
Nancy dan wenjun pun tiba dirumah.
"Aku masuk dulu, jika kau butuh apa apa kau boleh memanggilku" ucap wenjun
"Terserah" ucap Nancy
Wenjun memasak bubur untuk Nancy, Wenjun memang pintar memasak karena ia terbiasa hidup sendiri semenjak ibu Wenjun meninggal.
"Apa dia akan menyukai masakanku?"
"Aku rasa ada yang kurang tapi apa ya?"
“ah masa bodo yang penting aku sudah membuatnya dengan susah payah" ucap Wenjun dalam hati
Setelah berdebat batin akhirnya Wenjun pun memberanikan diri untuk memberikan bubur buatannya kepada Nancy
Tok tok tok, tok tok tok. Suara pintu di ketuk
"Tunggu sebentar, siapa sih ribut banget" kesal Nancy
Ketika pintu dibuka, Wenjun langsung masuk.
"Aku membuatkan bubur untukmu" ucap Wenjun
"Lalu?" Jawab Nancy
Bi Wenjun pun kebingungan harus menjawab apa, dia hanya ingin melihat keadaan Nancy dan melihat isi rumahnya apakah ada makanan untuk dia makan, agar jika Nancy lapar ia bisa langsung makan.
"Ah tidak aku hanya ingin kau makan buburku, setelah ku pastikan habis aku akan pergi" tegas Wenjun
__ADS_1
"Kenapa harus kau pastikan?, tanpa kau tunggui pun aku akan menghabiskannya jika itu enak" ucap Nancy
"Aku akan membawa mangkuknya kembali, kau coba saja, setelah kau coba baru kau boleh menilainya!" Ucap Wenjun terpaksa
"Oh jadi kau peduli mangkuknya, baiklah baiklah akan kucoba" ucap Nancy
Nancy pun mencoba bubur buatan wenjun, wenjun pun resah karena takut bubur buatannya tidak enak.
"Bagaimana?" Tanya Wenjun penasaran
"Biasa saja" ungkap Nancy
Padahal Nancy merasa bubur buatan Wenjun enak, hanya saja dia mempertahankan image juteknya.
"Haissss yasudahlah, karena terlanjur dibuat dengan susah payah maka aku ingin kau menghabiskannya" pinta Wenjun
"Apa aku boleh berkeliling dirumahmu?" Tanya Wenjun
Karena Nancy ingin menghabiskan buburnya, ia memperbolehkan Wenjun berkeliling
"Terserah kau saja" jawab Nancy
"Waaaaaa kenapa bubur buatannya enak sekali, ini bubur terenak yang pernah kumakan" ungkap Nancy dalam hati.
Bi Wenjun pun berkeliling melihat rumah Nancy
"Pantas saja dia sakit, isi kulkasnya hanya air, isi lemarinya hanya ramyeon" ungkap Wenjun dalam hati.
"Apa kau tidak pernah mengisi kulkasmu?" Tanya Wenjun.
__ADS_1
Nancy pun kaget karena wenjun bertanya tiba-tiba padahal dia sedang makan dengan semangat
"Eeeu aku belum sempat berbelanja, lagi pula aku tidak tahu supermarketnya dimana, aku belum berkeliling" jawab Nancy
"Pantas saja kau tidak tahu, karena kerjaanmu hanya mengurung diri dirumah, dan tidak mungkin juga kau bertanya kepada orang lain" ucap Wenjun
"Itu kau tahu" ucap Nancy
"Besok hari sabtu dan sekolah libur, apa kau akan ikut aku ke supermarket?" Tanya Wenjun
"Baiklah, kebetulan perlengkapan sehari-hariku habis, dengam terpaksa aku harus ikut denganmu" ucap Nancy
Nancy pun sudah menghabiskan buburnya, dan wenjun pun pamit pulang. Setelah malam hari wenjun kembali untuk mengingatkan Nancy meminum obatnya.
"Nancy, apa kau sudah meminum obatmu" tanya wenjun
"Apa kau harus menemuiku untuk bertanya aku sudah meminum obat atau belum?, mengangguku saja!" Ucap Nancy jutek
"Aku hanya melakukan tugasku dari Ding Yisheng, agar aku memantaumu untuk kau makan dan meminum obatmu, mana tau kau nakal dan tidak melakukannya!" Ucap wenjun kesal
"Apa kau pikir aku anak kecil!" Ucap Nancy
"Baiklah terserah kau saja!" Ucap wenjun sembari pergi .
Nancy dan Wenjun pun beristirahat, dan keesokan harinya mereka bersiap-siap untuk pergi ke supermarket.
*******************************************************
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA💕
__ADS_1