
Nancy tidak mengetahui bahwa Bi Wenjun adalah tetangganya, Bi Wenjun juga sedang memesan take out karena dia baru pulang menemui kakakya sehingga ia tidak sempat memasak.
Ting tong Bel pun berbunyi, dengan sigap Nancy dan Bi Wenjun keluar menuju pintu masuk utama apartemen
Saat membuka pintu Nancy dan Bi Wenjun kaget.
"ya! Kenapa kau disini" ucap Nancy.
"kau yang kenapa disini" sahut Bi Wenjun.
Karena tukang take out sudah menunggu lama akhirnya Kim Nancy keluar dengan terburu-buru dan Bi Wenjun pun mengikutinya..
"Apa ini pesananku?" Tanya Nancy kepada kurir.
"ah ini adalah pizza dan ayam goreng pesanan tuan Bi Wenjun" jawab sang kurir.
Bi wenjun pun segera mengambil pesanan yang ia pesan dan menatap Nancy dengan kesan mengejek ia pun langsung pergi.
"Ishhh, menyebalkan kenapa pesanan dia duluan, dan kenapa dia bisa tinggal disini! ah aku lapar sekali" Ucap Nancy kesal.
dreeed dreeed, suara hape Nancy berbunyi, ternyata itu telpon dari kurir toko yang Nancy pesan
"Hallo, apa ini nona Nancy?" tanya sang kurir
"iya saya Nancy, kenapa pesanan saya tidak datang juga, saya sudah lama menunggu!!" tanya Nancy dengan kesal
"Tubuci, ternyata ayam kami sudah habis, karena tadi ada yang memesan juga dialamat yang sama" jawab kurir
"APA! kenapa kalian memberikannya kalian tau aku sudah menunggu lama, kalian benar benar ya!" ucap Nancy
"maafkan kami, tuan tadi duluan yang menelpon kami jadi kami tidak mungkin memberikan kepada nona" ucap pemilik toko.
"terserahlah!!" Nancy menutup telponnya dan mengerutu
"Bi Wenjun, Bi Wenjun kenapa nama ini tidak terdengar asing namun sangat menyebalkan aaarrgh!"
lalu Nancy pergi ke unit Bi Wenjun, dengan sangat kesal ia menendang pintu rumah Bi Wenjun
"Ya! buka pintunya, Ya cepat buka!!"
__ADS_1
dor,dor suara pintu di tendang.
"ada apa? kenapa kau buat keributan dirumahku?" tanya Wenjun
"kenapa kau mencuri ayamku, apa kau tau aku sangat kelaparan karena belum makan? apa kau seorang laki-laki hah?" ucap nancy
"Ya kau bilang apa? jika kau ingin ayamku tinggal minta saja kenapa harus marah-marah, ini aku berikan !" Bi Wenjun memberikan paha ayam ke Nancy namun Nancy menolaknya
"sudahlah, melihatmu aku jadi sudah tidak lapar, aku kesal hanya kesal padamu!" tiba-tiba suara perut Nancy berbunyi krebek krebek
"apa kau yakin tidak ingin ayam ini? suara perutmu meraung-raung aku kasihan mendengarnya" ucap Wenjun meledek
"kau menyebalkan sekali, jika karena aku tidak lapar aku tidak akan mengambilnya" Nancy pergi dengan membawa ayam yang diberikan dan memberikan sedikit uang kepada Bi Wenjun.
Wenjun hanya melongo melihat tingkah nancy yang aneh dan menyebalkan.
Nancy pun memakan ayam yang diambilnya dari Wenjun, tetapi ia merasa masih sangat lapar, tetapi karena sudah malam akhirnya ia memutuskan untuk tidur.
Sudah sangat malam Nancy tak kunjung bisa memejamkan matanya, entah karena efek rumah baru atau karena ia takut.
Kim Nancy semalam tidak bisa tidur akibatnya ia kesiangan.
"Hoaaam, gawat aku terlambat" ucap Nancy.
Segera Nancy beranjak dari kasurnya menuju ke toilet untuk mandi dan menganti pakaian, Nancy memakai seragam sekolahnya dan mengurai rambut panjang indahnya, meskipun Nancy sedikit temperamen karena dia jago taekwondo, tetapi ia tidak pernah mengikat rambutnya, karena ia tahu bahwa ibunya sangat menyukai rambut panjangnya dan rambut terurainya lah yang menjadi ciri khas dirinya.
Nancy lari dengan terbirit-birit untuk menunggu kendaraan yang lewat, namun karena hari sangat sibuk sehingga ia tidak menemukan taksi yang kosong, yang ada hanya bus.
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya dengan terpaksa ia menaiki bus tersebut.
Ya ini kali pertama Nancy menaiki bus lagi setelah kecelakaan bersama ayahnya, dengan hati yang masih ragu karena trauma ia melangkahkan kakinya, namun dibelakang Bi Wenjun mendorongnya sampai kedalam.
"Eh eh eh" Nancy menoleh ke belakang dan ia mendapati Bi Wenjun mendorongnya
"Aish kau lagi kau lagi, mengapa dunia ini begitu sempit" ucap Nancy kesal.
Bi wenjun hanya menatapnya, Bi wenjun memang jarang berbicara, kecuali ia sudah merasa akrab pada orang tersebut, dan itulah mengapa orang-orang menjulukinya dengan si Ganteng Kalem.
Nancy duduk di bangku yang masih kosong, sedangkan Bi Wenjun berdiri karena memang busnya sudah penuh, ia berdiri dekat dengan Nancy.
__ADS_1
Bus berjalan dengan agak cepat dan itu membuat Nancy takut, sedangkan karena busnya berjalan cepat tubuh Bi Wenjun pun terombang ambing dan terus-terusan menyenggol Nancy.
Karena Nancy merasa kesal akhirnya traumanya teralihkan.
Di tikungan selanjutnya bus berhenti dan ada nenek-nenek penjual yang naik bus tersebut, Nancy merasa iba dan mempersilahkan nenek tersebut untuk duduk dikursinya, namun tiba-tiba seorang pemuda dari sekolah lain menyerobot kursi tersebut sehingga membuat Nancy marah.
"Ya, apa yang kau lakukan? apa kau sudah gila, menyerobot kursi nenek nenek" ucap Nancy.
"memangnya kenapa, aku juga ingin duduk!" ucap pemuda tersebut
"kau berani ya, rasakan ini!!"
Nancy menarik kerah pemuda itu dan langsung meninju wajahnya.
plak, plak, blug!!! suara pukulan
Nancy memang selalu membantu dan menolong orang yang lemah.
melihat kejadian tersebut sopir bus akhirnya menghentikan bisnya dan menyuruh Nancy dan pemuda tersebut keluar, namun untungnya bis berhenti dekat dengan sekolah, Bi Wenjun pun mengikuti Nancy keluar.
"Kau, awas kau ya, lihat saja nanti!" Ancam pemuda itu.
"akan ku tunggu!" balas Nancy
Bi Wenjun pun menghampiri Nancy
"apa kau tidak apa-apa?" tanya wenjun
"memangnya aku bisa kenapa? heran melihatku tidak apa-apa" jawab nancy sinis
"sudahlah, aku tidak mempedulikanmu" ucap wenjun
"iiiih siapa juga yang mau dipedulikanmu, wlee" Nancy menjulurkan lidahnya dan pergi meninggalkan wenjun
Nancy pun bergegas pergi kesekolah.
******************************************************
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 💕
__ADS_1