
Fasya Dengan tidak seneng dengan tatapan sun lin pun "
"Mau kabur ... Adikku mungkin melepaskanmu tapi tidak dengan aku" (sambil melambaikan tangan mengeluarkan jurus petir )
"Fasya cukup" tasya samil teriak
"Bukankah tidak ada dendam di antara kita tetapi kenapa kau ingin membunuhku. Fasya tunggu ketika aku masuk level langit itulah. Hari kematianmu" (sambil pergi dengan ilmu langkah kilat)
"Hay hay hay bocah itu punya nyali mengancamku .hanya bermodal kan itu kau juga ingin menerobos ke level langit jangan mimpi"
Dalam batin Tasya berkata "sebenarnya berapa kuat sun lin iya dapat menghindar serangan fasya yang sudah level langit lapisan 3 "
Sun lin berjalan lagi melanjutkan menyusuri lembah bulan dan ia melihat sebuah danau ia pun menyucikan mukanya tiba tiba iya bertemu Wijaya dan ayu
__ADS_1
"Hay sun lin sedang apa"
"Sedang bersantai sembari tersenyum .apa tujuan kau kesini'
"Kebetulan sekali kami sedang mencarimu .dengan adanya kamu aku pasti lebih berani" (wijaya sambil tersenyum)
"Seingat ku kau berapa waktu yang lalu ingin pergi ke lembah bulan ?tapi sekarang apa hubungannya dengan ku"
"Ya kalau ada kak sun lin kami tak perlu takut untuk di ganggu"
"Baiklah ... Jarang sekali bisa kumpul dengan kalian bersama . Kalau begitu mari kita latihan bersama"
Wijaya sambil memberikan sebuah topeng kepada sun lin
__ADS_1
"Kau memang sahabat sejati kawan pakailah ini."
"Topeng untuk apa ?"
"Untuk menutupi identitas kita agar kita nanti terhidang dari masalah seusai pertandingan"
Dalam hati wijaya berkata "betul..kenapa aku sampai lupa orang di sini seperti binatang yang memangsa si lemah"
"Baiklah mari beangkat"
"Kalau ada sun lin berbeda rasanya dari pada kita berdua"(Wijaya sambil senang)
"Yup"
__ADS_1