Pendekar Tanah Pasundan

Pendekar Tanah Pasundan
Episode 18


__ADS_3

Fasya  Dengan tidak seneng dengan tatapan   sun lin pun "


"Mau kabur ... Adikku mungkin  melepaskanmu   tapi tidak dengan aku" (sambil melambaikan tangan mengeluarkan jurus petir )


"Fasya cukup" tasya samil teriak


"Bukankah tidak ada dendam di antara kita tetapi kenapa kau ingin membunuhku. Fasya tunggu ketika aku masuk level langit itulah. Hari kematianmu" (sambil pergi dengan ilmu langkah kilat)


"Hay hay hay bocah itu punya nyali mengancamku .hanya bermodal kan itu kau juga ingin menerobos ke level langit jangan mimpi"


Dalam batin Tasya berkata "sebenarnya berapa kuat sun lin iya dapat menghindar serangan fasya yang sudah level langit lapisan 3 "


Sun lin  berjalan lagi  melanjutkan menyusuri    lembah  bulan dan ia melihat sebuah danau ia pun menyucikan mukanya tiba tiba iya bertemu Wijaya dan ayu

__ADS_1


"Hay sun lin sedang apa"


"Sedang bersantai  sembari tersenyum .apa tujuan kau kesini'


"Kebetulan sekali kami sedang mencarimu .dengan adanya kamu aku pasti lebih berani" (wijaya sambil tersenyum)


"Seingat ku kau  berapa waktu yang lalu ingin pergi ke lembah bulan ?tapi sekarang apa hubungannya dengan ku"


"Ya kalau ada kak sun lin kami tak perlu takut untuk di ganggu"


"Baiklah ... Jarang sekali bisa kumpul dengan kalian bersama  . Kalau begitu mari kita latihan bersama"


Wijaya sambil memberikan sebuah topeng kepada sun lin

__ADS_1


"Kau memang sahabat sejati kawan pakailah ini."


"Topeng untuk apa ?"


"Untuk menutupi identitas kita agar kita nanti terhidang dari masalah seusai  pertandingan"


Dalam hati wijaya berkata "betul..kenapa aku sampai lupa orang di sini seperti binatang  yang memangsa si lemah"


"Baiklah mari beangkat"


"Kalau ada sun lin  berbeda rasanya dari pada kita berdua"(Wijaya sambil senang)


"Yup"

__ADS_1


__ADS_2