
Karena Sun Qian di skors, akhirnya dia pergi dari sekolah dan langsung menuju tempat tongkrongannya.
"Ada apa xiao mei mei? Kenapa jam segini sudah pulang" ucap teman tongkrongan Sun Qian.
"Da ge aku di skors gara-gara wanita gila yang mengangguku disekolah!" Ucap Sun Qian mengandu
"Siapa orangnya, berani beraninya dia melawanmu" ucap teman Sun Qian
"Ini dia orangnya" Sun Qian menunjukan sebuah foto kepada temannya tersebut.
Salah satu teman Sun Qian yang pernah berurusan dengan Kim Nancy juga ikut melihat foto tersebut.
"Ah aku tau dia, dia yang waktu di bus melawanku juga saat aku tidak memberikan tempat dudukku kepada nenek nenek tua itu, dia juga yang menghajarku saat itu" ucap teman Sun Qian yang berurusan dengan Nancy.
"Kalau begitu kita harus membuat perhitungan, karena sudah 2 orang kita yang dia tindas, dia pikir dia siapa pendatang baru yang semena-mena" ucap Da Ge
"Betul kita harus membuat perhitungan, karena dia menyebalkan dan siapa suruh dia berurusan dengan kita" ucap Sun Qian
"Kalau begitu kau tentukan waktunya" ucap Da Ge
"Baiklah, kita tunggu waktu yang tepat" ucap Sun Qian sambil senyum sinis.
Sementara disekolah, Nancy masih terus bertanya-tanya siapa yang menolongnya.
Saat di kantin Zhao Lusi melihat Nancy sedang makan sendiri dia pun berinisiatif untuk memghampirinya.
"Kim Nancy, apa aku boleh duduk disini" tanya Nancy
"Terserah kau saja" jawab Nancy simpel
__ADS_1
"Terima kasih, nancy apa aku boleh bertanya?" Ucap Lusi
"Apa?" Ucap Nancy
"Sebenarnya aku ingin meminta maaf padamu tentang masalah kemarin, aku tau aku salah karena tidak berani berterus terang kepada guru, tapi ?" Ucap Zhao Lusi
"Sudahlah, sudahlah aku sudah mengerti. Kau digretak oleh Sun Qian kan?" Tanya Nancy
Zhao Lusi hanya menganggukan kepala.
"Tapi Nancy apa kau sudah memaafkanku?" Tanya Lusi
"Iya, tapi lain kali jika kau ditindas sebaiknya kau berbicara kepada orang lain, karena jika kau diam saja, kau mungkin akan menderita" ucap Nancy
"Baiklah, terima kasih, terima kasih Nancy, tidak kusangka kau ternyata baik" ucap Lusi
"Menurutmu?" Ucap Nancy
Mendengar Zhao Lusi bertanya seperti itu, Nancy hanya menatapnya dan segera meninggalkan meja makan dan pergi ke kelas.
Sendirian tanpa teman memang sangat kesepian karena bagaimanapun tidak ada tempat berbagi suka maupun duka, akan tetapi dengan orang lain itu ribet dan merasa tidak aman, itulah yang mendasari seorang introvert tidak berteman dengan orang lain kecuali orang tersebut telah ia percayai dan tidak akan menghianati.
Bel telah berbunyi, itu menandakan pelajaran sudah berakhir, Nancy pun pulang.
Disepanjang jalan ia melamun.
“kenapa aku memikirkan obrolan Zhao Lusi” batin Nancy
Sementara Bi Wenjun menunggu Nancy didepan pintu masuk apartemen.
__ADS_1
“kenapa kau ada disini?” tanya Nancy
“ah, aku memang sengaja menunggumu” jawab Wenjun
“ada masalah apa kau mencariku?” tanya Nancy
“tidak, aku hanya ingin menanyakan keadaanmu?” ucap Wenjun
Sebenarnya Bi Wenjun bingung ingin berkata apa, tapi dia penasaran dengan perasaan Nancy setelah hukumannya berakhir karena Wenjun lihat seperti masih ada kekhawatiran didalam dirinya akan tetapi dia tidak berani menanyakannya.
“keadaanku cukup baik” ucap Nancy sembari pergi.
“tunggu dulu” ucap Wenjun
“ ada apa lagi?” ucap Nancy
“apa kau sudah makan?” tanya wenjun
“belum, tapi aku tidak mau makan denganmu” jawab Nancy
“siapa juga yang mengajakmu makan, aku hanya bertanya” ucap Wenjun
“hiiiiiiiis laki-laki menyebalkan” ucap Nancy sembari pergi
Sementara Wenjun membalik badan dan menepuk jidatnya.
“Bi Wenjun, Bi Wenjun apa kau bodoh” batin wenjun
**************************************************
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA💕