
Bi Wenjun sudah mengetahui Sun Qian melarang Zhao Lusi untuk berterus terang kepada guru BK.
Bi Wenjun pun terus terusan memikirkan cara agar dapat membantu Nancy. Ia pun sesekali menatap ke atap agar mendapatkan inspirasi, dan sampai ia lihat ada CCTV dikelas, ia pun memiliki ide.
"Wang Yibo, lihat dikelas ada CCTV, kita harus menemukan video itu dan menyerahkannya kepada guru BK, agar Nancy tidak dihukum lagi" ucap wenjun dengan semangat
"Kau benar, wah demi menyelamatkan Nancy, kau sangat berusaha, apa jangan-jangan?" Ucap Yibo sembari menuduh
"Jangan-jangan apa? Aku hanya tidak suka ada orang diperlakukan tidak adil" jawab Wenjun
"Hao, hao, hao aku percaya percaya, hehe" ledek Yibo
"Kau ini !, sudahlah berhenti meledekku. Tapi Yibo jangan kau beri tahu dulu Zhao Lusi tentang rencana kita ya, cukup kita dulu saja yang tahu, jika nanti kita mendapatkan buktinya dan sudah menyerahkan kepada guru BK baru kita beri tahu dia, karena aku takut rencana kita gagal, kau tahu Zhao Lusi mudah diancam" pinta Wenjun
"Baiklah, aku juga berpikiran sama, malah jika tidak diberitahukan pun tidak apa-apa" jawab Yibo
"Ok !" simpel Wenjun
Wenjun dan Yibo pun mengatur rencana untuk mendapatkan video rekaman CCTV pada hari itu.
Sementara setiap istirahat Nancy selalu mengerjakan hukumannya, dimulai berlari sampai membersihkan sekolah sampai tidak sempat untuk makan siang, ini sudah 3 hari berturut-turut dan hari ini dia Menarche atau baru mendapatkan haid pertama, dari pagi dia memang kelihatan tidak sehat, karena wajahnya pucat dan sesekali ia memegangi perutnya.
Saat istirahat sudah berakhir ia pun memasuki kelas. Ia merasa kepalanya berputar dan perutnya sangat kram. Tapi ia masih bisa menahannya.
Teman-temannya memperhatikan bahwa ada yang aneh dengan Nancy.
"Nancy, apa kau sakit, kenapa kau pucat sekali?" Tanya Li Landi teman sekelas Nancy
"Aku tidak apa-apa, urus saja urusanmu sendiri!" Jawab Nancy ketus
Bi Wenjun, Wang Yibo dan Zhao Lusi pun memperhatikan Nancy, namun mereka tidak berani bertanya.
“sepertinya dia sangat lelah” batin Zhao Lusi.
Hari ini adalah pelajaran fisika, pelajaran pun dimulai..
__ADS_1
Saat pelajaran guru mengajukan pertanyaan, karena tidak ada yang menjawab dan guru melihat Nancy tertidur, guru pun melemparkan pertanyaan kepada Nancy.
"Apa tidak ada yang ingin menjawab? Tidak ada? Baiklah aku akan melemparkan pertanyaan kepada Kim Nancy, Kim Nancy bisa kau menjawab pertanyaanku?" Ucap pak Li yao
Nancy tak menyaut ketika pak Li Yao memangil
"Nancy! Apa kau mendengar perkataanku?!" Tegas pak Li yao
Sekali lagi Nancy tidak menyaut
"Yibo, coba kau bangunkan Nancy" suruh pak Li Yao
"Nancy bangun, pak Li Yao sedang bertanya padamu (sembari mengerakan badan Nancy), Nancy Nancy?" Ucap Wang Yibo membangunkan
Nancy tidak bergeming, ia tetap tidak mendengar, namun saat membangunkan ketiga kali dengan menggerakan badannya agak kencang, badannya terkulai lemas hingga saat dibangunkan dia terjatuh kebawah meja. Dan ternyata Nancy pingsan.
"Pak Nancy pingsan!" Teriak Wang Yibo
"Kalo begitu kita bawa dia ke klinik?" Ucap pak guru
"Biar aku yang menggendongnya" ucap wenjun
"Bagaimana dokter apa dia baik-baik saja?" Ucap pak Li Yao
"Dia sepertinya sedang stres, dan kecapean, gula darahnya menurun tapi dia baik-baik saja, sebentar lagi dia akan siuman" ucap dokter Ding
"Syukurlah, terima kasih dokter, kalo begitu aku titip Nancy. Ayo anak-anak kita kembali ke kelas" ucap guru Li Yao
"Laoshi, apa boleh kita menunggu Nancy sampai siuman, takutnya dia membutuhkan apa-apa?" Ucap Zhao Lusi
"Iya Laoshi, Nancy tidak akrab dengan yang lain jadi kami yang bangkunya dekat dengan dia ingin menungguinya sampai siuman" jawab Yibo
"Hao, hao kalian boleh menungguinya" ucap guru Li Yao memberi ijin
Mereka pun menunggu Nancy hingga sadar..
__ADS_1
“sudah seperti ini dan ini yang tidak aku inginkan” ucap Zhao Lusi
“dokter bilang dia tidak apa-apa, kau tidak usah cemas” tenang Yibo
“tapi ini terjadi karenaku, bagaimana agar aku bisa membantunya” ucap Zhao Lusi
“untuk saat ini kau bersabarlah, kami akan membantumu agar Nancy tidak dihukum lagi” ucap Bi Wenjun
“apa kalian yakin dapat membantunya?” tanya Zhao Lusi
“kau tenang saja, serahkan pada kami” jawab Wang Yibo
“baiklah, aku percaya pada kalian” ucap Zhao Lusi
Nancy pun sadar..
“dia sepertinya sudah sadar, ayo kita melihatnya” ucap Bi Wenjun
Zhao Lusi, Bi Wenjun, dan Wang Yibo pun menghampiri Nancy.
"Aku ada dimana?" Tanya Nancy kebingungan sambil memegangi kepalanya dan hendak bangun.
"Kau di klinik sekolah" jawab Lusi
"Jangan bangun dulu kau baru siuman, infusmu belum habis, gula darahmu rendah!" Ucap wenjun khawatir.
"Kenapa kaliam disini? Dan kenapa kau sangat cerewet, membuat kepalaku pusing!" Ucap Nancy ketus.
Zhao Lusi dan Wang Yibo saling menatap karena aneh melihat Nancy yang terus menerus jutek kepada mereka.
"Kami hanya ingin menemanimu, karena tidak ada siapa siapa, barangkali kau butuh sesuatu" ucap Wenjun
"Aku tidak butuh apa-apa, lebih baik kalian pergi dari sini!" Usir Nancy
"Baiklah kami akan menunggu diluar jika ada apa apa kau bisa memangil kami" ucap Yibo
__ADS_1
*****************************************************
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA💕