sekuat ini," gumam Zhen yang terduduk jauh dari hadapan bayangan Hito.
"Kalau seperti itu, aku akan menggunakan tipuan untuk mengecohnya!" gerutu Zhen, bangkit dan menyerangnya kembali.
Cuma Zhen yang masih bertahan dengan Ibu tiri, namun Zhen tidak sadar bahwa Hito asli mengawasi pergerakan Zhen melawan bayangan Hito.
__ADS_1
Hito hanya menunggu kesempatan Zhen menyerah atau mati, kalau Hito mengalami pikiran berubah bisa jadi Hito memberikan kesempatan hidup untuknya. Hito memikirkan riwayat Zhen di gamenya, terkenal akan bertarung pedang yang kuat. Memutuskan menjadi kaki tangan Ibu tiri dan menjadi murid dari pasukan kegelapan yang merusak tatanan dunia ini, Hito sekilas mengingatnya, cuma Hito mau menganggap Zhen sebagai orang berguna atau memilihnya untuk rekan perjuangan. Apalagi orang yang mengajarkan ia berpedang.
Karena Hito pun tahu kejadian pengkhianatan yang di hadapi Zhen, sehingga Zhen menjadi pasukan kegelapan pada masa itu. Pertemuan inilah Hito antara berat hati ingin memilihnya atau tidak.
Pertarungan masih berlangsung di antara keduanya, setetes keringatan pun jatuh di bawah kolam air Zhen. Pertimbangan, kejelian, serta fokusnya bertarung menjadi kelebihan di miliki Zhen. Zhen pun berusaha terus menghalau pedang bayangan Hito hingga kesempatan untuk mencari celah, Zhen perhatikan momen yang tepat.
"Celahnya, sangat sempit dan susah aku jangkau. Baru ini aku melihat musuh di hadapanku yang lihai akan pertahanan cuma ia lemah di penyerangan,"
"Kalau seperti ini terus, aku akan menggunakan kekuatan sihir,"
Zhen pun memejamkan matanya, sehabis memikirkan cara lain yaitu menggunakan kekuatan cahaya. Kekuatan dengan menambah pukulan serangan dan pertahanan meningkat. Bayangan Hito pun lalu terangsang sama kekuatan ini pun menjadi segan, wajahnya yang berubah datar lalu menjadi khawatir. Zhen membuka matanya melihat respon Hito di matanya sudah ketakutan, Zhen tersenyum akan ketakutan datang pada diri Hito mengakui kelemahannya.
Dan Zhen pun maju menyerang bayangan Hito menggunakan kekuatan cahaya atau bisa disebut dengan Glorious light defense. Zirah dan pedang sudah berlapiskan cahaya, Zhen pun percaya diri menebas bayangan Hito yang bertahan dengan pedang biasanya.
"Rasakan ini Hito!!" sergah Zhen siap menebas Hito dari atas.
Bayangan Hito yang tidak bisa menahan kekuatannya Zhen, pedang logamnya pecah. Sampai akhirnya bayangan Hito terkalahkan dengan tubuhnya terpotong terkena pedangnya Zhen.
"A- akhirnya hah … hah … ter– kalahkan ju– juga hah … hah …,"
"A– aku harus … me– nolong mere–"
Tiba-tiba tubuh Zhen terikat sama rantai dari kolam air sendiri mengunci tubuh Zhen dengan erat membuat Zhen berontak secara keras.
"Apaan ini!! Arghhhh!! Sial!! Bajingan!!" ketus Zhen marah akan kolam airini masih menyerangnya tidak mengenal situasi.
"Arghhhh!! Lepaskan aku!! Arghh"
Rantai yang muncul dari kolam air tersebut, membuat Zhen terikat terik sampai tubuhnya merasakan kesakitan yang cukup kuat, Zhen pun tidak bisa bertahan cukup lama. Ia masih tidak habis pikir, seharusnya Hito sudah mati diserang olehnya. kolam air akan hilang, akan tetapi kolam air ini masih ada terus melukai Zhen dengan sendirinya.
Hito yang sudah mengawasinya dari jauh tadi, kemudian mendekati Zhen yang terikat oleh rantai airnya.
__ADS_1
"Sungguh pertarungan yang memuaskan." Puji Hito menepuk tangan melihat Zhen berjuang.
Zhen melirik Hito yang masih hidup kembali, padahal ia sudah membunuh tadi. Merasa heran seperti orang kebingungan.
"Bajingan kau Hito! Bagaimana bisa kau hidup lagi!" ketus Zhen nampak marah disertai keingintahuannya.
"Hidup?"
"Kan aku masih hidup? Memangnya kenapa aku hidup?"
Hito berpura-pura bercanda di depan Zhen, sengaja membuat Zhen menjadi makin marah terhadap Hito.
"BANGSAT KAU!! AKU TANYA SERIUS!!"
Teriak Zhen pun membuat Hito tertawa kecil memperhatikan Zhen tersiksa, Hito pun duduk sela sambil membelai wajah Zhen yang penuh akan dendam ingin mencabik Hito. Tapi Hito sangat menyukai dendam yang ada wajah Zhen.
"Janganlah serius, aku hanya ingin bermain samamu, aku hanya bilang kawanmu sudah tewas di telan genangan airku. Bayangan aku juga sudah menghilang,"
"Sekarang yang ada di sini adalah kau pasukan penjaga yang berkerja sama dengan pelacur, disini." Hito membelai rambut hingga wajah Zhen seperti kucing. Hito sangat senang menatap Zhen yang sudah terikat dengan erat.
"Apa yang lakukan samaku!!"
"Kau tidak perlu tahu, semua. Kekuatanmu Glorious light defense sangat menarik perhatianku,"
Lalu Hito mendekat pada telinga Zhen, sampai berkata di telinganya.
"Apa kau belajar kekuatan ini dari Hemipenthes Seunsk pasukan yang berkhianat Kerajaan Cares 12 tahun, Zhen." Bisik Hito di telinga Zhen dengan senyumnya.
Zhen mendengarkan Hito berbisik di telinga lalu tertegun, Zhen tidak tahu. Bagaimana bisa Hito mengetahui asal muasal kekuatan yang ia dapatkan dari Hemipenthes Seunsk seorang gurunya tinggal di gubuk Hutan Seremian.
"Bagaimana kau bisa tahu tentang orang itu?" ucap Zhen menaruh curiga akan informasi yang Zhen simpan terbongkar.
__ADS_1
"Kau akan tahu dari aku jelaskan," ujar Hito.