
Setelah semua orang pergi sun lin bermeditasi didalam kamarnya .karena di dunia ini yang kuat lah yang di hormati dan yang lemah harus terima di tindas.
"Sepertinya tubuh ini memang sampah ..(sambil melihat aura di tangannya(
tapi sekarang takan membuat tragedi itu ter ulang. Tenang saja. sekarang kau adalah aku ,aku adalah kau aku tak akan membiarkan mu tertindas kembali."
Sambil mengengamkan tangan "hanyalah orang kuat yang akan di hormati aku tau itu .dalam hati berkata (aku sudah sangat mengerti aturan dunia ini)"
"Selain bakat yang melebihi seseorang .harus memiliki hati yang teguh ...dan tekat yang kuat ."
Lalu dalam hati berkata" diriku yang dulu sangat lemah sekarang berbeda dengan diriku yang sekarang . hidup masa lalu ku memberi banyak pengalaman ,aku akan bisa mempelajari isi dalam batu bandar bumi suci"
Seketika ia merasa kan bahwa hawa dari dirinya yang dulu menyatu dalam dirinya saat dia meditasi "apakah ini bisa menyatu? Mari kita coba "(sambil tersenyum tipis)
Setelah sekian lama akhirnya bisa menyatu kan hawa jiwa itu dengan senang ia berkata
"Jadi ini jiwa unik ku sekarang sekarang akan ku beri nama jiwa lembah Kematian"
__ADS_1
Setelah itu ia pun keluar dari ruangannya sun lin melihat tempat pelatihan yang dulu sering buat pelatihan .
"Oh ...ini temat pelatihan yang sering dulu aku buat latihan.... Ayo mari kita coba lihat kekuatan ini menikat seberapa "
"Jurus tebasan bulan sabit "(tiba -tiba batu di tempat pelatihan itu hancur berkeping-keping) "lumayan ilmu ku menikat dua kali lipat dari diri ku yang dulu"
Seketika itu kakaknya menghampiri di tempat pelatihan.
Mau lin bertanya "dik apakah kau sudah sembuh ?"(sambil cemas)
"Dik kau tak perlu tampak kuat di hadapan kakakmu ini kakak sangat cemas"
"Sambil tersipu malu karena ia sudah lama tidak merasakan hangatnya keluar berkata "kakak tenang saja aku akan menjadi kua, ngomong ngomong kenapa kakak kesini."
"Oh soal itu aku hampir lupa bahwa hehehe kita di pangil oleh ayah .ayo mari kita pergi temu ayah"
"Baik kakak"
__ADS_1
Ayah sun lin adalah sang lin ketua dari kediaman ibu kota bulan purnama
Mereka pun berjalan menuju ke ruangan keluarga dan berbicara selayaknya keluarga walaupun sun lin agak canggung mereka pun masuk keruangan ayah .
"Ayah kami sudah datang" (sambil mengetuk ruangan)
"Ya kalian masuk lah kemari"
Sun lin berkata "ayah apa kabar mu"
"Nak apakah kau sudah sembuh "(sabil khawatir)
"Iya ayah aku sudah sembuh total,ayah tak perlu cemas ayah sudah lihat sendiri kan"
"Nak tak ku kira kau akan sembuh secepat ini melihat luka mu sungguh sangat parah siapa yang berani melakukan hal itu nak , apakah mereka dari keluarga han . serangannya sudah begitu berat kau jelas jelas saran embuk bagi mereka"
"Ayah biarkan aku yg mengurus uruasan ini .ayah tak perlu cemas dan kakak janganlah ikut ikut "(SAMBIL BICARA TEGAS)
__ADS_1