Pengantin Masa Kecilku

Pengantin Masa Kecilku
Jangan berfikir sembarangan


__ADS_3

"Tanya apa?" Ucap Wenjun


"Apa kau yang membantuku tentang masalah kemarin?" Tanya Nancy


"Tidak, untuk apa aku membantumu?" Jawab Wenjun


"Ah aku hanya asal tebak saja, syukurlah jika bukan kau" ucap Nancy


"Memangnya jika itu aku kenapa?" Tanya Wenjun


"Jika itu kau aku akan berhutang budi padamu, dan aku tidak menginginkannya" jawab Nancy


"Iya untung saja bukan aku, baik kau makan saja, aku barusan sudah makan, aku akan pulang kerumah dulu setelah itu kita pergi keluar untuk melihat apakah ada yang mencurigakan" ucap Wenjun


Bi Wenjun pun beranjak pergi keluar.


"Baik, eh Wenjun?" Ucap Nancy menghentikan langkah Wenjun.


Wenjun pun menoleh.


"Ada apa?" Tanya Wenjun penasaran.


"Terima kasih" ucap Nancy


"Hoyoooo, kau juga tahu cara mengucapkan terima kasih? Ah aku merasa terharu" ucap Wenjun meledek


"Sudahlah, kau menyebalkan. Cepat pergi sana!" Ucap Nancy kesal.


Wenjun hanya tertawa dan pergi menuju rumahnya. Sementara Nancy mengingat-ingat siapa yang menerornya dan kenapa dia meneror Nancy.


"Setelah kuingat-ingat, aku banyak menyinggung orang lain. Jadi tidak heran ada yang menerorku, tapi dia siapa?" Batin Nancy


Nancy pun segera bersiap-siap untuk pergi keluar bersama Wenjun.


Tok, tok, tok


Nancy membuka pintunya.


"Apa kau sudah siap?" Tanya Wenjun


"Sudah, ayo kita pergi" jawab Nancy


"Baik"


Nancy dan Wenjun pun melihat ke sekeliling rumah mereka, barangkali mereka melihat sesuatu yang aneh.


"Sebentar" tahan Wenjun

__ADS_1


"Ada apa Bi Wenjun?" Ucap Nancy


"Siapa saja orang yang mengetahui alamat rumahmu?" Tanya Wenjun


"Kau juga tahu kalo aku selalu sendiri tidak ada teman, jadi siapa yang akan mengetahui alamatku" terang Nancy


"Kau benar, sepertinya dia mengikutimu dari sekolah, berarti kemungkinan dia?" Ucap Wenjun


"Ah sudahlah, aku tidak ingin berfikir yang tidak-tidak, karena tidak baik berprasangka buruk kepada orang lain" ucap Nancy


Walaupun didalam hati Nancy mencurigai seseorang juga, akan tetapi dia tidak ingin berspekulasi terlalu cepat sebelum ada bukti. Karena bagaimanapun ini persoalan yang serius jadi dia harus bertindak dengan hati-hati.


"Dia sangat aneh, padahal dia diposisi yang sangat dirugikan, tetapi tetap saja dia tidak mencurigainya" batin Wenjun


"Kau benar sebaiknya kita tidak berspekulasi terlalu cepat" ucap Wenjun


Tiba-tiba hujan pun turun, Nancy dan Wenjun berteduh di sebuah ruko kosong.


"Ya sebaiknya kita berteduh disana" ucap Wenjun


Nancy sangat membenci hujan dan suara guntur, karena saat kecelakaan bersama ayahnya hujan sedang turun dan itu membuatnya terngiang-ngiang tentang kecelakaan itu.


"Kau kenapa?" Tanya Wenjun


Nancy hanya berbalik ke arah tembok, ia tampak sangat ketakutan.


"Nancy, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Wenjun


"Hujan akan segera berhenti, kau tenanglah" ucap Wenjun menenangkan.


Bi Wenjun berfikir bahwa sepertinya Nancy takut dengan hujan.


Kim Nancy dan Bi Wenjun pun menunggu hujan sampai reda, setelah reda merekapun pulang dengan tangan kosong karena tidak menemukan bukti apapun.


"Aku masuk dulu, ini jaketnya" ucap Nancy dengan murung.


"Tunggu dulu, apa kau tidak apa-apa Nancy?" Tanya Wenjun


"Aku tidak apa-apa, gantilah pakaianmu, aku masuk dulu" jawab Nancy datar


Nancy pun masuk kerumah.


"Sepertinya kehidupannya sangat rumit" batin Wenjun


Wenjun pun pergi kerumahnya, karena hujan yang sangat lebat tadi dan dia hanya memakai baju tipis saja. Wenjun sedikit flu.


Hacim, hacim suara Wenjun bersin

__ADS_1


"Sepertinya aku flu" ucap Wenjun.


Handphone Wenjun berdering. Dilayar tertulis Fǔqīn.


Fǔqīn: "Hallo Anakku, kau sedang apa?"


Ternyata yang menlepon Bi Wenjun adalah ayahnya


Bi Wenjun: "hallo ayah, aku baik-baik saja"


Ohok ohok, Bi Wenjun tampak batuk


Fǔqīn: "Eh, kenapa kau batuk?"


Bi Wenjun: "ah aku hanya sedikit flu, tadi terkena hujan" ucap Wenjun


Fǔqīn: "sebaiknya kau temui kakakmu dan minta obat padanya, kau harus menjaga tubuhmu, apalagi kau tinggal sendiri, jika ibumu masih hidup dia akan memarahiku"


Bi Wenjun: "ayah kau tenang saja aku bukan anak kecil lagi, lagi pula ibu tahu kalo aku tidak suka minum obat, hehe"


Fǔqīn: "kau ini, tetap saja kau harus menjaga tubuhmu"


Bi Wenjun: "hao, hao, hao kau menang, nanti jika bertambah parah aku akan meminum obat, eh ayah ada apa kau menelponku?, apa Fang Shiyu membuat ulah lagi?"


Fang Shiyu adalah adik Bi Wenjun, Shiyu sangat sering membuat ulah disekolah.


Fǔqīn: "tidak, tidak aku hanya ingin bertanya apa liburan nanti kau akan pulang?"


Bi Wenjun: "aku berencana akan pulang ayah"


Fǔqīn: "sebaiknya kau tidak usah pulang, karena ayah, adik dan kakek nenekmu akan berkunjung kesana"


Bi Wenjun: "benarkah? Kalau begitu baguslah, tapi ayah aku ingin bertemu dengan ibu, rasanya sudah sejak lama aku tidak pergi ke pemakamannya"


Fǔqīn: "setelah kami kesana kau ikut pulang saja agar kau bisa menemui ibumu"


Bi Wenjun: "baiklah, terima kasih ayah"


Fǔqīn: "kalau begitu kau istirahatlah, aku akan menelpon kakakmu"


Bi Wenjun: "hao, kau jaga kesehatanmu"


Fǔqīn: "baik, kau juga daaaah"


Telpon pun terputus.


Waktu pun menujukan pukul 21.00 malam. Wenjun merasa badannya mengigil, akan tetapi dia menahan dirinya untuk tidak memberitahu siapapun

__ADS_1


**********************************************


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA💕


__ADS_2