
PENGANTIN BERDARAH
Siapa sosok wanita itu ? Kenapa wanita itu selalu mengikuti Aryo ? Kenapa dia selalu mengganggunya ? Dan apa maunya ? Pertanyaan pertanyaan tentang sosok itu semakin mengusik pikirannya.
Disaat hati Lastri mulai yakin sepenuhnya pada Aryo selalu saja ada gangguan ini itu yang coba menggoyahkan pendiriannya.
Lastri kemudian masuk dan menutup pintu. Dia melangkah keruang makan namun langkahnya terhenti saat dia mendengar percakapan Dewi dan ibunya yang terdengar sampai ruang depan.
" Tadi waktu ibu menyuruh mbak Lastri belanja kepasar bukannya ada tamu yang datang cari mbak Lastri. Kenapa ibu ga sampaikan pesannya ? " tanya Dewi mencoba memancing ibunya.
" Siapa, Wi ? " tanya pak Saiful.
Lastri yang mendengar itu mencoba untuk tak mengeluarkan suara sedikit pun namun bu Marni masih saja diam.
" Dia keluarga mendiang istri pak Aryo dari kota, pak. Dia bilang mbak Lastri harus hati hati sama pak Aryo. Bahkan kalau bisa pernikahannya dibatalkan saja ! " ucap Dewi sembari menatap ibunya.
__ADS_1
" Bener, Wi ? tanya pak Saiful.
" Bener, pak ! " tegas Dewi.
" Kamu ini mengada ada saja, Wi. Kalau kamu ga denger semuanya jangan sok tau. Sekarang logikanya dia kan keluarga mendiang istrinya pak Aryo pasti mereka tidak akan setuju jika pak Aryo menikah lagi. Ga rela pastinya kalau harta Aryo jadi milik istri barunya, " kata bu Marni membela diri.
" Aku denger semuanya ko bu. Dia bukan keluarga istri pertama pak Aryo kan ? Dia itu keluarga istri ke dua yang bunuh diri tepat sehari setelah pernikahannya. Itu karena ulah pak Aryo kan ? Wanita itu jelas jelas bilang kalau pak Aryo sudah pelet adiknya sampai dia jatuh cinta padanya, sampai akhirnya dia dijadikan tumbal perusahaannya. Sama seperti mantan istri pertamanya yang meninggal tiga tahun lalu, " kata Dewi bersikukuh.
Belum sempat bu Marni membantah ucapan Dewi, Lastri langsung masuk kedalam.
Bu Marni yang melihat Lastri masuk tentu sudah bisa menebak jika anaknya itu sudah mendengar percakapan mereka. Bu Marni tak bisa berkutik, dia berikan secarik kertas pada Lastri dari saku celananya.
Malam itu juga Lastri langsung menghubungi nomer telfon itu. Terdengar suara perempuan dari ujung telfon sana. Lastri lantas menjelaskan maksud dan tujuannya menelfon wanita itu. Sampai akhirnya mereka sepakat untuk bertemu ke esokan harinya.
Seusai sholat subuh Lastri telah bersiap menunggu bus paling pagi, setelah dia pamit pada bapaknya untuk pergi kekota untuk menemui wanita itu. Pak Saiful tak mampu melarang putri sulungnya karena dia berhak tau semua hal mengenai calon suaminya itu.
__ADS_1
Setibanya diterminal kota Lastri langsung mencari mobil kijang dengan nomer plat yang dikirim kemarin semalam. Tak butuh waktu lama Lastri melihat seorang wanita berdiri disamping mobil sembari melambaikan tangan pada Lastri, seolah dia sudah tau banyak tentang Lastri sebelumnya.
" Saya Maya, mbak, " sapa wanita itu memperkenalkan diri.
Lastri pun memperkenalkan dirinya dan setelah itu mereka masuk kedalam mobil untuk mencari tempat yang nyaman untuk memperbincangkan masalah mendiang adik Maya dan juga Lastri.
" Saya minta maaf sebelumnya kalau saya sudah lancang, mbak. Sungguh, saya ga bermaksud untuk hancurin rencana pernikahan mbak Lastri sama Aryo atau apapun itu. Saya sudah coba abaikan tapi wanita itu terus datang disetiap malam mengganggu hidup saya ! " ujar Maya dengan raut wajah yang ketakutan.
" Maksud mbak Maya ? " tanya Lastri kebingungan.
" Wanita itu terus datang disetiap malam dan selalu bilang jika mbak Lastri tetap bersikukuh menikah dengan Aryo maka nasib mbak akan sama dengan nasib Wulan adik saya, " jelas Maya.
" Wulan ? " tanya Lastri sembari mengerutkan dahinya.
" Aryo adalah rekan bisnis adik saya, mereka pacaran selama satu tahun setelah istrinya meninggal dunia. Awalnya kami sekeluarga ga ada yang curiga karena memang Aryo adalah lelaki yang baik juga sopan. Sampai tiba tiba Wulan sering uring uringan dan marah marah ga jelas. Dia juga sering teriak teriak panggil nama Aryo dan bilang kalau ada wanita yang terus mengganggunya. Sempat pula kami bawa Wulan ke orang pintar dan dia bilang kalau Wulan kena pelet. Disitu kami sudah bingung antara melanjutkan pernikahan atau dibatalkan saja. Tapi karena adik saya sudah kelewat tergila gila sama Aryo hingga kami putuskan untuk menikahkan mereka berdua, " kata Maya.
__ADS_1