
Mau lin pun berkata "ayah tenang lah adikku sekarang sudah melampaui dirinya ,(sambil merangkul sun lin dengan senyum lebar) saya tadi melihat adik di temat latihan bisa menghancurkan batu kira kira 4 ton"
Sang lin "apa ... Apakah itu benar sun lin .... ?" (Sambil kaget dan tercengang)
Sun lin "hehehe.... Iya ayah aku tadi latihan karena badanku kaku sudah lama tidak berlatih jadi aku tadi latihan."
Sang lin " bagus kalian lusa ikut lah dengan ku kepertemuan klan"(sambil tersenyum tipis dan bangga )
sang lin berkata dalam hati "Anaku ... Akhirnya kau berhasil melampaui ko sendiri nak.akhirnya kau bisa bersanding dengan saudara mu kau memang luar biasah ."
"Aku ingin lihat ...bagaimana mereka menghancurkan ku sebagai penguasa kota bulan purnama ini"
"Ayah tenang saja aku , kakak dan adik. Takan mengecewakan mu ...."(sambil tersenyum)
"Baiklah mau lin antara adikmu istirahat dan kau berlatih lah kau tak mau di Lampung oleh adik mu kan "
__ADS_1
"Hahaha ayah sekarang meledeku kan"
"Hahaha ayah bercanda"
"Baik ayah kami mohon undur diri dulu"
Setelah malam berlalu sun lin pun membuka jendela kamarnya dan sambi memandang rembulan
__ADS_1
"Kali ini pasti aku akan menjadi pendekar tertingi"
"Aku tidak pernah menyangka bahwa aku bisa hidup kembali . yang terpenting disini aku memilih keluarga yang menyayangiku."
"Sun lin masa lalu terimakasih atas kesempatan ini aku takan mengecewakanmu ."(sambil menggengam tangan nya dengan erat)
"Lihat saja aku akan.membalas semua orang yang meremehkan ku . Akan ku buat mereka menyesal."
"Aku takan membiarkan siapapun menyakiti keluarga ku"
"Lebih baik aku sekarang bermeditasi agar siap untuk pertarungan lusa nanti"
Hari hari pun berlalu ada desa desus bahwa duel generasi muda keluarga pun akan terjadi lusa banyak orang membicarakan menduga kalau lusa keluarga sang lin akan kalah dalam pertemuan tersebut rumor itu pun tersebat luas
__ADS_1