Pendekar Tanah Pasundan

Pendekar Tanah Pasundan
Episode 15


__ADS_3

"aku tidak peduli dengan kakak mu dan seberapa tinggi ilmunya"


"Aku Wijaya juga bukan  pengecut .kau tak perlu menangung sendiri sun lin.aku juga akan bertanggung jawab !."


"Ya apapun akibatnya kami takan lepas tangan  .kita harus tanggung jawab bersama."


"Betul. Mana boleh membiarkan kak sun lin menangung sendiri"


 


 


Dalam hati sun lin sangat  senang mendengarnya perkatan teman temannya yang tulus karena saat kehidupan pertamanya seseorang datang hanya dengan niat membunuh  .


 

__ADS_1


 


"Terimakasih teman teman kau telah mau berbagi kesusahan dengan ku suatu kehormatan bisa berteman dengan kalian. Bila ada sesuatu masalah di masa depan  jangan sungkan kabari aku. Aku pasti membantu ."


"Baiklah  bagaimana kalau kita kembali dulu   sekta  kalau kita teruskan akan susah  bila bertemu moster yang sulit  dihadapi "


"Baiklah mari kita pulang....."


 


 


"Dalam hati berkata "apa bukankah ini batu hitam untuk membuat pusaka tingat menengah aku sungguh  beruntung bisa menemukanya"


 

__ADS_1


 


Setelah itu meraka meninggalkan  tubuh terbiarkan di gunung  tengkorak dan  kembali menuju sekta untuk menukarkan batu kristal dengan ramuan pelatihan.


Rojer berkata " oh ya ... Setelah ini apa rencana mu sun lin ?."


"Sepertinya setelah ini aku ingin kelembah bulan untuk meningkatkan kemampuan dengan bertarung  oleh para master  dari sekta pedang bulan."


 


 


Wijaya aku juga mau kesana bila berjodoh kitakan bertemu si sana (lembah bulan)


"Baik kalau kita punya waktu luang kita bisa kumpul kumpul hari biasah"

__ADS_1


"Sampai jumpa"


__ADS_2