PENGANTIN BERDARAH

PENGANTIN BERDARAH
PENGANTIN BERDARAH


__ADS_3

PENGANTIN BERDARAH


" Sampai dimalam setelah pernikahan adik saya menyayat pergelangan tangannya berkali kali hingga dia meninggal dunia, " lanjut Maya sembari terisak saat menceritakan itu pada Lastri.


Lastri tak percaya dengan apa yang telah dia dengar dan masih tetap terdiam.


" Mbak Lastri mungkin ga percaya dengan apa yang sudah saya ceritakan tapi saya bawa bukti album pernikahan mereka, " kata Maya sambil mengeluarkan sebuah album foto dari dalam tasnya.


Lastri membuka satu persatu lembaran foto itu. Dia lihat Aryo dan wanita disampingnya, dia adalah Wulan. Dia mengenakan gaun putih, tubuhnya begitu kurus bahkan sangat kurus. Bahkan terlihat seperti tulang yang hanya dilapisi kulit.


Terlihat wajahnya yang tak berhias sedikitpun. Wulan tampak tersenyum bahagia seolah itu hari terindah baginya. Namun disebelahnya, terlihat kesedihan diwajah Aryo.


Tiba tiba pandangan Lastri tersedot kealam bawah sadarnya. Dia seolah dapat melihat kejadian saat Wulan meninggal. Gaun putih yang Wulan pakai dipenuhi darah, dia bunuh diri didalam kamar mandi. Dan sosok itu, sosok wanita bergaun merah itu tengah tertawa saat melihat darah yang terus keluar dari pergelangan tangan Wulan.


" Mbak.. Mbak.. Mbak Lastri ! " seru Maya yang terus mengguncang guncang tubuh Lastri saat dia melihat Lastri menggereng kesakitan dengan mata yang masih terpejam.

__ADS_1


" Mbak Lastri kenapa ? " tanya Maya khawatir.


Lastri kembali tersadar saat dia mendengar ponselnya berdering. Aryo menghubungi untuk menelfonnya.


" Saya ga papa mbak ! " ucap Lastri.


Ponsel masih terus berdering namun Lastri abaikan telfon dari Aryo itu. Bunyi pesan berkali kali terdengar saat Lastri lihat semua pesan itu dikirim oleh Aryo.


" Dik tolong angkat telfon dari mas, penting ! Mas sudah dengar semua dari ibu, tolong biar mas jelaskan semuanya ! " bunyi pesan dari Aryo.


Lastri tetap tak menggubris pesan itu. Lantas Lastri mengucapkan terima kasih pada Maya atas semua informasi yang telah disampaikan padanya dan setelah itu pamit untuk pulang.


" Dik, ijinkan mas jelasin semuanya ! " ucap Aryo dengan wajah yang memelas.


" Mas sudah bohong dari awal. Mas bilang setelah istri mas Aryo meninggal, mas tak pernah menikah lagi. Tapi nyatanya banyak rahasia kelam mas Aryo yang sulit untuk aku terima, " kata Lastri yang tak kuasa menahan air matanya.

__ADS_1


" Mas Aryo jelasin sekarang ya, tolong kamu dengerin mas, " lanjut Aryo.


Namun tak digubris oleh Lastri. Dia lantas masuk kedalam rumah seraya berkata,


" Mungkin kita memang ga berjodoh mas, sedari awal ini memang terlalu indah buat ku ! "


" Lastri.. Lastri.. " teriak Aryo saat Lastri menutup pintu rumahnya rapat rapat.


Keluarga Lastri duduk diruang tamu, tentu mereka menyaksikan pembicaraan itu dari balik jendela. Tak ada yang berani berkomentar sedikit pun saat Lastri masuk dan menutup pintu kamarnya.


Berita tentang gagalnya pernikahan Lastri dan Aryo dengan cepat menyebar keseluruh kampung. Seakan peristiwa itu merupakan aib bagi kedua keluarga itu. Banyak yang berspekulasi negatif tentang peristiwa itu. Yang paling umum adalah keluarga Lastri lebih dulu tau jika Lastri akan dijadikan tumbal oleh Aryo.


Aryo dan keluarganya pun tak mampu berbuat apa apa. Fitnah itu terus mereka terima seolah hal itu adalah hal yang sudah biasa bagi mereka. Terlebih kekayaan yang Aryo dapatkan menambah kecurigaan warga disekitarnya.


* * *

__ADS_1


Sebulan telah berlalu namun sosok wanita bergaun merah itu masih terus mengganggu Lastri. Sampai puncaknya saat Lastri pulang malam dari rumah bu lurah setelah mengantar kue pesanannya.


Jalan nampak begitu lenggang dan warung warung masih banyak yang buka sepanjang jalan. Sekelebat bayangan merah melintas didepannya. Lastri pun berhenti dan memarkirkan motornya dipinggir jalan. Dia mengucek matanya untuk memastikan tak ada debu dimatanya. Sampai tiba tiba terlihat sosok wanita bergaun merah melayang tepat didepan atas kepalanya.


__ADS_2