
Selama Nancy berjalan di gang, ia telah diikuti seseorang, seseorang tersebut seperti mengiring Nancy untuk masuk kedalam gang.
Tiba-tiba digang, Geng Sun Qian sudah menghadang jalannya.
"Hei, Kim Nancy! Sudah lama tidak bertemu" ucap Sun Qian.
"Ah ternyata kau!" Ucap Nancy sinis.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Sun Qian.
"Tidak usah basa-basi, apa yang kau inginkan?" Ucap Nancy.
"Yang kuinginkan? Apa kau lupa dengan dosamu?" Ucap Sun Qian.
"Ah jadi itu sebabnya kau membawa orang-orang ini? Apa kau pikir aku akan takut?" Tantang Nancy
"Yoh, kau benar-benar menantangku?" Ucap Sun Qian.
"Ni hao Nancy, apa kau masih ingat denganku?" Tanya pemuda yang ditendang Nancy di bus.
"Ah kau lagi, apa kau masih belum puas aku tendang?" Ucap Nancy.
"Kau memang wanita yang menyebalkan, da ge tunggu apa lagi, cepat hajar dia" ucap pemuda yang ditendang Nancy di bus.
Nancy pun melayangkan beberapa pukulan kepada orang orang Sun Qian.
Sementara Wang Yibo sedang melaporkan hasil temuannya kepada Bi Wenjun.
"Nancy memang ada yang membuntuti, dia seorang wanita, sepertinya aku pernah bertemu dengan dia, tapi untuk persisnya aku lupa dimana" ucap Yibo.
"Apa kau sungguh tidak ingat siapa dia? Karena ini menyangkuy keselamatan Nancy" ucap Wenjun.
"Tunggu dulu akan coba kuingat" ucap Yibo sembari mengingat-ingat.
"Apa mungkin Sun Qian?" Ucap Wenjun
"Sun Qian? Ah aku ingat sekarang, benar sepertinya benar dia, postur tubuhnya sama hanya saja dia berpakaian bebas" ucap Yibo.
"Tentu saja dia berpakaian bebas karena dia sedang di skors, gawat sepertinya dia ingin balas dendam kepada Nancy" ucap Wenjun.
"Wah kau benar sepertinya dia ingin membalas dendam" ucap Yibo.
"Apa Nancy sudah pulang? Gawat kita melupakannya" kaget Wenjun.
__ADS_1
"Ya, sebaiknya kita mencarinya" ajak Yibo.
"Benar, kita harus mencarinya" ucap Wenjun
"Ayo kita berpencar agar mudah ketemu" saran Yibo
"Hao, aku akan mencoba menelponnya juga" ucap Wenjun
Wenjun dan Yibo pun mencari keberadaan Nancy, Wenjun juga mencoba menelpon Nancy, namun handphonenya tidak tersambung.
"Eh, apa kau melihat Nancy?"tanya Yibo
"Aku tidak melihatnya" jawab teman sekolah.
"Baiklah, terima kasih" ucap Yibo
Yibo terus bertanya kepada teman-teman yang berada disekolah. Sementara Wenjun bertanya diluar sekolah.
"Apa kau melihat orang ini?"tanya wenjun kepada pedagang sekitar sekolah
"Tidak" jawab pedagang
"Oh iya terima kasih"
"Kemana dia pergi, handphonennya juga tidak aktif, membuatku sangat khawatir" batin Wenjun.
Bi Wenjun pun bertanya kepada pedagang lagi dan kebetulan pedagang itu melihatnya.
"Apa kau melihat gadis ini?" Tanya Wenjun sembari menunjukan foto.
"Ah gadis kecil ini? Tadi dia pergi kearah sana dengan seseorang dibelakangnya" jawab pedagang sembari menunjukan arah Nancy pergi.
"Oh, kalo begitu terima kasih Laoba" ucap Wenjun
"Untuk apa dia kesana? Aku harap dia tidak apa-apa, tapi siapa yang orang dibelakangnya? Jangan-jangan?" Batin Wenjun
Wenjun pun segera berlari menuju kearah yang ditunjukan pedagang tersebut, ia melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keberadaan Nancy.
Lalu ia mendengar suara orang berkelahi, ia pun segera melihat menuju suara tersebut.
Bi Wenjun pun kagey mendapati Nancy berkelahi dengan preman-preman tersebut, Nancy memang belum tumbang tetapi ia kelelahan.
Wenjun pun segera berlari menolong Nancy.
__ADS_1
"Ya Nancy!" Ucap Wenjun
"Untuk apa kau kemari, ini sangat bahaya" ucap Nancy
"Sudah tau ini bahaya, dan kau malah menghadang mereka" khawatir Wenjun
"Ya awas!" Ucap Nancy sembari mendorong wenjun.
Wenjun pun terjatuh, ia segera bangun dan memposisikan diri untuk berkelahi.
Nancy dan Wenjun pun berkelahi dengan preman preman tersebut hingga mereka tumbang.
"Ternyata kau bisa berkelahi juga" ucap Nancy.
"Kau pikir aku lelaki macam apa" bangga Wenjun.
"Ya disebelahmu!" Teriak Nancy.
Ruapanya salah seorang preman tersebut membawa pisau, preman itu pun melukai tangan Wenjun.
Dan saat Nancy akan membantu Wenjun, karena kaget preman itu pun langsung menusuk perut Nancy. Nancy pun tumbang.
"Nancy, Nancy kau tidak apa-apa?" Tanya Wenjun.
Wang Yibo pun tiba dan mendapati Nancy terkapar dan Wenjun berdarah, ia pun memanggil ambulance dan polisi.
polisi dan ambulance pun tiba. mereka pun segera membawa Nancy ke Rumah sakit.
"Nancy, bertahanlah, kita akan segera tiba" ucap Wenjun.
Nancy sempat sadar sebentar.
"jangan bawa aku ke Rumah Sakit" ucap Nancy, lalu pingsan kembali.
"Nancy, Nancy" ucap Wenjun cemas.
Darah Nancy begitu banyak mengalir. hingga dokter dan perawat di ambulance pun resah.
"Nancy bertahanlah, kumohon bertahanlah" cemas Wenjun.
******************************************************
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA💕
__ADS_1